cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 30 Documents clear
EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS ZAT WARNA BRAZILEIN DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.587

Abstract

Perkembangan industri pengolahan pangan dan terbatasnya jumlah dan mutu zat pewarna alami, menyebabkan penggunaan zat warna sintetis meningkat. Penggunaan pewarna sintetis dapat digantikan dengan pewarna alam. Salah satu alternatif pewarna alam yang digunakan adalah pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Penelitian ini mempelajari cara ekstraksi zat warna brazilein dari kayu secang menggunakan pelarut etanol dengan alat soxhlet dan mengetahui uji stabilitas zat warna brazilein dari kayu secang terhadap pengaruh pH, oksidator, sinar matahari, kondisi penyimpanan (pada suhu kamar dan suhu dingin) dan penambahan larutan standar logam Zn. Sampel penelitian menggunakan serbuk kayu secang. Ekstraksi kayu secang menggunakan soxhlet menghasilkan serapan UV-Vis sebesar 0,303 dengan pH 6. Uji stabilitas zat warna brazilein kayu secang pada pengaruh pH masih stabil sampai pH 7, dipengaruhi oksidator masih stabil sampai jam ke 6, dipengaruhi lama penyinaran masih stabil sampai jam ke 3, dipengaruhi kondisi penyimpanan pada suhu kamar masih stabil sampai hari ke 9 sedangkan kondisi penyimpanan pada suhu dingin masih cukup stabil sampai hari ke 15 dan dipengaruhi penambahan larutan standar logam Zn masih stabil sampai konsentrasi 0,5 ppm.
SINTESIS DAN PEMANFAATAN MEMBRAN KITOSAN-SILIKA SEBAGAI MEMBRAN PEMISAH ION LOGAM Fe2+
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.588

Abstract

Membran kitosan-silika disintesis melalui proses sol gel dengan variasi konsentrasi kitosan dalam membran. Variasi membran kitosan-silika yaitu 1:1, 1,5:1, 2:1, 2,5:1, dan 3:1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran kitosan-silika ditinjau dari gugus fungsi, morfologi dan permeabilitasnya, mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan terhadap selektivitas membran kitosan-silika, serta mengetahui efektivitas membran kitosan-silika dalam proses pemisahan ion logam Fe2+. Membran yang telah disintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometri (Fourier Transform Infrared) FTIR dan metode Brunnaeur Emmet Teller (BET). Membran kitosan-silika juga dianalisis sifat swellingnya terhadap aquades, morfologinya dengan menggunakan SEM, serta pengukuran koefisien rejeksinya terhadap ion logam Fe2+. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya interaksi antara kitosan dan silika di dalam membran kitosan-silika. Analisis morfologi menggunakan hasil pencitraan SEM menunjukkan adanya pori-pori pada membran kitosan-silika. Hasil ini didukung dengan data analisis BET yang menunjukkan membran kitosan silika merupakan membran yang berpori. Hasil uji swelling terhadap akuades menunjukkan bahwa membran kitosan-silika merupakan membran yang hidrofilik. Pengukuran Koefisien Rejeksi yang menunjukkan selektivitas membran dilakukan pada proses pemisahan ion logam Fe2+. Komposisi terbaik membran kitosan-silika dalam memisahkan ion logam Fe2+ adalah 1:1 dengan nilai koefisien rejeksi 97,33%.  
PREPARASI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS KATALIS NI-MO/ZEOLIT ALAM DALAM PROSES CATALYTIC CRACKING JELANTAH MENJADI BIOGASOLINE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.589

Abstract

Research about preparation, characterization, and activity test of Ni-Mo/ZA catalyst on catalytic cracking process of used cooking oil has been done. The variables studied during the activity test were hydrogen flow rate and reaction temperature. The type of condensate products result of cracking process was also studied. Characteristics of the Ni-Mo/ZA catalyst including metal content of Ni and Mo,acidity, and porosity of catalyst were determined by Atomic Adsorption Spectroscopy (AAS), gravimetric method, and BET method respectively. The waste cooking oil was firstly reacted with base KOH and methanol to produce methyl ester waste cooking oil. The process of catalytic cracking waste cooking oil  with Ni-Mo/ZA catalysts carried out for 1.5 hours by varying the temperature of 300oC, 350oC, and 400oC, and varying the hydrogen flow rate of 10, 20, 30, 40, and 50 mL/min. The products were analyzed by means Gas Chromatography and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy. It is shown that the highest conversion percentage of 53.4% reached at the optimum temperature of 350oC, whereas optimum hydrogen flow rate obtained at 20 mL/min. It is also shown that the composition of product consisted of hexane 89.58%, cyclopentane 3.44%, pentane 3.03%, 2-propanone 0.94% and octane 0.07%.
UJI AKTIVITAS KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT PADA REAKSI HIDRORENGKAH FRAKSI SAMPAH PLASTIK (POLIETILEN)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.590

