cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2015)" : 30 Documents clear
KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI EKSTRAK KEDELAI DAN TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8280

Abstract

Pengemas makanan merupakan bahan yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas suatu bahan. Edible film merupakan solusi kemasan pangan berkualitas. Penambahan antimikroba ekstrak kayu manis(v/v) dan ekstrak bawang putih(v/v) pada edible film dapat sebagai nilai tambah pengemas makanan. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya dengan FS/SPAG 01/2650 texture analyser. Kadar air edible film ekstrak kayu manis dan ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 1% dan 1,5% berkisar antara 9,07% - 13,01%. Densitas antimicrobial film berkisar antara 2,16 g/cm3 – 3,42 g/cm3. Nilai modulus young berkisar antara 2,101 Mpa – 2,872 Mpa. Nilai tensile strength didapat 2,354 N/mm2 – 3,808 N/mm2. Extension at maximum sebesar 4,626 mm – 6,880 mm. Pengujian antimikroba paling efektif sebagai penghambat mikroba Escherichia coli adalah edible film ekstrak bawang putih 1,5%.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOAMY GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8281

Abstract

Sintesis dan karakterisasi foamy geopolymer berbahan dasar abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis geopolimer dilakukan dengan variasi penambahan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai foaming agent. Hidrogen peroksida (H2O2) yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% b/b dengan interval 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penambahan H2O2 yang optimum adalah 2%, dengan kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m3, konduktivitas panas 0,061 Waat/moK, dan nilai kadar air sebesar 13,492%. Analisis fasa mineral dengan XRD menunjukkan bahwa geopolimer mengandung fasa amorf dengan kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa geopolimer telah terbentuk, ditandai dengan adanya pita vibrasi ulur asimetri Si–O–Si atau Si–O–Al pada 995,27 cm-1 dan pita vibrasi tekuk Si–O–Si atau Si–O–Al pada 445,20 cm-1 dan 447,49 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang terbentuk didominasi oleh geopolimer yang homogen dan berpori.
OKSIDASI KARIOFILENA DENGAN H2O2 MENJADI TURUNANNYA DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus aureus
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2O2 terhadap hasil senyawa turunan kariofilena menggunakan katalis Fe2O3/ZAA. Selain itu untuk mengetahui pengaruh senyawa turunan kariofilena hasil reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 berkatalis Fe2O3/ZAA terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian diawali dengan pembuatan katalis Fe2O3/ZAA menggunakan metode impregnasi. Hasil impregnasi katalis Fe2O3/ZAA dan zeolit alam kemudian di uji FTIR dan XRD. Katalis Fe2O3/ZAA kemudian digunakan dalam reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 dalam suasana asam. Konsentrasi H2O2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil oksidasi kemudian di uji FTIR dan GC. Hasil terbaik menurut FTIR dan GC kemudian di uji GC-MS dan daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian didapat bahwa senyawa hasil reaksi oksidasi dengan H2O2 menggunakan katalis Fe2O3/ZAA pada temperatur 70ËšC dan selam 4 jam merupakan senyawa klovena dengan konsentrasi sebesar 46,06%. Konsentrasi optimum senyawa klovena terhadap Staphylococcus aureus yaitu 3 tetes dengan lebar zona bening (daya hambat) sebesar 56,25 mm.
PENGARUH PENGGUNAAN LENGKUAS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA SEGAR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap daya simpan ikan Nila (Oreochromis niloticus) segar, ditinjau dari uji organoleptik, mikrobiologi dan kimia pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen laboratoris dengan lima perlakuan berbeda yaitu kontrol 0% (B1), perlakuan lengkuas basah 15% (B2), 30% (B3), kering 15% (K2) dan 30% (K3) selama 3 hari pengamatan.Hasil uji organoleptik dan mikrobiologi berdasarkan jumlah Angka Lempeng Total (ALT) dari perlakuan penambahan Lengkuas kering dan basah menunjukkan adanya pengaruh yang sangat berbedanyata terhadap daya simpan ikan Nila segar. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan lengkuas basah 30% (B3) yang mampu mempertahankan kesegaran ikan Nila sesuai batas standar layak konsumsi sampai 2 hari.Batas standar pada uji organoleptik berdasarkan SNI 01-2346-2006  adalah 7, dan SNI-01-2332.3-2006 untuk ALT adalah 5 x 105 kol/gram.Hasil analisis uji kimiamemberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, abu, lemak, dan protein pada ikan Nila segar, sebelum dan sesudah perlakuan. Kandungan senyawa fenol, flavonoid, dan minyak atsiri pada lengkuas terbukti mampu menurunkan aktivitas pertumbuhan bakteri pada ikan segar.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KARBON XEROGEL DARI RESORSINOL DAN FORMALDEHID
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8284

