cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016)" : 30 Documents clear
Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelor dan Bunga Rosella Sudarwati, Dwi; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenol dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat dimanfaatkan untuk terapi darah tinggi dan penyakit kronis tertentu. Tujuan pengujian daya hambat ekstrak  daun kelor dan bunga rosella terhadap bakteri E.coli dan S.aureus dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan konsentrasi yang berbeda (20, 40, 60, 80 dan 100%) dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut n-heksana tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli maupun S.aureus, sedangkan ekstrak daun kelor dan bunga rosella dengan pelarut etanol mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Analisis senyawa flavonoid pada ekstrak daun kelor dan bunga rosella dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), membuktikan bahwa senyawa flavonoid quercetin pada ekstrak daun kelor muncul pada menit ke-1,070 dan untuk ekstrak bunga rosella muncul pada menit ke-1,603.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE Hayati, Etik Isman; Susatyo, Eko Budi; Sunarto, Wisnu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tempe mengandung bahan-bahan organik yang tinggi dan dibuang langsung di lingkungan sekitarnya.Salah satu prosesuntuk pengolahan limbah cair adalah koagulasi. Tanaman di Indonesia yang dapat digunakan sebagai koagulan alternatif adalah biji asam jawa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulandengan parameter turbiditas (kekeruhan) dan COD (Kebutuhan Oksigen Kimiawi). Variabel dalam penelitian meliputi waktu pengadukan (10,15,20 dan 25 menit), pH limbah (3;3,5;4;4 dan 5) dan dosis koagulan (100, 300, 500, 700 dan 900 mg). Metode pengujian COD adalah metode refluks tertutup secara spektrofotometri dan pengujian kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengadukan optimum, pH optimum limbah dan dosis optimum koagulan dalam pengolahan limbah cair tempe dengan koagulan serbuk biji asam jawa adalah 20 menit dengan pH limbah 4 dan penambahan dosis koagulan sebesar 300 mg dalam 200 mL limbah cair tempe.
SINTESIS SENYAWA DIHIDROPIRIMIDINON DARI ETIL ASETOASETAT DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI Fauziyah, Syifa; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa etil asetoasetat banyak digunakan sebagai zat perantara dalam berbagai produk farmasi dan kimia. Sintesis senyawa ini dilakukan melalui reaksi kondensasi Claisen. Senyawa etil asetoasetat hasil sintesis digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis senyawa dihidropirimidinon (I) sebagai senyawa antibakteri yang dibandingkan dengan senyawa dihidropirimidinon (II) dari etil asetoasetat hasil industri. Hasil GC-MS menunjukkan belum terbentuk senyawa etil asetoasetat melainkan senyawa etil asetat. Identifikasi senyawa dihidropirimidinon dilakukan dengan uji titik leleh, uji FT-IR dan uji GC-MS. Hasil rendemen senyawa dihidropirimidinon I dan II yaitu sebanyak 12,92% dan 14,90%. Hasil pengujian titik leleh senyawa dihidropirimidinon I dan II yaitu 199oC dan 201oC. Pengujian aktivitas antibakteri senyawa dihidropirimidinon dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi masing-masing senyawa dihidropirimidinon sebesar 0,1%; 0,2%; dan 0,4%. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri senyawa dihidropirimidinon I maupun senyawa dihidropirimidinon II tidak menunjukkan adanya daya hambat.
DELIGNIFIKASI LIMBAH AMPAS TEBU UNTUK MENDAPATKAN BAHAN BAKU CHEMICAL FLOODING DALAM EOR dahani, wiwik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High content of lignin provide opportunities for bagasse as a source as the source of lignin’s raw materials as to various needs. One of the use of lignin is drainage of petroleum in the reservoir, as for the EOR method. Lignin in the form of lignosulfonate surfactant is widely used because of its resistance to salinity. Lignin as a the surfactant raw material  can be obtained from bagasse delignigication process using NaOH solution extraction method. From the research that has been conducted can be shown that the concentration of NaOH used, the size of flakes bagasse and separation methods have been very influential on the acquisition of lignin. Optimum use of NaOH solution at a ratio of 1:1 weigh  of bagasse, resultsing lignin 24 % when used in natural drying method, and 36,6 % when used method of drying with heating. The separation process by heating while providing higher yields, , it is nonetheless indicated that the physically lignin produced is not as expected. Furhter studies needs to be done to obtain lignin characteristics that match the needs of manufacturing the lignosulfonat as the compatible surfactants for EOR.
Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas Calcium Channel Blocker Senyawa Turunan Dihidropiridin Syaifudin, Moh; Kasmui, Kasmui; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) calcium channel blocker (CCB) model senyawa turunan dihidropiridin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan elektronik. Optimasi model senyawa turunan dihidropiridin menggunakan metode DFT dengan basis set 6-31G memakai software Gaussian09W, dan nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan software Gaussian 09W dan MarvinBeans. Data deskriptor yang digunakan untuk menghitung nilai  pIC50 dan dibandingkan dengan data eksperimen. Hasil perhitungan diperoleh menggunakan software IBM SPSS Statistics 21 dan dianalisis menggunakan metode regresi multilinear dan diperoleh persamaan HKSA: pIC50 = 42,881 + (-219,745) Energi HOMO + (-896,757) Energi LUMO + (-4,521) Momen dipol + (8,151) Log P + (-0,436) Indeks Platt + (-2,314) Indeks Balaban + (0,356) Indeks Harary + (-0,005) Indeks Hyperwiener + (0,013) Indeks Szeged + (-6,302) Wiener polarity + (1,901) Refractivity (n = 14; R = 0,995; R2 = 0,990387; SE = 0,20893; PRESS = 0,087304) Berdasarkan persamaan HKSA tersebut, didapatkan prediksi turunan senyawa dihidropiridin yang sangat berpotensi sebagai calcium channel blocker, yaitu 3-etil 5-fenil 4-(4,5-dibromo-1H-imidazol-2-il)-2,6-dimetil-1,4-dihidropiridin-3,5-dikarboksilat dengan nilai pIC50 27,116.
DELIGNIFIKASI LIMBAH AMPAS TEBU UNTUK MENDAPATKAN BAHAN BAKU CHEMICAL FLOODING DALAM EOR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.8809

