cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 30 Documents clear
PERBANDINGAN DESTRUKSI KERING DAN BASAH UNTUK ANALISIS Pb PADA SEDIMEN SUNGAI KALIGELIS Murwatiningsih, Emi; Sunarto, Wisnu; susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan teknik destruksi kering dan basah dalam penentuan logam Pb pada sedimen sungai Kaligelis Kudus. Destruksi kering diawali dengan pengeringan sampel dengan muffle furnace pada suhu 500 °C, sedangkan pada destruksi basah, sampel sedimen langsung didestruksi menggunakan aqua regia tanpa dikeringkan terlebih dahulu. Pengukuran kandungan logam Pb dilakukan dengan AAS pada panjang gelombang 283,3 nm. Validasi metode pengukuran meliputi uji akurasi, presisi, linearitas, penentuan LoD dan LoQ. Sampel penelitian diambil pada tiga titik, dimana lokasi I diambil di sekitar pemukiman desa Demaan, lokasi II diambil setelah bendung tambak Lulang desa Ploso, dan lokasi III diambil setelah pabrik kertas di desa Jati Wetan. Konsentrasi Pb dalam sedimen dengan destruksi kering pada lokasi I 51,082 ppm, pada lokasi II 46,917 ppm dan pada lokasi III 47,777 ppm. Sedangkan konsentrasi Pb dalam sedimen dengan destruksi basah pada lokasi I 73,491 ppm, pada lokasi II 63,006 ppm dan pada lokasi III 79,812 ppm. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan hasil yang signifikan. Konsentrasi Pb dalam sedimen sungai Kaligelis Kudus masih dibawah nilai ambang batas yang diijinkan yaitu 127 ppm. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan destruksi kering lebih baik daripada destruksi basah.
PENGGUNAAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DALAM PENGAWETAN IKAN BANDENG Rasydta, Hani Prima; Sunarto, Wisnu; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan lama waktu perendaman ikan bandeng terhadap daya awet ikan bandeng.Konsentrasi asap cair tempurung kelapa di variasi dengan konsentrasi 1; 1,5; 2, dan 2,5% volume/volume. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa optimal untuk mengawetkan bandeng adalah 2%, dengan hasil análisis kadar air, lemak dan protein sebesar 70,02; 3,73, dan 20,40%. Pengawetan ikan bandeng dengan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2% kemudian divariasi dengan lama waktu perendaman selama 10, 20, 30 dan 40 menit. Análisis kadar air menunjukkan lama waktu perendaman optimal adalah selama 20 menit dengan kadar air sebesar 60,01%, sedangkan untuk kadar lemak dan protein sebesar 4,41% dan 20,75%. Análisis TPC (total plate count) pada ikan bandeng yang direndam dalam asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menunjukkan bahwa ikan bandeng tersebut masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga penyimpanan pada suhu kamar.
PENGARUH CHITOSAN BEADS DAN CHITOSAN BEADS IKAT SILANG ASAM SITRAT SEBAGAI PENURUN KADAR FOSFAT DAN ABS (Alkyl Benzene Sulfonate) PADA LIMBAH LAUNDRY Kurniyati, Ratna; Sumarni, Woro; Latifah, Latifah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chitosan beads merupakan salah satu modifikasi dari chitosan yang dapat menambah kereaktifan gugus fungsinya. Chitosan beads diikat silangkan dengan asam sitrat 0,5 % kemudian dikarakterisasi menggunakan uji swelling dan FT-IR untuk mengetahui kemampuan dalam menyerap limbah fosfat dan ABS (Alkyl Benzene Sulfonate) menggunakan waktu dan pH optimum serta diukur kadarnya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji swelling chitosan beads lebih kecil dibandingkan persentase swelling pada chitosan beads terikat silang asam sitrat yaitu sebesar 147,0297% dan 194,7059% sehingga memiliki kemampuan penyerapan air yang kurang baik untuk adsorpsi atau filtrasi karena berat molekul dan tingkat kerapatan molekulnya lebih besar. Pada hasil penelitian juga menunjukkan bahwa chitosan beads ikat silang asam sitrat memiliki kemampuan penyerapan dan tingkat protonasi lebih baik yang ditunjukkan pada penurunan kadar fosfat dan ABS (Alkyl Benzene Sulfonate) pada limbah laundry sebesar 71,662% dan 79,460%.
OPTIMASI TEMPERATUR PADA PROSES PERENGKAHAN KATALITIK POLIETILEN MENJADI GASOLIN MENGGUNAKAN KATALIS Mo-Ni/ZA Ariyanti, Dwi; Harjito, Harjito
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang konversi plastik polietilen menjadi fraksi gasolin menggunakan katalis Mo-Ni/ZA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui temperatur optimum proses perengkahan serta persen konversi dan komponen penyusun produk perengkahan. Katalis dipreparasi dengan metode sonokimia dengan kadar jumlah logam yang diembankan 5% b/b. Karakterisasi katalis meliputi penetuan rasio Si/Al menggunakan XRF, keasaman katalis menggunakan metode gravimetri, kristalinitas katalis menggunakan XRD, dan luas permukaan katalis menggunakan metode BET. Umpan minyak pirolitik polietilen direngkah menggunakan reaktor semi flow fixed bed. Produk yang dihasilkan dianalisis dengan GC. Konversi optimum polietilen menjadi gasolin didapatkan pada temperatur reaksi 400°C dengan laju alir gas hidrogen 20 mL/menit. Persen konversi polietilen menjadi gasolin adalah sebesar 66,705%. Produk dianalisis menggunakan GCMS menunjukkan senyawa-senyawa yang terkandung adalah turunan heptana, oktana, nonana, dekana, dan dodekana.
PERBANDINGAN METODE HIDROLISIS ENZIM DAN ASAM DALAM PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA UBI JALAR UNGU Devita, Christianti; Pratjojo, Winarni; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asam dan enzim terhadap komposisi sirup glukosa hasil hidrolisis dari pati ubi jalar ungu. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa hidrolisis baik enzim maupun asam sangat dipengaruhi oleh suhu, waktu serta volume. Pada metode hidrolisis enzim didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan amilase 3 mL dan suhu proses hidrolisis 60°C selama 2 jam sebesar 38,4917 gram. Pada metode hidrolisis asam didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan asam 15 mL dan proses hidrolisis selama 4 jam dengan suhu 130°C sebesar 30,7065 gram. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), kadar air dalam sirup glukosa maksimal 20%, kadar abu maksimal 1% dan kadar gula reduksi minimal 30%. Metode hidrolisis enzim lebih baik daripada metode hidrolisis asam karena metode hidrolisis enzim memiliki nilai yang sesuai dengan standar sirup glukosa sesuai dengan SNI. Kadar air 4,55 %, kadar abu 0,25 %, kadar bahan kering 26,63 % dan kadar gula reduksi 40,78 %.
PENENTUAN KADMIUM DALAM LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN AMONIUM PIROLIDIN DITIOKARBAMAT Kusuma, Suryat Hadi; Prasetya, Agung Tri; Alauhdin, Mohammad
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4756

