cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2014)" : 30 Documents clear
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH4NO3) UNTUK MENURUNKAN SALINITAS AIR SUMUR PAYAU Aziza, Farida Nur; Latifah, Latifah; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir pantai dan daerah-daerah yang mengalami intrusi air laut, sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode desalinasi menggunakan zeolit. Zeolit yang digunakan pada penelitian merupakan zeolit alam dari Bayah yang diaktivasi menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 untuk meningkatkan luas permukaan dan daya adsorbsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH4NO3 untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui perbandingan/rasio optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH4NO3 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan penurunan salinitas sebesar 99,057%. Tahap selanjutnya adalah mencari rasio antara massa zeolit teraktivasi 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan rasio dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH4NO3 2N ke dalam 20 ml air payau. Rasio optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau (3:10) dengan penurunan salinitas sebesar 99,54%.
PERBANDINGAN METODE DESTRUKSI KERING DAN BASAH UNTUK ANALISIS Zn DALAM SUSU BUBUK Sa’adah, Zumrotus; Alauhdin, Mohammad; Susilaningsih, Endang
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan kadar Zn dalam susu bubuk dapat dilakukan dengan metode destruksi kering dan basah dan dianalisis secara SSA pada panjang gelombang 213,9 nm. Hasil analisis di Laboratorium Kimia Analitik UGM menunjukkan bahwa kadar Zn dalam sampel dengan metode destruksi kering maupun basah sebesar 122,470 mg/kg dan 157,942 mg/kg. Sementara itu, kadar Zn dari hasil analisis di Laboratorium Kimia UNNES dengan metode adisi standar untuk destruksi kering maupun basah sebesar 58,592 mg/kg dan 59,298 mg/kg, sedangkan dengan metode kurva kalibrasi di peroleh nilai LoD dan LoQ sebesar 0,228 ppm dan 0,762 ppm dengan linieritas 0,937. Kadar Zn dalam sampel dengan destruksi kering sebesar 56,985 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 97,94% dan 0,995%, sedangkan untuk destruksi basah kadar Zn sebesar 87,075 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 104,20% dan 6,875%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis logam Zn dalam susu bubuk menggunakan SSA dengan metode destruksi kering maupun destruksi basah belum dapat diketahui metode yang terbaik, karena dari ketiga hasil analisis menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PLASTIK EDIBLE FILM DAN PEKTIN BELIMBING WULUH SEBAGAI PEMBUNGKUS WINGKO Sulistriyono, Anjar; Pratjojo, Winarni; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembungkusan bahan makanan pada umumnya menggunakan plastik sintetis berbahan dasar polimer sintetik polipropilen (PP) yang menimbulkan persoalan lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya pengemasan yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kwalitas bahan pangan. Upaya menurunkan tingkat kemasan plastik sintetis adalah menggunakan bahan yang ramah lingkungan, salah satunya edible film pati biji durian dan pektin belimbing wuluh. Pembuatan edible film pati biji durian dan pektin belimbing wuluh komposisi terbaik yaitu dengan 1 g pati biji durian, 1,5 g gliserol 20% dan 1 g pektin belimbing wuluh, yang memiliki nilai  kuat tarik sebesar 6,94MPa dengan elongasi sebesar 2,46%.
PEMBUATAN PUPUK KALIUM SULFAT DARI EKSTRAK ABU SERABUT KELAPA DAN AIR KAWAH ITEM GUNUNG UNGARAN Maesaroh, Siti; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih cukup besar karena sebagian besar penduduk Indonesia masih bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertanian dapat meningkat bergantung pada pemberian pupuk, seperti pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium dalam jumlah besar. Kebutuhan pupuk yang cukup besar dapat dipenuhi melalui pembuatan pupuk kalium sulfat dari ekstrak abu serabut kelapa dan air kawah Item gunung Ungaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara mendapatkan pupuk kalium sulfat yang optimal dari ekstrak abu serabut kelapa dan air Kawah Item Gunung Ungaran dengan memvariasikan komposisi, temperatur dan lama pengadukan dan mengetahui pengaruh pupuk kalium sulfat yang dilakukan terhadap tanaman jagung manis. Penelitian ini diharapkan memberikan perkembangan terhadap pengetahuan khususnya mengenai pembuatan pupuk kalium sulfat dari sumber nabati. Pupuk Kalium sulfat yang dihasilkan dengan kadar kalium dan sulfat yang optimal terdapat pada komposisi 100 mL ekstrak abu serabut kelapa dan 100 mL dengan temperatur 100 oC, dan lama waktu pengadukan selama 25 menit dengan kadar K2SO4 sebesar 0,02435 ppm. Pupuk yang dihasilkan memberi pengaruh yang efektif pada pertumbuhan awal tanaman jagung manis.
SINTESIS SILIKA-KITOSAN BEAD UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Cd(II) DAN Ni(II) DALAM LARUTAN Ardana, Seta Kahardian; Susatyo, Eko Budi; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis silika-kitosan bead yang digunakan sebagai adsorben untuk mengurangi kadar ion logam Cd(II) dan Ni(II) dalam larutan. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi logam. Silika-kitosan bead dibuat dengan variasi komposisi silika dan kitosan 2:0; 2:1; 2:2; 1:2; dan 0:2. Metode yang digunakan dalam interaksi adsorben dengan larutan yaitu metode batch. Pada penentuan pH optimum diperoleh pH 5 sebagai pH optimum untuk kedua larutan logam. Waktu kontak optimum untuk larutan logam Cd(II) yaitu 60 menit dan untuk larutan logam Ni(II) yaitu 50 menit. Kapasitas adsorpsi untuk logam Cd(II) sebesar 7,31797x10-5 mol/g pada adsorben dengan komposisi silika-kitosan 1:2 dan logam Ni(II) sebesar 7,61441x10-5 mol/g pada adsorben dengan komposisi silika-kitosan 1:2.
PENGGUNAAN SERBUK BIJI KELOR UNTUK MENURUNKAN KADAR Pb, KEKERUHAN DAN INTENSITAS WARNA Nugroho, Bahtiar Aji; Miswadi, Siti Sundari; Santosa, Nurwachid Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4103

