cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image" : 20 Documents clear
PREDIKSI PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA PEKALONGAN DENGAN MODEL CELLULAR AUTOMATA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rizkyanto, Irfan; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Arifien, Moch
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Cellular Automata dalam memprediksi lahan terbangun dan membuat prediksi perkembangan fisik lahan terbangun yang ada di Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan dokumentasi, observasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cellular Automata dan teknik analisis deskripstif. Prediksi lahan terbangun menggunakan perangkat lunak OpenSource Quantum GIS. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui perubahan lahan terbangun di Kota Pekalongan tahun 2001, tahun 2011 dan tahun 2019. 2) Membuat prediksi perkembangan fisik wilayah Lahan terbangun Kota Pekalongan tahun 2031. Analisis lainnya adalah ANN (Artificial Neural Network). Validasi peta proyeksi dilakukan dengan crosstab peta proyeksi terhadap peta penggunaan lahan terbangun eksiting tahun 2019. Hasil dari crosstab adalah tabel tabulasi silang dan nilai kappa. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah perubahan lahan terbangun mengalami penambahan luasan yaitu lahan terbangun dengan luas area 2565,46 Ha (55,9%) Validasi peta proyeksi berdasarkan peta penggunaan lahan 2019 menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai Kappa 0,90712. Nilai ini menunjukkan bahwa prediksi penggunaan lahan terbangun tahun 2019 sangat baik terhadap penggunaan lahan terbangun tahun 2019 hasil interpretasi / eksiting.
PERANAN PROGRAM PHBM (PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT HUTAN DESA KALIMENDONG KECAMATAN LEKSONO KABUPATEN WONOSOBO Wirasanti, Avionita; Tjahjono, Heri; Suharini, Erni
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam mengikuti program PHBM, tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat, dan mengetahui hubungan antara keduanya. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis statistik. Berdasarkan hasil pengolahan data yang ada tingkat partisipasi masyarakat Desa Kalimendong dalam Program PHBM termasuk dalam kategori tinggi karena nilai yang di dapat mencapai rata-rata 65,47%. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Pendapatan masyarakat yang mengikuti program PHBM mengalami kenaikan cukup baik walaupun masih dalam kategori sedang dengan rata-rata nilai persentase  sebesar 31.06%. Hal tersebut sesuai dengan kondisi dilapangan dimana, sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Sedangkan untuk tingkat pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan yang dimiliki oleh petani peserta PHBM yang masih tergolong sempit yaitu kurang dari 0,5 ha. Faktor yang paling mempengaruhi hal tersebut adalah luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani.
KAJIAN PENGEMBANGAN FASILITAS PARIWISATA BERDASARKAN PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN CANDI GEDONGSONGO KABUPATEN SEMARANG Rahmat, Chairul; Putro, Saptono; Sriyono, Sriyono
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38638

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi karakteristik Sosial Budaya wisatawan yang datang ke Kawasan Candi Gedongsongo. (2) Memetakan kesesuaian distribusi fasilitas  pariwisata terhadap mintakat Candi Gedongsongo. (3) Mengkaji Kondisi Fasilitas Pariwisita berdasarkan prinsip pengembangan dan pemanfaatan komplek Candi Gedongsongo. Metode dalam penelitian ini menggunakan analsisis tumpang susun dengan Sistem Informasi Geografis dan pendekatan kuantitatif (statistik deskriptif). Teknik dalam pengumpulan data yaitu survei lapangan, pustaka, digitasi foto udara, dokumentasi, kuisioner, dan wawancara. Jumlah responden untuk mengukur kondisi wisatawan sebanyak 50 orang ditentukan secara insidental yang bertemu dengan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan motif tertinggi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata adalah berekreasi sebesar 96% dan motif tertinggi dalam menentukan Candi Gedongsongo karena terkenal dikalangan wisatawan sebesar 84%. Fasilitas pariwisata yang sangat banyak digunakan adalah toilet umum sebesar 92% dan mereka menilai kondisinya dengan cukup puas. Terdapat 8 fasilitas pariwisata hasil temuan BPPP pada tahun 2010 berada di luar mintakat pengembangan dan hasil penelitian ini mendapatkan 4 fasilitas telah ditiadakan seperti warung tenda, panjat tebing, gardu pandang dan flying fox. Hasil pengolahan foto udara dan crosscheck lapangan terdapat 40 fasilitas di mintakat pengembangan dan 22 di mintakat penyangga.
PELAKSANAAN OPERASI JARINGAN IRIGASI GUNUNG ROWO DI KABUPATEN PATI TAHUN 2018 Nugroho, Danit Aji; Setyowati, Dewi Liesnoor; Suroso, Suroso
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38639