Abstract

Pencemaran limbah merupakan salah satu masalah serius yang sedang dihadapi oleh manusia. Karbon xerogel digunakan sebagai adsorben yang paling sering digunakan karena strukturnya yang berpori sehingga dapat menyerap senyawa beracun dalam pencemaran limbah. Karbon xerogel terbentuk melalui reaksi polikondensasi Resorsinol-Formaldehid. Hasil analisis gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukan bilangan gelombang sekitar 3.448 cm-1 dan antara 2.368 cm-1 dan 3.070 cm-1 yang merupakan karakteristik peregangan O-H. Pita absorpsi terdapat pada 2.924 cm-1 yang merupakan gugus C-H. Analisis luas permukaan karbon xerogel menggunakan metode BET menghasilkan luas pori total (St) sebesar 14,266 m­2/g. Analisis fasa mineral menggunakan XRD menunjukkan bahwa karbon xerogel merupakan adsorben yang mempunyai fasa amorf. Adapun hasil perbandingan Resorsinol-Formaldehid 1:1 pada sintesis karbon xerogel merupakan hasil perbandingan yang paling baik.
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA TURUNAN APIGENIN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8285

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian secara komputasi mengenai HKSA senyawa turunan Apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Gaussian-09 dan MarvinBeans-15.1.26. Data deskriptor sterik, hidrofobik dan teoritik dibandingkan dengan data Log 1/IC50 yang diperoleh dari literatur data eksperimental. Data hasil perhitungan diolah  menggunakan  program IBM SPSS 21 menggunakan metode analisis regresi multilinear. Diperoleh persamaan HKSA: Log 1/IC50 = (-19,114) Konstanta + (-103,550) HOMO + (1,036) IPs + (-2,595) Log P + (0,443) Momen Dipole + (0,384) Indeks Harary + (3,689) Indeks Balaban +( -6,244) Indeks Randic + ( 0,160) MSA. n = 11 ; R = 0,999 ; R2 = 0,998 ; SE = 0,0725 ; PRESS = 0,010513 Berdasarkan persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan, yaitu senyawa 3’,3 dimetoksi Apigenin dengan nilai Log 1/IC50prediksi sebesar 3.57691.
SINTESIS SENYAWA ORGANONITROGEN DARI PATCHOULI ALKOHOL MELALUI REAKSI RITTER SEBAGAI ANTIMIKROBA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8286

Abstract

Minyak nilam yang diperoleh dari proses penyulingan tanaman nilam selain banyak dimanfaatkan dalam industri parfum juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dalam menghasilkan senyawa organonitrogen melalui reaksi ritter serta mengetahui aktivitas antimikroba dari hasil transformasi senyawa utama dalam minyak nilam yaitu patchouli alkohol. Patchouli alkohol ditransformasi menjadi senyawa organonitrogen dalam bentuk patchouli asetamida melalui reaksi Ritter pada suhu (-5) - 5°C, 27°C, dan 60°C dengan reagen nitril, asam kuat H2SO4 sebagai katalis. Hasil analisis GC, IR dan GC-MS menunjukkan terbentuknya senyawa patchouli asetamida dengan persentase terbesar 7,49%  pada suhu optimum (-5) - 5°C. Uji antimikroba dari minyak nilam awal, minyak nilam setelah destilasi, minyak nilam setelah kromatografi kolom menunjukkan hasil yang negatif terhadap Candida albicans tetapi positif terhadap Escherichia coli. Minyak nilam hasil destilasi memiliki daya hambat terbesar dengan diameter 15,22 mm. Sedangkan zat hasil sintesis menunjukkan hasil yang negatif terhadap keduanya.
SINTESIS NANOSILIKA DENGAN METODE SOL-GEL DAN UJI HIDROFOBISITASNYA PADA CAT AKRILIK
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8287