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan kadar Pb, kekeruhan dan intesitas warna dengan menggunakan serbuk biji kelor pada air sumur gali. Penelitian ini diawali dengan pengukuran kadar Pb menggunakan panjang gelombang 283,3 nm. Pengukuran kadar Pb menggunakan variasi massa serbuk biji kelor 5, 10, 15, 20 dan 25 gram dan lama pengadukan 5, 10, 15, 20, 25 menit dengan hasil semakin banyak serbuk biji kelor dan semakin lama pengadukan kadar Pb semakin menurun. Untuk intensitas warna air sumur yang dicampur serbuk biji kelor menggunakan variasi massa 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 gram. Kadar intensitas warna semakin  menurun dengan meningkatnya penambahan dosis koagulan (serbuk biji kelor). Kadar kekeruhan pada air sumur gali menggunakan serbuk biji kelor dengan variasi massa serbuk biji kelor dengan massa 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 gram sambil digojog dengan stirrer. Hasil yang diperoleh kadar kekeruhan semakin menurun.
ANALISIS Cr(III) DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN NIKEL DIBUTILDITIOKARBAMAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Munika, Aurelia Anggit Widya; Alauhdin, Mohammad; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4104

Abstract

Analisis krom yang tepat perlu dilakukan untuk mengetahui kadar krom yang sesungguhnya yang terkandung dalam suatu sampel. Metode kopresipitasi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan para peneliti untuk penentuan kadar ion-ion logam karena mudah, memiliki ketelitian yang cukup tinggi dan memerlukan waktu yang relatif singkat. Dalam penelitian ini digunakan ligan dibutilditiokarbamat(DBDTC) untuk analisis ion logam krom(III) dalam limbah elektroplatting karena dapat membentuk senyawa kompleks yang netral dan cukup stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum pada analisis krom (III), mengetahui pengaruh keberadaan ion Cu, serta untuk menentukan kadar krom dalam sampel limbah electroplating. Hasil optimasi pada Cr(DBDTC)3 diperoleh λ maks pada 311 nm, pH optimum kopresipitasi adalah 9, konsentrasi DBDTC optimum 0,00665 ppm, dan konsentrasi nikel optimum 33,112 ppm. Keberadaan ion Cu(II) akan menyebabkan interferensi pada mulai konsentrasi 0,48 ppm. Rata-rata % krom yang terendapkan secara optimum sebesar 72,67 % dan untuk konsentrasi krom dalam sampel limbah electroplating sebesar 14,782 ppm.
PENGGUNAAN SILIKA GEL TERIMOBILISASI BIOMASSA Aspergillus niger UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Fe(III) Fatimah, Nurul; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4105