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Mengetahui keberfungsian secara fisik infrastruktur dari Jaringan Irigasi Gunung Rowo dan 2) Mengetahui pelaksanaan tugas operasi Jaringan Irigasi Gunung Rowo oleh pemerintah dan petani. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu dokumentasi, survei lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan dua cara yaitu: 1) Distribusi frekuensi untuk mengetahui keberfungsian fisik infrastruktur Jaringan Irigasi Gunung Rowo dan pelaksana tugas operasi oleh pemerintah serta P3A. 2) Penilaian kondisi jaringan irigasi untuk mengetahuai kondisi Jaringan Irigasi Gunung Rowo. Hasil penelitian menunjukkan 1) Berdasarkan perhitungan kondisi jaringan irigasi (K) 63,79 % adalah rusak sedang, tetapi masih bisa menyalurkan air. 2) Pelaksanaan tugas operasi oleh pemerintah sudah baik namun masih terkendala karena rusaknya bangunan dilapangan yang membuat data tidak lengkap sehingga beberapa tupoksi tidak dilakukan dengan baik, sedangkan pelaksanaan tugas operasi oleh P3A kurang baik tugas yang harus dikerjakan berdasar tupoksi tidak dilakukan.  
KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Mukaromah, Mukaromah; Suharini, Erni; Tjahjono, Heri
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38640

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis tingkat kapasitas masyarakat di Kecamatan Candisari dalam menghadapi bencana tanah longsor dan (2) Menganalisis upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Kecamatan Candisari. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada wilayah rawan longsor di Kecamatan Candisari Kota Semarang yakni Kelurahan Candi, Jomblang, Karang Anyar Gunung dan Tegalsari. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh KK yang ada pada lokasi penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik dalam pengumpulan data yaitu dokumentasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh hasil yaitu kapasitas masyarakat Kecamatan Candisari secara umum memiliki tingkat kapasitas tinggi secara teori. Dapat diartikan bahwa masyarakat Candisari sudah memiliki kemampuan dasar yang memadai untuk menghadapi ancaman bencana tanah longsor. Untuk upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pada tingkat kelurahan dan BPBD Kota Semarang secara umum sudah baik dengan adanya beberapa upaya yang telah dilakukan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor.
SISTEM INFORMASI PARIWISATA KABUPATEN KUDUS BERBASIS WEBGIS Lestari, Rika Puji; Juhadi, Juhadi; Tjahjono, Heri
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi pariwisata dengan menggunakan webgis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi dan kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah uji kebergunaan dan analisis deskriptif. Webgis yang dibuat dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan basemap ArcGIS Online, dari ESRI. Uji kebergunaan dalam teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebergunaan webgis yang sudah dibuat, dengan cara menghitung setiap variabel pengujian. Pengukuran ini dibuat dengan menggunakan 5 variabel sebagai pendukungnya, yaitu ; tingkat kemudahan dipelajari (learnability), efisiensi waktu yang digunakan (efficiency), tingkat kesalahan yang terjadi selama sistem beroperasi (errors), kemudahan untuk diingat (memorability), dan yang terakhir memberikan kepuasan dan nantinya pengguna akan kembali lagi mengunjungi Webgis Wisata Kabupaten Kudus untuk mengakses  atau bisa disebut dengan tingkat kepuasan (satisfaction). Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai uji kebergunaan adalah 75%, hasil tersebut masuk kedalam kategori layak dengan rentang kategori 61% - 80% yang berarti sistem sistem ini layak dan dapat diterima oleh pengguna.
SEBARAN DAN POTENSI AIR TANAH DANGKAL DI PERBUKITAN DOME SANGIRAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR Handayani, Windari Kurnia; Setyaningsih, Wahyu; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan potensi air tanah dangkal dalam memenuhi kebutuhan air penduduk di Perbukitan Dome Sangiran. Teknik pengumpulan data mengunakan dokumentasi, pengukuran dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui arah sebaran air tanah yang dapet dilihat dari peta kontur. Penelitian ini mengunakan 4 variabel sebagai pendukungnya yaitu ; iklim, kemiringan lereng, geologi, dan pengunaan lahan Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata nilai kedalaman sumur, tinggi permukaan air sumur dan jumlah air pada sumur yang paling tinggi adalah desa Bukuran, selanjutnya desa Ngebung dan yang terendah adalah desa Krikilan
ANALISIS KETERSEDIAAN OKSIGEN UNTUK KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2017 Nasyith, Dzakiy; Aji, Ananto; Juhadi, Juhadi
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan ketersediaan oksigen. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan estimasi kebutuhan oksigen data yang digunakan yaitu jumlah penduduk, kendaraan bermotor, dan industri, sedangkan untuk ketersediaan oksigen didapat dari ruang terbuka hijau eksisting. Penelitian ini menggunakan pendekatan gerarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tangerang Selatan memiliki ruang terbuka hijau eksisting sebesar 3.993 hektar, ruang terbuka hijau tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen bagi manusia, kendaraan bermotor, dan industri. Kecamatan yang memiliki ketersediaan oksigen cukup (selisih 0) diklasifikasikan sebagai wilayah yang tidak membutuhkan ruang terbuka hijau tambahan, sedangkan daerah yang belum mencukupi kebutuhan oksigen diklasifikasikan sebagai daerah yang membutuhkan ruang terbuka hijau tambahan, dan digunakan sebagai arahan pengembangan.  Hasil yang didapat adalah hanya ada 1 Kecamatan yang tidak perlu pengembangan yaitu Kecamatan Serpong, 2 Kecamatan yang perlu pengembangan sedang yaitu Kecamatan Setu dan Kecamatan Ciputat Timur, serta 4 Kecamatan yang memerlukan pengembangan tinggi yaitu Kecamatan Serpong Utara, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Ciputat, dan Kecamatan Pamulang.
ANALISIS POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN TAHUN 1998, 2006 DAN 2019 DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Wulandari, Nadia Dewi; Setyowati, Dewi Liesnoor
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38644