Abstract

Nanosilika merupakan salah satu nanomaterial yang pemanfaatannya sangat luas karena beberapa kekhasan yang dimilikinya. Metode sol-gel merupakan alternatif yang baik untuk sintesis nanosilika, karena mampu menyesuaikan struktur geometri dan ukuran partikel. NH3 sebagai katalis digunakan untuk menghasilkan nanopartikel silika sperik yang halus, seragam, dan homogen. Konsentrasi katalis (NH3) sangat berpengaruh terhadap ukuran partikel nanosilika. Hasil sintesis nanosilika dengan metode sol-gel dengan variasi molar rasio NH3/TEOS 0,03, 0,20, dan 0,40 menunjukkan semakin tinggi konsentrasi katalis, semakin meningkatkan ukuran partikelnya. Nanopartikel yang disintesis dikarakterisasi dengan TEM, kemudian uji hidrofobisitas dilakukan pada aplikasi nanosilika yang dicampurkan dengan cat akrilik dengan pengukuran sudut kontak. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 13,36 nm, 15,01 nm, dan 50 nm. Pengukuran sudut kontak pada cat akrilik tanpa tambahan dan dengan tambahan nanosilika menunjukkan hasil yang semakin meningkat dengan variasi jumlah cat. Hasil pengukuran sudut kontak adalah 29,98o, 45,18o, 55,83o, 66,73o, dan 95,63o pada perbandingan nanosilika:cat adalah 1:10, 1:20, 1:30, dan 1:50.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG RAJA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION Pb(II)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8288

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, dan menentukan kapasitas serta energi adsorpsinya. Hasil karakteristik arang aktif kulit pisang raja yang baik adalah arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 2,5 M dengan daya serap iodin sebesar 425,4424 mg/g, kadar air sebesar 0,6399 %, kadar abu sebesar 2,4135 %, luas permukaan sebesar 3,431 m2/g dan rata-rata jari-jari pori sebesar 32,3493 Ã…. Optimasi pH proses adsorpsi terjadi pada pH 4, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 20 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi Pb(II) dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 100 ppm. Kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 diperoleh dari isoterm adsorpsi Langmuir sebesar 16,3666 mg/g dan energi adsorpsi ion Pb(II) oleh arang kulit pisang raja teraktivasi H2SO4 sebesar 16,0103 kJ/mol. Kata kunci : Arang aktif, kulit pisang raja, H2SO4, ion Pb(II), adsorpsi
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR PADA REAKSI ISOMERISASI α-PINENA MENGGUNAKAN KATALIS Zr4+/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i3.8289

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh waktu dan temperatur pada reaksi isomerisasi α-pinena menggunakan katalis Zr4+/zeolit alam. Karakterisasi terhadap katalis meliputi: kristalinitas, yang diamati dengan X-Ray Diffractometer, jumlah Zr4+ teremban diamati menggunakan X-Ray Fluorescence, luas area dan porositas katalis diamati menggunakan Surface Area Analyzer, dan keasaman katalis diamati melalui metode gravimetri. Reaksi isomerisasi dilakukan di dalam reaktor batch dengan variasi temperatur 90, 120 dan 150o C dan variasi waktu reaksi yaitu 60, 90, 120, 150 dan 180 menit. Hasil isomerisasi paling baik dalam penelitian ini diperoleh pada 150oC dengan waktu reaksi 180 menit. Jenis isomer yang diperoleh diamati menggunakan GCMS. Hasil karakterisasi katalis mengindikasikan bahwa modifikasi katalis dengan logam Zr meningkatkan keasaman dari 2,76 ke 6,64 mmol/g dan tidak merusak struktur kristal secara signifikan. Konversi produk tertinggi dalam penelitian adalah 9,24%, hasil ini kurang maksimal disebabkan oleh perlakuan awal terhadap katalis menghasilkan luas area yang rendah. Dengan demikian, temperatur dan waktu reaksi berpengaruh terhadap konsentrasi produk isomerisasi α-pinena di samping pengaruh katalis yang digunakan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30