Abstract

Proses industri sering menghasilkan limbah yang mengandung logam, seperti Fe (III). Metode alternatif untuk mengatasi pencemaran Fe (III) adalah biosorpsi. Aspergillus merupakan Jamur yang memiliki dinding sel tersusun oleh gugus karboksil dan gugus amino yang mampu bertindak sebagai penukar ion dan pembentukan kompleks dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biomassa Aspergillus niger yang diimobilisasi pada silika gel untuk menurunkan Fe (III). Biosorpsi Fe (III) dilakukan pada variasi pH 3; 5; 7 dan 9, konsentrasi 5; 10; 15 dan 20 ppm, waktu kontak 20; 30; 40 dan 50 menit serta massa adsorben 0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum larutan pada pH 7, waktu 30 menit, konsentrasi 20 ppm dan massa adsorben 0,3 gram.
PERBANDINGAN METODE DESTRUKSI KERING DAN BASAH UNTUK ANALISIS Zn DALAM SUSU BUBUK Sa’adah, Zumrotus; Alauhdin, Mohammad; Susilaningsih, Endang
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4106

Abstract

Penentuan kadar Zn dalam susu bubuk dapat dilakukan dengan metode destruksi kering dan basah dan dianalisis secara SSA pada panjang gelombang 213,9 nm. Hasil analisis di Laboratorium Kimia Analitik UGM menunjukkan bahwa kadar Zn dalam sampel dengan metode destruksi kering maupun basah sebesar 122,470 mg/kg dan 157,942 mg/kg. Sementara itu, kadar Zn dari hasil analisis di Laboratorium Kimia UNNES dengan metode adisi standar untuk destruksi kering maupun basah sebesar 58,592 mg/kg dan 59,298 mg/kg, sedangkan dengan metode kurva kalibrasi di peroleh nilai LoD dan LoQ sebesar 0,228 ppm dan 0,762 ppm dengan linieritas 0,937. Kadar Zn dalam sampel dengan destruksi kering sebesar 56,985 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 97,94% dan 0,995%, sedangkan untuk destruksi basah kadar Zn sebesar 87,075 mg/kg dengan nilai recovery dan presisi sebesar 104,20% dan 6,875%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis logam Zn dalam susu bubuk menggunakan SSA dengan metode destruksi kering maupun destruksi basah belum dapat diketahui metode yang terbaik, karena dari ketiga hasil analisis menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
SINTESIS SILIKA-KITOSAN BEAD UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Cd(II) DAN Ni(II) DALAM LARUTAN Ardana, Seta Kahardian; Susatyo, Eko Budi; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4107

Abstract

Telah dilakukan sintesis silika-kitosan bead yang digunakan sebagai adsorben untuk mengurangi kadar ion logam Cd(II) dan Ni(II) dalam larutan. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi logam. Silika-kitosan bead dibuat dengan variasi komposisi silika dan kitosan 2:0; 2:1; 2:2; 1:2; dan 0:2. Metode yang digunakan dalam interaksi adsorben dengan larutan yaitu metode batch. Pada penentuan pH optimum diperoleh pH 5 sebagai pH optimum untuk kedua larutan logam. Waktu kontak optimum untuk larutan logam Cd(II) yaitu 60 menit dan untuk larutan logam Ni(II) yaitu 50 menit. Kapasitas adsorpsi untuk logam Cd(II) sebesar 7,31797x10-5 mol/g pada adsorben dengan komposisi silika-kitosan 1:2 dan logam Ni(II) sebesar 7,61441x10-5 mol/g pada adsorben dengan komposisi silika-kitosan 1:2.

Page 2 of 3 | Total Record : 30