Abstract

The catalytic activity test of Ni-Mo/Zeolite catalyst in the hydrocracking reaction of polyethylene (HDPE) waste fraction have been investigated. The purpose of this study was to determine the catalytic activity of Ni-Mo/ZA on  hydrocracking reactions of polyethylene waste. This research studied the effect of the mass ratio of catalyst / feed and reaction temperature. The catalysts were prepared by the following procedure: activation by acid and salt (1% HF, 6 M HCl, and 1 N NH4Cl), calcination with N2, oxidation with O2, and finally reduction with H2. Further Ni and Mo was impregnated into zeolite with the order: Mo first, then Ni (ratio of Ni : Mo is 1:2). Characterization of catalysts include the determination of surface area by BET method, the acidity of catalyst by gravimetric method, and the distribution of the bimetallic Ni-Mo metal by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) respectively. Polyethylene plastic waste first treat by the pyrolysis method at a temperature of 550oC while flowing N2. Hydrocracking process was operated in a flow- fixed bed reactor by varying the mass ratio of catalyst / feed 1 : 4, 2 : 4, 3 : 4, and operating temperature at 350oC, 400oC, 450oC, 500oC, 550oC for 2 hours. The liquid product of hydrocracking process was analyzed by GC and GC-MS. Analysis of data showed that the greatest catalytic activity of Ni-Mo/ZA at a temperature  500oC resulting a conversion of 1.334%. GC-MS analysis showed that the liquid hydrocracking products at the optimum temperature has a chemical composition consisting of ethanal, 2-propanone and 3-Methyl-2-pentanone.
SINTESIS NANO ZnO YANG DIEMBANKAN PADA ABU VULKANIK UNTUK KATALIS FOTODEGRADASI DIKLORO DIFENIL TRIKLOROETANA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.591

Abstract

Telah dilakukan sintesis nano ZnO yang diembankan pada abu vulkanik dan aplikasinya sebagai katalis fotodegradasi insektisida dikloro difenil trikloroetana (DDT). Karakterisasi ZnO/abu vulkanik dilakukan dengan menggunakan SEM-EDX, XRD, dan Spektrofotometer DR-UV. Hasil degradasi DDT diuji dengan spektofotometer UV-Vis, titrasi asidi-alkalimetri dan argentometri. Degradasi DDT dilakukan dengan variasi jenis sinar dan lama penyinaran dengan sinar matahari dan UV. Lama penyinaran 1, 2, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO/abu vulkanik yang berhasil disintesis berukuran 68,878 nm, memiliki Eg sebesar 3.4 eV. Hasil uji degradasi DDT dengan sinar matahari pada waktu 1 jam = 21,40%, 2 jam = 38,91%, 3 jam = 43,58%, sedangkan untuk sinar UV pada waktu 1 jam = 12,06%, 2 jam = 19,45%, 3 jam = 22,56%.  Kadar CO2 yaitu pada sinar matahari dengan waktu 1 jam = 84,4 mg/L, 2 jam = 148 mg/L, 3 jam = 211 mg/L, pada sinar UV dengan waktu 1 jam = 84,4 mg/L, 2 jam = 105 mg/L, 3 jam = 190 mg/L, kadar Cl- yaitu pada sinar matahari dengan waktu 1 jam = 78,1 mg/L, 2 jam = 79,9 mg/L, 3 jam = 81,6 mg/L, pada sinar UV dengan waktu 1 jam = 49,7 mg/L, 2 jam = 51,5 mg/L, 3 jam = 53,2 mg/L.
PENGARUH TEMPERATUR PADA REAKSI HIDRODENITROGENASI PIRIDIN DENGAN KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.592