Abstract

Penentuan kadar kadmium dalam limbah industri dilakukan dengan metode kopresipitasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar logam kadmium yang bersifat racun dan dapat membahayakan kehidupan manusia. Penentuan kadar kadmium dalam limbah industri elektroplating dengan metode kopresipitasi menggunakan bantuan ligan ammonium pirolidin ditiokarbamat (APDC). Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah: variasi pH dari 2-8, volume ligan APDC dari 0,5-4 mL, waktu pengadukan dari 5-25 menit, dan pengaruh interferensi ion logam Cr6+ terhadap hasil analisis Cd2+. Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: pH optimum larutan adalah 4, volume APDC optimum adalah 1 mL, waktu pengadukan optimum 5 menit, dan % recovery ion Cd2+ pada kondisi optimum sebesar 96,913%. Logam Cr6+ dapat menggangu analisis logam Cd2+ pada perbandingan 1:10. Kondisi optimum yang diperoleh kemudian diaplikasikan dalam limbah industri elektroplating dan diperoleh kadar kadmium sebesar 0,5793 ppm.
KANDUNGAN KIMIA DAN POTENSI BEBERAPA JENIS TEPUNG UBI JALAR PADA PEMBUATAN ROTI Rahmawati, Arisna; Supartono, Supartono; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4757

