cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015)" : 30 Documents clear
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JATI SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA Pratama, Yosi; Prasetya, Agung Tri; Latifah, Latifah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh lama perendaman daun jati terhadap absorbansi ekstrak pekat daun jati, trayek pH yang dihasilkan, pengaruh asam askorbat terhadap stabilitas ekstrak dan kesalahan titrasi teoritis penggunaannya pada titrasi asam-basa. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara memvariasi lama perendaman dengan pelarut etanol-HCl, 16, 20, 24 dan 28 jam. Ekstrak optimalnya ditambahkan pada larutan dengan pH 1-13 untuk mengetahui trayek pH. Pengaruh keberadaan asam askorbat pada stabilitas ekstrak diamati dengan menambahkan 100, 250, 400 dan 550 ppm asam askorbat ke dalam ekstrak tersebut, diamati selama 25 hari, dan dianalisa kondisi absorbansinya setiap lima hari sekali setelah hari pertama. Ekstrak kemudian digunakan sebagai indikator titrasi asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan asam kuat-basa lemah. Lama perendaman pada menghasilkan 24 jam sebagai lama perendaman maksimal dan trayek pH ekstrak diketahui pada pH 7-8. Keberadaan asam askorbat mempengaruhi stabilitas ekstrak pekat daun jati, semakin tinggi konsentrasi asam askorbat yang ditambahkan, semakin besar pula penurunan absorbansi pada panjang gelombang maksimum ekstrak. Penggunaan ekstrak pada titrasi asam kuat-basa kuat memiliki persentase kesalahan yang lebih kecil, yaitu sebesar +0,002295%.
PENGARUH PELARUT TERHADAP KARAKTERISTIK NANO TiO2-SiO2 SEBAGAI PENAMBAH SELF-CLEANING CAT AKRILIK Ridwan, Agus; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pelarut (metanol, 1-propanol, 2-propanol) terhadap karakteristik material nano TiO2-SiO2. Material nano TiO2-SiO2 diaplikasikan sebagai additif dalam cat akrilik untuk memberikan sifat self-cleaning.  Metode sol-gel digunakan dalam sintesis partikel TiO2-SiO2 dengan variasi jenis pelarut menggunakan perbandingan mol prekursor TEOS:TiIPP yaitu 5:1. Teknik pengujian self-cleaning menggunakan metode pengukuran sudut kontak dan waktu alir air pada permukaan padatan yang telah dilapisi cat akrilik termodifikasi TiO2-SiO2. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui struktur kristal, DR-UV untuk mengetahui celah pita energi (Eg), dan TEM untuk mengetahui morfologi dan ukuran partikel. Hasil XRD dan TEM menunjukkan bahwa sifat padatan adalah amorf. Hasil FTIR menunjukkan ikatan Si-O, O-H dan Ti-O dominan dalam padatan. Hasil DR-UV menunjukkan partikel TiO2-SiO2 dengan pelarut metanol (A1) memiliki celah pita energi (Eg) terkecil 3,76 eV. Hasil pengujian  sudut kontak terkecil dan waktu alir paling lama pada variasi konsentrasi 15%.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN BANTUAN ENZIM SELULASE DARI JAMUR TIRAM Setiawan, Hery; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi fosil di Indonesia seperti bensin kian meningkat, sementara itu ketersediaan energi fosil berbanding terbalik dengan kebutuhannya, sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif terbarukan seperti bioetanol. Indonesia merupakan penghasil beras besar di dunia yang memberikan limbah padat jerami padi yang sangat besar yaitu 180 juta ton bahan kering per tahun. Jerami padi ini mengandung sekitar 40% selulosa, 30% hemiselulosa dan 15% lignin. Kadar selulosa yang cukup tinggi ini dapat dikonversi menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas rasio enzim selulase dari jamur tiram dengan jerami padi dalam proses hidrolisis untuk menghasilkan glukosa yang dapat dikonversi menjadi bioetanol. Jerami padi dijadikan serbuk kemudian dilakukan delignifikasi dengan larutan NaOH 0,01 M. Selanjutnya hidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan variasi rasio substrat (gram) dengan enzim (mL) sebesar 0,06 g/mL, 0,08 g/mL, 0,10 g/mL, dan 0,20 g/mL diinkubasi 2 jam pada suhu 50 ºC. Hidrolisat paling baik pada rasio sebesar 0,10 g/mL menghasilkan kadar 0,2738 mg/20g substrat dianalisis glukosa dengan spektrofotometer UV-Vis serta dilanjutkan proses fermentasi dengan variasi waktu 3, 6, 9, dan 12 hari kemudian didestilasi. Hasil destilat hari ke-6 menghasilkan kadar etanol yang paling tinggi yaitu sebesar 1,7793%.
TRANSESTERIFIKASI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI RIMPANG KENCUR DENGAN VITAMIN C TERKATALIS LIPASE Alchaddad, Muhammadad; Siadi, Kusoro; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi transesterifikasi etil p-metoksisinamat dengan asam askorbat dilakukan dengan biokatalis enzim lipase yang diekstrak dari jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ester-C dari turunan etil p-metoksisinamat dengan vitamin C sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik dan juga untuk mengetahui aktivitas dari enzim lipase sebagai biokatalis. Etil p-metoksisinamat dapat diisolasi dari rimpang kencur secara maserasi dengan pelarut n-heksana. Selanjutnya etil p-metoksisinamat yang memiliki gugus fungsi ester dapat ditransformasi gugus fungsi melalui reaksi transesterifikasi. Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah variasi waktu dari 18, 36, 54, dan 72 jam, dan pengaruh jumlah penambahan enzim lipase terhadap hasil sintesis ester-C. Identifikasi produk menggunakan spektrofotometer FTIR, kromatografi GC-MS dan HPLC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total rendemen dari isolasi etil p-metoksisinamat sebesar 7,78% dengan aktivitas enzim lipase dari ekstrak jamur tiram adalah sebesar 1,784 u/mL. Dari analisis HPLC waktu terbaik dalam penelitian ini adalah 72 jam dengan jumlah penambahan enzim lipase 2 mL diperoleh persen area dari ester-C  sebesar 4,75%
EFEK PERUBAHAN KONSENTRASI PADA HIDRASI α-PINENA DARI TERPENTIN DENGAN KATALIS ASAM TRIKLOROASETAT Pratigto, Setiarto; Siadi, Kusoro; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alfa pinena sebagai komponen utama minyak terpentin dapat ditransformasikan menjadi senyawa derivatnya. Alfa terpineol merupakan senyawa turunan dari α-pinena yang banyak dimanfaatkan sebagai senyawa fragrance, digunakan  dalam kosmetika dekoratif, sampo, sabun dan deterjen. Penelitian ini bertujuan mengubah α-pinena menjadi α-terpineol yang merupakan bahan baku industri parfum dengan menggunakan katalis asam trikloroasetat, yang diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi. Metode penelitian dengan reaksi hidrasi yaitu mengaduk antara α-pinena, aseton dan aquabides pada temperatur 60 °C. Setelah temperatur tercapai, ditambahkan TCA. Cuplikan diambil pada waktu reaksi 60 menit, 75 menit dan 90 menit. Kemudian hasil reaksi disaring, diperoleh filtrat. Hasil reaksi kemudian diekstraksi dengan diklorometana dan dipisahkan. Selanjutnya dinetralkan dengan larutan Na2CO3, kemudian disaring diperoleh filtrat. Fase organik diambil dan ditambahkan Na2SO4 anhidrat. Setelah itu diuji dengan IR, GC serta GC-MS. Hasil penelitian diperoleh kadar α-pinena sebesar 86,740% dari isolasi minyak terpentin, sedangkan hasil reaksi hidrasi α-pinena menjadi α-terpineol menggunakan katalis asam trikloroasetat diperoleh pada kondisi temperatur 60 °C waktu reaksi 60 menit dengan perbandingan konsentrasi reaktan 3:2 sebesar 52,848%. Karakterisasi IR menunjukkan keberadaan gugus –C-O- dan –OH yang khas menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah senyawa alkohol. Hasil analisis dari spektra massa menunjukkan produk α-terpineol sebagai produk utama.
OPTIMASI ADSORPSI Pb(II) OLEH BIOMASSA Aspergillus niger YANG DIIMOBILISASI PADA SILIKA GEL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6163