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh temperatur pada reaksi hidrodenitrogenasi piridin dengan katalis Ni-Mo/zeolit alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur pada rentang 300 s.d 400oC terhadap reaksi HDN piridin dengan katalis Ni-Mo/ZA. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan, volume pori, dan rerata jejari pori dengan alat Gas Sorption Analyzer NOVA-1000, dan penentuan keasaman dengan adsorpsi gas amoniak piridin. Uji aktivitas katalis dilakukan pada proses HDN piridin dengan mengalirkan gas H2 dengan laju alir 50 mL/menit pada temperatur 300, 325, 350, 375, dan 400oC dilanjutkan dengan mengalirkan uap piridin melewati 1 gram katalis Ni-Mo/zeolit alam. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Produk yang terdeteksi pada temperatur optimum 350oC dengan GC-MS meliputi metilsiklopentana, n-heksana, dan 3-metil pentana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan temperatur berpengaruh terhadap konversi (%) piridin sisa pada temperatur optimum sebesar 70,5893 % dan harga Ea reaksi HDN piridin dengan katalis Ni-Mo/ZA pada paparan temperatur 300 s.d 350oC dan 350 s.d 400oC masing-masing sebesar 56,1118 kJ mol-1 dan -44,2387 kJ mol-1.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KATALIS Ni-Mo/ZEOLIT ALAM SEBAGAI KATALIS PERENGKAHAN SAMPAH PLASTIK HDPE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.593

Abstract

Preparation and characterization of the bimetallic catalyst Ni-Mo into natural zeolite active has been investigated. The preparations of catalysts were performed by insertion of sequence differences Ni-Mo metal into the natural zeolite and varying the rasio metal amount of 1%, 3% and 5% w/w.  The purpose of this study is to investigate the characteristics of the catalyst Ni-Mo/ZA and Mo-Ni/ZA, then applied in the process of catalytic cracking HDPE plastic waste. Activation of natural zeolites include treatment with an acid and salt (HCl 6M and NH4Cl 1N). Further Ni and Mo was impregnated into zeolite with the order : Mo in the first, then Ni to form Ni-Mo/ZA catalyst and Ni in the first then Mo to  Mo-Ni/ZA catalyst with a ratio Ni:Mo 1:2. Calcination with N2 at 500oC, oxidation with O2 and reduction with H2 at 400oC. The characterization of catalysts included determination of metal content using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), the acidity of catalyst by gravimetric method, and the porosity of catalyst by BET method. Polyethylene plastic waste treated by the pyrolysis method at a temperature of 550oC while flowing N2. Hydrocracking process was operated in a flow- fixed bed reactor at 360°C; ratio of catalyst/feed 0.5 under hydrogen stream (20 mL/minutes) for 2 hours for each catalyst.  A  product analyzed by gas chromatography (GC) and gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS). Analysis of the products showed the greatest catalytic activity is a catalyst Ni-Mo/ZA 5% w/w with a product conversion percentage of 6.6299%. GC-MS analysis  showed that the liquid hydrocracking products has a chemical composition consisting of  ethyl alcohol and 2-propanone. Research shows that the distribution of the bimetallic Ni-Mo metal, metal amount impregnation, and the acidity of the catalyst was the most influential in the process of catalytic cracking reaction of HDPE plastic waste.
PENURUNAN KANDUNGAN NIKEL(II) DALAM PROSES KOAGULASI MENGGUNAKAN FeSO4 DAN LIMBAH BESI PADA LIMBAH ELEKTROPLATING
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.594

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbedaan penurunan kandungan ion nikel(II) pada proses koagulasi menggunakan FeSO4 dengan limbah besi pada limbah elektroplating. Limbah cair nikel dan limbah besi diambil dari salah satu industri rumah tangga pabrik pelapisan logam di Juwana, Pati, Jawa Tengah. Limbah besi berupa serbuk yang berasal dari proses pengamplasan yang sudah tidak terpakai lagi. Parameter yang diteliti adalah pH, massa, dan waktu kontak optimum. Pengukuran kadar ion nikel pada semua perlakuan ditentukan dengan metode spektroskopi serapan atom (SSA). Hasil penelitian diperoleh kondisi optimum pengendapan limbah  Ni2+ dengan penambahan FeSO4 0,6 g terjadi pada pH 3, waktu 30 menit dengan penurunan ion nikel(II) sebesar 84,15%, sedangkan kondisi optimum pengendapan limbah  Ni2+ dengan penambahan limbah besi  0,6 g terjadi pada pH 3, waktu 30 menit dengan penurunan ion nikel(II) sebesar 79,84%.
FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL RED MENGGUNAKAN KATALIS -Fe2O3/Fe3O4 CORE SHELL NANOSTRUKTUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.595