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia tepung ubi jalar (variasi jenis ubi jalar) dan mengaplikasikan dalam pembuatan roti tawar. Kandungan kimia yang ditentukan dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, protein, zat besi (Fe), seng (Zn), dan total karoten dan dibandingkan dengan SNI tepung terigu. Hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar air, dan kadar abu, zat besi yang didapat masih memenuhi SNI tepung terigu, tetapi pada kadar protein, seng belum dapat memenuhi SNI tepung terigu. Roti tawar dibuat dengan komposisi campuran tepung terigu dan tepung ubi jalar baik putih, ungu maupun kuning 80:20. Kualitas roti tawar tersebut diketahui dengan menguji kadar air, kadar abu, serat kasar dan uji organoleptik. Berdasarkan uji organoleptik roti tawar yang paling disukai panelis adalah roti tawar ubi jalar putih. Hasil perhitungan kadar air, abu pada roti tawar ubi jalar masih memenuhi SNI, sehingga layak dikonsumsi.
PENGGUNAAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DALAM PENGAWETAN IKAN BANDENG Rasydta, Hani Prima; Sunarto, Wisnu; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan lama waktu perendaman ikan bandeng terhadap daya awet ikan bandeng.Konsentrasi asap cair tempurung kelapa di variasi dengan konsentrasi 1; 1,5; 2, dan 2,5% volume/volume. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa optimal untuk mengawetkan bandeng adalah 2%, dengan hasil análisis kadar air, lemak dan protein sebesar 70,02; 3,73, dan 20,40%. Pengawetan ikan bandeng dengan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2% kemudian divariasi dengan lama waktu perendaman selama 10, 20, 30 dan 40 menit. Análisis kadar air menunjukkan lama waktu perendaman optimal adalah selama 20 menit dengan kadar air sebesar 60,01%, sedangkan untuk kadar lemak dan protein sebesar 4,41% dan 20,75%. Análisis TPC (total plate count) pada ikan bandeng yang direndam dalam asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menunjukkan bahwa ikan bandeng tersebut masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga penyimpanan pada suhu kamar.
PERBANDINGAN METODE HIDROLISIS ENZIM DAN ASAM DALAM PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA UBI JALAR UNGU Devita, Christianti; Pratjojo, Winarni; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4759

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asam dan enzim terhadap komposisi sirup glukosa hasil hidrolisis dari pati ubi jalar ungu. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa hidrolisis baik enzim maupun asam sangat dipengaruhi oleh suhu, waktu serta volume. Pada metode hidrolisis enzim didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan amilase 3 mL dan suhu proses hidrolisis 60°C selama 2 jam sebesar 38,4917 gram. Pada metode hidrolisis asam didapat hasil sirup glukosa yang paling baik dengan penambahan asam 15 mL dan proses hidrolisis selama 4 jam dengan suhu 130°C sebesar 30,7065 gram. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), kadar air dalam sirup glukosa maksimal 20%, kadar abu maksimal 1% dan kadar gula reduksi minimal 30%. Metode hidrolisis enzim lebih baik daripada metode hidrolisis asam karena metode hidrolisis enzim memiliki nilai yang sesuai dengan standar sirup glukosa sesuai dengan SNI. Kadar air 4,55 %, kadar abu 0,25 %, kadar bahan kering 26,63 % dan kadar gula reduksi 40,78 %.
ANALISIS KADAR NPK PUPUK CAIR LIMBAH TAHU DENGAN PENAMBAHAN TANAMAN THITONIA DIVERSIVOLIA Makiyah, Mujiatul; Sunarto, Wisnu; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4760

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman Thitonia Diversivolia sebagai penambahan kadar NPK pada pupuk cair limbah tahu. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar NPK pada pupuk cair limbah tahu, waktu optimal untuk fermentasi limbah cair tahu, dan banyaknya tanaman Thitonia Diversivolia yang ditambahkan agar diperoleh kadar NPK optimal. Preparasi Thitonia Diversivolia dikeringkan kemudian dihaluskan dengan blender. Pupuk induk dibuat dari fermentasi limbah cair tahu dengan waktu fermentasi 4, 8 dan 12 hari kemudian pupuk induk ditambahkan dengan serbuk Thitonia Diversivolia sebanyak 1, 3, 5, 7, dan 9 g. Metode yang digunakan adalah metode Kjeldahl dan Spektrofotometri. Pada penentuan kadar P dan K sampel didestruksi dengan larutan HNO3 dan HClO4 pekat pada suhu 300ËšC selama sampai larutan hanya tersisa 0,5 mL kemudian diencerkan setelah itu dianalisis dengan Spektrofotometer. Kadar NPK tertinggi sebesar 0,0732% , 0,08406 % dan 0,7189 % didapat dari sampel fermentasi 4 hari dengan penambahan serbuk matahari meksiko 9 g.

Page 2 of 3 | Total Record : 30