Abstract

Pb(II) merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga. Biosorpsi adalah metode alternatif untuk mengatasi pencemaran Pb(II) dengan menggunakan organisme organik diantaranya jamur. Aspergillus niger merupakan jamur yang memiliki dinding sel tersusun oleh gugus karboksil dan gugus amino yang mampu bertindak sebagai penukar ion dan pembentukan kompleks dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biomassa Aspergillus niger yang diimobilisasi pada silika gel untuk menurunkan logam Pb(II). Biosorpsi Pb(II) dilakukan pada variasi pH 3, 4, 5, 6, dan 7, perbandingan Aspergillus niger dengan silika gel 8 : 2, 6 : 4, 4 : 6, 2 : 8, tanpa silika gel dan tanpa Aspergillus nige , waktu kontak 30, 60, 90, 120, dan 150 menit, konsentrasi 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm, serta massa adsorben 1, 2, 3, 4, dan 5 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum larutan pada pH 7, waktu 90 menit, perbandingan Aspergillus niger dengan silika gel 6 : 4, konsentrasi 30 ppm dan massa adsorben 1 gram. Pada aplikasi dalam sampel limbah diperoleh konsentrasi awal limbah sebesar 2,0252 ppm setelah diadsorpsi diperoleh konsentrasi akhir sebesar 0,2321 ppm sehingga persentase ion Pb(II) yang teradsorpsi oleh biomassa Aspergillus niger yang diimobilisasi oleh silika gel sebesar 90,69 %.
TRANSESTERIFIKASI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI RIMPANG KENCUR DENGAN VITAMIN C TERKATALIS LIPASE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6165