Abstract

Penelitian mengenai pemanfaatan katalis -Fe2O3/Fe3O4 yang dibentuk dari bahan magnetik Fe3O4 sebagai katalis fotodegradasi zat warna remazol red telah dilakukan. Teknologi fotokatalisis merupakan teknologi yang cukup efektif untuk mendegradasi limbah organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur oksidasi pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 berbahan magnetik dari Fe3O4 dalam sintesis katalis dan untuk mengetahui pengaruh pH larutan serta waktu penyinaran terhadap fotodegradasi remazol red. Material Fe3O4 telah disintesis menggunakan metode kopresipitasi, kemudian dioksidasi pada temperatur (310oC, 380oC dan 450oC). Pengaruh pH larutan proses fotodegradasi dilakukan pada pH 6, 7, 8, 9, dan 10, sedangkan pengaruh waktu penyinaran dilakukan pada 15, 30, 45, dan 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, DR-UV, dan SEM menunjukkan pembentukan -Fe2O3/Fe3O4 melalui oksidasi Fe3O4 paling maksimum pada temperatur 380oC yang memiliki energi gap 1,8 eV. Hasil presentase degradasi terhadap pH larutan menunjukkan hasil optimum pada pH 7 yaitu sebesar 53,72%. Untuk pengaruh waktu penyinaran menunjukkan hasil maksimum pada waktu 60 menit, dengan presentase degradasi sebesar 48,17%. Katalis -Fe2O3/Fe3O4 memberikan presentase degradasi sebesar 42,55% lebih besar dari pada presentase degradasi katalis Fe3O4 yang sebesar 3,72%.
SINTESIS LAPIS TIPIS SENG OKSIDA (ZnO) NANORODS SEBAGAI FOTOANODA SEL SURYA TERSENSITASI ZAT WARNA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v1i1.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mensintesis lapis tipis seng oksida (ZnO) nanorods  dengan metode chemical bath deposition  sebagai fotoanoda sel surya tersensitasi zat warna. Kristal ZnO nanorods ditumbuhkan di atas substrat ITO:PET yang telah dilapisi ZnO nanoparticles sebagai seed layer. Data analisis XRD menunjukkan bahwa lapis tipis ZnO nanorods yang tumbuh di atas substrat merupakan polikristal dengan struktur wurtzite. Posisi puncak-puncak difraksi sinar-X ZnO nanorods sesuai dengan data JCPDS ZnO No. 75-1526. Kristalinitas sampel ZnO semakin meningkat dengan bertambahnya temperatur dan waktu deposisi. Nilai energi gap tidak mengalami perubahan yang signifikan oleh adanya perubahan temperatur dan waktu deposisi. Berdasarkan hasil pemindaian SEM, diketahui bahwa  diameter kristal ZnO nanorods berkisar antara 80-120 nm dan ketebalan lapis tipis sekitar 300 nm dengan aspect ratio  4. Sel surya disusun menggunakan fotoanoda lapis tipis ZnO nanorods:ITO, zat warna merkurokrom sebagai pensensitasi, pasangan redoks I-/I3- sebagai larutan elektrolit, dan serbuk karbon: ITO sebagai katoda. Aktivitas sel surya diukur di bawah penyinaran lampu UV komersial  (31 lux). Sel surya yang menggunakan  fotoanoda yang disintesis dengan variasi temperatur deposisi menghasilkan daya maksimum  tertinggi sebesar 3,15 m/cm2 dengan fill factor 60,76%, sedangkan  dengan variasi waktu deposisi menghasilkan daya maksimum tertinggi sebesar 5,03 m/cm2 dengan fill factor 63,23%.

Page 3 of 3 | Total Record : 30