Abstract

High content of lignin provide opportunities for bagasse as a source as the source of lignin’s raw materials as to various needs. One of the use of lignin is drainage of petroleum in the reservoir, as for the EOR method. Lignin in the form of lignosulfonate surfactant is widely used because of its resistance to salinity. Lignin as a the surfactant raw material  can be obtained from bagasse delignigication process using NaOH solution extraction method. From the research that has been conducted can be shown that the concentration of NaOH used, the size of flakes bagasse and separation methods have been very influential on the acquisition of lignin. Optimum use of NaOH solution at a ratio of 1:1 weigh  of bagasse, resultsing lignin 24 % when used in natural drying method, and 36,6 % when used method of drying with heating. The separation process by heating while providing higher yields, , it is nonetheless indicated that the physically lignin produced is not as expected. Furhter studies needs to be done to obtain lignin characteristics that match the needs of manufacturing the lignosulfonat as the compatible surfactants for EOR.
Pembuatan dan Karakterisasi Film Pati Kulit Ari Singkong/Kitosan dengan Plasticizer Asam Oleat
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.8917

Abstract

Penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi film pati kulit ari singkong/kitosan dengan plasticizer asam oleat telah dilakukan. Pada penelitian ini, pati kulit ari singkong bertindak sebagai matriks, kitosan sebagai biopolimer pencampur dan asam oleat sebagai lipida. Formulasi larutan yang digunakan diberi nama sebagai berikut: CS75 OA 0%, CS60/CH15/OA 0%, CS45/CH30/OA 0%, CS37,5/CH37,5/OA 0%, CH75/OA 0%, CS75/OA 1%, CS60/CH15/OA 1%, CS45/CH30/OA 1%, CS37,5/CH37,5/OA 1%, dan CH75/OA 1%. CS merupakan pati kulit ari singkong, CH merupakan kitosan dan OA merupakan asam oleat. Asam oleat ditambahkan hingga mencapai konsentrasi akhir larutan sebesar 0% dan 1% (v/b). Film yang dibuat dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR), Tensile Strenght dan analisa water uptake. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa film kulit ari singkong/kitosan dengan plasticizer asam oleat memiliki penampakan visual transparan dan homogen. Hal ini mengindikasikan bahwa pati kulit ari singkong, kitosan dan asam oleat mampu berinteraksi dengan baik. Penambahan asam oleat hingga mencapai konsentrasi akhir larutan 1% (v/b) mempengaruhi sifat fisik film pada variasi tertentu, yaitu meningkatkan % elongasi, namun menurunkan nilai stress, nilai Modulus Young dan nilai water uptake secara signifikan.
ISOLASI 1,8-SINEOL DARI MINYAK KAYUPUTIH DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI FUMIGAN Sitophilus oryzae
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9157