Abstract

Reaksi transesterifikasi etil p-metoksisinamat dengan asam askorbat dilakukan dengan biokatalis enzim lipase yang diekstrak dari jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ester-C dari turunan etil p-metoksisinamat dengan vitamin C sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik dan juga untuk mengetahui aktivitas dari enzim lipase sebagai biokatalis. Etil p-metoksisinamat dapat diisolasi dari rimpang kencur secara maserasi dengan pelarut n-heksana. Selanjutnya etil p-metoksisinamat yang memiliki gugus fungsi ester dapat ditransformasi gugus fungsi melalui reaksi transesterifikasi. Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah variasi waktu dari 18, 36, 54, dan 72 jam, dan pengaruh jumlah penambahan enzim lipase terhadap hasil sintesis ester-C. Identifikasi produk menggunakan spektrofotometer FTIR, kromatografi GC-MS dan HPLC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total rendemen dari isolasi etil p-metoksisinamat sebesar 7,78% dengan aktivitas enzim lipase dari ekstrak jamur tiram adalah sebesar 1,784 u/mL. Dari analisis HPLC waktu terbaik dalam penelitian ini adalah 72 jam dengan jumlah penambahan enzim lipase 2 mL diperoleh persen area dari ester-C  sebesar 4,75%
AKTIVITAS FOTOKATALITIK CuO/ZnO PADA REAKSI OKSIDASI FENOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6166

Abstract

Telah dilakukan penelitian reaksi oksidasi fenol dengan oksidan H2O2 menggunakan katalis CuO/ZnO. ZnO disintesis dengan metode kopresipitasi, dilanjutkan proses impregnasi ZnO dengan prekursor Cu(NO3)2.3H2O menghasilkan katalis CuO/ZnO. Katalis ZnO dan CuO/ZnO hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, DR-UV, dan aktivitas katalitiknya diuji pada reaksi oksidasi fenol. Hasil karakterisasi dengan Difraksi sinar-X menunjukkan bahwa katalis  ZnO hasil sintesis berstrukur wurtzite dan keselurahan katalis hasil sintesis berukuran nano. Karakterisasi dengan DR-UV menunjukkan bahwa energi gap menurun seiring dengan semakin meningkatnya konsentrasi Cu yang ditambahkan pada ZnO. Kondisi optimum reaksi oksidasi fenol dengan katalis 50% CuO/ZnO dan oksidan H2O2 pada variasi waktu 1 sampai 5 jam, teramati pada saat reaksi berlangsung 2 jam, dengan pelarut metanol. Fenol yang terdegradasi sebesar 0,6903 mmol, konversi 6,48 %  dan selektivitas terhadap hidroquinon 44,49%. Sedangkan pada katalis XCuO/ZnO konversi fenol meningkat dengan naiknya loading CuO 10% hingga 50%, dan menurun kembali pada CuO 70%.
SINTESIS NANOKOMPOSIT TiO2/SiO2-PVA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6168

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanokomposit TiO2­/SiO2-PVA dan aplikasinya sebagai antibakteri untuk mengetahui (i) pengaruh rasio mol SiO2/TiO2 terhadap band gap, (ii) pengaruh metode pencampuran reaktan terhadap ukuran partikel, (iii) efektivitas kemampuan nanokomposit sebagai antibakteri. Komposit disintesis menggunakan metode sol gel dengan prekursor TiIPP dan TEOS. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD, DR-UV, FT-IR untuk mengetahui ukuran partikel, band gap dan gugus fungsi yang muncul. Hasil analisis menunjukkan rasio mol SiO2 10%, 15% dan 20% menghasilkan nilai band gap sebesar 3,04; 3,09 dan 3,00 eV. Hasil analisis FT-IR menunjukkan vibrasi asimetris Si-O dari Si-O-Si muncul pada bilangan gelombang 1057,49 cm-1; 1053,12 cm-1 dan 1083,88 cm-1. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa nanokomposit metode A dan metode B memiliki ukuran partikel sebesar 11,05 dan 10,49 nm. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa nanokomposit TiO2­/SiO2-PVA memiliki kemampuan sebagai antibakteri E.coli.
Pemanfaatan Limbah Tandan Kelapa Untuk Pembuatan Bioetanol Melalui Proses Hidrolisis dan Fermentasi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6170

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.

Page 2 of 3 | Total Record : 30