cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2015)" : 30 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KELAPA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI Putri, Eleny Sania; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG RAJA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Pb(II) Dewi, Metta Sylviana; Susatyo, Eko Budi; Susilaningsih, Endang
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, dan menentukan kapasitas serta energi adsorpsinya. Hasil karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik adalah arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 2,5 M dengan daya serap iodin sebesar 425,4424 mg/g, kadar air sebesar 0,6399 %, kadar abu sebesar 2,4135 %, luas permukaan sebesar 3,431 m2/g dan rata-rata jari-jari pori sebesar 32,3493 Å. Optimasi pH proses adsorpsi terjadi pada pH 4, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 20 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi Pb(II) dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 100 ppm. Kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 diperoleh dari isoterm adsorpsi Langmuir sebesar 16,3666 mg/g dan energi adsorpsi ion Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 sebesar 16,0103 kJ/mol. Kata kunci : Arang aktif, kulit pisang raja, H2SO4, ion Pb(II), adsorpsi
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KARBON XEROGEL DARI RESORSINOL DAN FORMALDEHID Takayomi, Lintang Tyas; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran limbah merupakan salah satu masalah serius yang sedang dihadapi oleh manusia. Karbon xerogel digunakan sebagai adsorben yang paling sering digunakan karena strukturnya yang berpori sehingga dapat menyerap senyawa beracun dalam pencemaran limbah. Karbon xerogel terbentuk melalui reaksi polikondensasi Resorsinol-Formaldehid. Hasil analisis gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukan bilangan gelombang sekitar 3.448 cm-1 dan antara 2.368 cm-1 dan 3.070 cm-1 yang merupakan karakteristik peregangan O-H. Pita absorpsi terdapat pada 2.924 cm-1 yang merupakan gugus C-H. Analisis luas permukaan karbon xerogel menggunakan metode BET menghasilkan luas pori total (St) sebesar 14,266 m­2/g. Analisis fasa mineral menggunakan XRD menunjukkan bahwa karbon xerogel merupakan adsorben yang mempunyai fasa amorf. Adapun hasil perbandingan Resorsinol-Formaldehid 1:1 pada sintesis karbon xerogel merupakan hasil perbandingan yang paling baik.
PENENTUAN KADAR ION TIMBAL (Pb2+) DALAM PERAIRAN DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN APDC A’inni, Muhammad; Prasetya, Agung Tri; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan kadar ion timbal dalam perairan dilakukan dengan metode kopresipitasi menggunakan APDC. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimasi proses kopresipitasi ion Pb2+ menggunakan ligan APDC. Hasil optimasi diterapkan pada penetuan kadar ion timbal dalam perairan dengan metode kopresipitasi menggunakan ligan APDC. Variabel yang diselidiki meliputi optimasi variasi pH (2-8), volume ligan APDC 2 % (0,5 - 4 mL), waktu pengadukan dari 5-25 menit, dan pengaruh interferensi ion logam Fe3+ terhadap hasil analisis ion Pb2+. Penelitian memberikan hasil optimasi dengan pH optimum  4, volume APDC optimum 3 mL, waktu pengadukan optimum 10 menit, dan % recovery ion Pb2+ pada kondisi optimum sebesar 106,526%. Ion logam Fe3+ dapat menggangu analisis ion logam Pb2+ pada perbandingan 1:10. Kondisi optimum yang diperoleh kemudian diaplikasikan dalam perairan di sungai dekat dengan kawasan industri Tugu semarang dan diperoleh kadar ion timbal sebesar 5 ppm dalam 10 mL.
KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI EKSTRAK KEDELAI DAN TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Rachmayanti, Widya Putri; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengemas makanan merupakan bahan yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas suatu bahan. Edible film merupakan solusi kemasan pangan berkualitas. Penambahan antimikroba ekstrak kayu manis(v/v) dan ekstrak bawang putih(v/v) pada edible film dapat sebagai nilai tambah pengemas makanan. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya dengan FS/SPAG 01/2650 texture analyser. Kadar air edible film ekstrak kayu manis dan ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 1% dan 1,5% berkisar antara 9,07% - 13,01%. Densitas antimicrobial film berkisar antara 2,16 g/cm3 – 3,42 g/cm3. Nilai modulus young berkisar antara 2,101 Mpa – 2,872 Mpa. Nilai tensile strength didapat 2,354 N/mm2 – 3,808 N/mm2. Extension at maximum sebesar 4,626 mm – 6,880 mm. Pengujian antimikroba paling efektif sebagai penghambat mikroba Escherichia coli adalah edible film ekstrak bawang putih 1,5%.
PENENTUAN KADAR ION TIMBAL (Pb2+) DALAM PERAIRAN DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN APDC
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8275