Abstract

Perkembangan permukiman yang ada pada suatu wilayah memilki berbagai pola dari mengelompok, menyebar ataupun seragam. Pola permukiman menentukan perkembangan permukiman pada suatu wilayah merata atau terpusat pada satu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola persebaran permukiman tahun 1998, 2006 dan 2019 di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dan faktor perubahan persebaran. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis SIG dan deskriptif kuantitatif untuk mengetahui pola persebaran permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran permukiman tahun 1998, 2006 dan 2019 menunjukan hasil yang berbeda. Pola persebaran tahun 1998 berdasarkan hasil perhitungan nilai T sebesar 1,26 yang menunjukkan bahwa permukiman memiliki pola acak (random pattern) sedangkan pola persebaran permukiman tahun 2006 dan 2019 berdasarkan hasil perhitungan nilai T sebesar 0,69 yang menunjukkan bahwa permukiman memilki pola mengelompok (clusterd pattern). Perbedaan pola persebaran permukiman ini mengindikasikan adanya pertumbuhan pusat-pusat kegiatan baru yang menjadi daya tarik penduduk untuk mendirikan bangunan di sekitar pusat kegiatan.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA GOA PETRUK KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN Faozi, Asmi; Santoso, Apik Budi
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui unsur pengadaan (supply) dan permintaan (demand) objek wisata Goa Petruk di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen, dan 2) Menganalisis strategi dalam pengembangan objek wisata Goa Petruk di Kabupaten Kebumen. Populasi dari penelitian adalah seluruh pengunjung atau wisatawan objek wisata goa petruk serta pengelola objek wisata. Teknik pengambilan sampel untuk pengelola menggunakan purposive sampling sedangkan untuk wisatawan menggunakan Insidental sampling. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, angket, observasi dan dokumentasi.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi unsur supply dan demand pada objek wisata Goa Petuk masuk kategori baik dan ada pula yang masih dalam kategori kurang baik. Sedangkan dari hasil analisis SWOT maka dapat diketahui bahwa Objek wisata Goa Petruk terletak pada Kuadran I, dengan nilai sumbu X sebesar 0,29 dan sumbu Y sebesar 0,53. Sehingga strategi yang perlu dilakukan adalah Growth Oriented Strategy yang artinya keadaan wisata dalam kondisi baik, akan tetapi harus meningkatkan faktor kekuatan dan memperbaiki faktor kelemahan sehingga dapat menangkap peluang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20