Abstract

Penentuan kadar ion timbal dalam perairan dilakukan dengan metode kopresipitasi menggunakan APDC. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimasi proses kopresipitasi ion Pb2+ menggunakan ligan APDC. Hasil optimasi diterapkan pada penetuan kadar ion timbal dalam perairan dengan metode kopresipitasi menggunakan ligan APDC. Variabel yang diselidiki meliputi optimasi variasi pH (2-8), volume ligan APDC 2 % (0,5 - 4 mL), waktu pengadukan dari 5-25 menit, dan pengaruh interferensi ion logam Fe3+ terhadap hasil analisis ion Pb2+. Penelitian memberikan hasil optimasi dengan pH optimum  4, volume APDC optimum 3 mL, waktu pengadukan optimum 10 menit, dan % recovery ion Pb2+ pada kondisi optimum sebesar 106,526%. Ion logam Fe3+ dapat menggangu analisis ion logam Pb2+ pada perbandingan 1:10. Kondisi optimum yang diperoleh kemudian diaplikasikan dalam perairan di sungai dekat dengan kawasan industri Tugu semarang dan diperoleh kadar ion timbal sebesar 5 ppm dalam 10 mL.
REAKSI ESTERIFIKASI BUTANOL DENGAN ASAM ASETAT TERKATALISIS KATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8276

Abstract

Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester. Reaksi esterifikasi pada umumnya menggunakan asam anorganik seperti H2SO4, reaksi esterifikasi pada umumnya menyebabkan korosi untuk menghambat maka digunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Bagaimana reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Zeolit beta direndam dalam 25 mL ZrCl4 selama 24 jam dan diaduk dengan stirer kemudian campuran disaring dengan vakum dan dicuci dengan aquadest, setelah itu filtrat dideteksi dengan larutan AgNO3 untuk menghilangkan Cl- kemudian dikeringkan pada suhu 120°C selama 2 jam dan dikalsinasi pada suhu 400°C selama 3 jam, katalis dikarakterisasi dengan XRD, BET. Telah dipelajari pembuatan katalis dengan cara pengembanan logam zirconium kedalam zeolit beta dengan metode pertukaran ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Karakterisasi katalis analisis kristalinitas katalis menggunakan XRD,  uji BET. Esterifikasi butanol direaksikan dengan asam asetat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta dengan pelarut diklorometana pada variasi waktu 4,6,8,12 dan 24 jam dan temperatur 80°C. Selama reaksi berlangsung, dicuplik 20mL sampel  pada waktu reaksi 4, 6, 8, 12 dan 24 jam.  Untuk memisahkan produk organik dengan air, lapisan organik  ditambah dengan Na2SO4 anhidrid, kemudian dialiri gas N2untuk menghilangkan pelarutnya. Kemudian dianalisis menggunakan GC, GC-MS, FTIR.  Hasil butanol dengan asam asetat didapatkan produk butil etanoat.  Hasil esterifikasi Pada waktu 4 jam 48%, 6 jam 49%, 8 jam 50%, 12 jam 51%, dan 24 jam 53%.
UJI PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8277

Abstract

Brownies yang beredar di pasaran umumnya dibuat dengan bahan baku tepung terigu. Pembuatan brownies dengan substitusi tepung terigu oleh tepung mocaf merupakan upaya diversifikasi pangan guna memanfaatkan komoditi pangan lokal sebagai bahan baku yang bernilai gizi dengan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggantian tepung terigu oleh tepung mocaf sebagai terhadap kandungan proksimat serta tingkat penerimaan konsumen. Variasi yang diselidiki adalah variasi perbandingan komposisi penggunaan bahan baku tepung terigu dengan tepung mocaf yakni sebanyak 100% tepung terigu, 60% : 40% tepung mocaf, 40% : 60% tepung mocaf, dan 100% tepung mocaf.  Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: semakin banyak komposisi tepung mocaf yang digunakan, maka semakin tinggi kadar karbohidrat yang dihasilkan dikarenakan kandungan pati yang terdapat dalam tepung mocaf lebih tinggi dibanding yang terdapat dalam tepung terigu. Brownies sampel A yang dibuat dengan komposisi 100% tepung terigu merupakan brownies yang paling banyak disukai oleh konsumen.
KARAKTERISASI TCA-ZA PADA HIDRASI α-PINENA DAN UJI HASIL HIDRASI SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8278

Abstract

Alfa terpineol merupakan senyawa hasil hidrasi α-pinena dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah katalis TCA-ZA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi TCA-ZA yang optimal menghasilkan senyawa α-terpineol serta mengetahui daya hambat senyawa α-terpineol terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari hasil GC diperoleh penggunaan katalis 35% TCA-ZA menghasilkan senyawa α-terpineol dengan kadar 12,7491% akan tetapi dari hasil IR tidak diperoleh serapan gugus –OH melainkan serapan gugus C-O pada 1149,57 cm-1 yang mengindikasikan senyawa α-terpineol merupakan alkohol tersier. Selanjutnya hasil daya hambat menunjukkan senyawa α-terpineol dengan katalis 5% TCA-ZA, 20% TCA-ZA, 35% TCA-ZA, 50% TCA-ZA mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan diameter zona hambat 16,3 mm; 14,6 mm; 15,3 mm; dan 16 mm. Sedangkan diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus 12,6 mm; 15 mm; 14,6 mm; dan 15,3 mm.
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KELAPA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8279

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.

Page 2 of 3 | Total Record : 30