Abstract

Penelitian ini adalah suatu alternatif penggunaan pestisida jenis fumigan yang aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan senyawa aktif sekaligus senyawa terbesar yang terkandung dalam minyak kayuputih yaitu 1,8-Sineol. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dosis minimum dan waktu paparan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat mortalitas 100% pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Pengisolasian senyawa 1,8-Sineol dilakukan dengan metode destilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan hasil analisis menujukkan bahwa kemurnian senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi adalah sebesar 83,36%. Analisis struktur senyawa hasil isolasi menggunakan FTIR dan 1H-NMR menunjukkan bahwa senyawa terisolasi adalah 1,8-Sineol. Senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi ini selanjutnya diujikan aktivitasnya sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa senyawa 1,8-Sineol memiliki kemampuan sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae) karena dapat membunuh kutu beras dengan tingkat mortalitas 100 % pada dosis penggunaan sebanyak 150 µL/L dan waktu paparan selama 45 jam.
OPTIMASI APLIKASI ARANG AKTIF ALANG–ALANG DALAM MENURUNKAN KADAR Cd2+ PADA LARUTAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9158

Abstract

Penelitian mengenai sintesis arang aktif alang-alang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan arang aktif dengan kualitas terbaik dalam menurunkan kadar Cd2+. Sintesis dilakukan melalui proses pemanasan dan diperoleh bilangan iodium 0,038 gram/gram. Kesetimbangan adsorpsi diuji dengan parameter isoterm Langmuir dan Freundlich dengan R2= 0,936 dan R2= 0,627, sehingga kesetimbangan adsorpsi mengikuti persamaan isoterm Langmuir. Aplikasinya dikaji pada pH 2-7, kapasitas 20-30 mg/L, konsentrasi 10-17,5 mg/L, waktu 10-240 menit dan persaingan Cr6+ 0,01-0,4 mg/L. Didapatkan kondisi optimum dengan metode SSA terjadi pada pH 5, konsentrasi 12,5 mg/L, kapasitas 83,626 mg/gram dan waktu kontak 90 menit. Konsentrasi Cr6+ yang kecil belum memberikan persaingan adsorpsi Cd2+. Arang aktif yang diperoleh telah berhasil diaplikasikan pada larutan, sehingga diperlukan aplikasi lanjut terhadap limbah industri langsung. Metode sintesis yang digunakan tidak baik dengan bilangan iodium tidak  memenuhi standar industri, sehingga diperlukan  kajian lagi tentang sintesis arang aktif alang-alang dan  persaingan  antar ion logam lain yang dapat terjadi.
Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelor dan Bunga Rosella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i1.9159

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenol dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar. Dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat dimanfaatkan untuk terapi darah tinggi dan penyakit kronis tertentu. Tujuan pengujian daya hambat ekstrak  daun kelor dan bunga rosella terhadap bakteri E.coli dan S.aureus dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan konsentrasi yang berbeda (20, 40, 60, 80 dan 100%) dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut n-heksana tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli maupun S.aureus, sedangkan ekstrak daun kelor dan bunga rosella dengan pelarut etanol mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Analisis senyawa flavonoid pada ekstrak daun kelor dan bunga rosella dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), membuktikan bahwa senyawa flavonoid quercetin pada ekstrak daun kelor muncul pada menit ke-1,070 dan untuk ekstrak bunga rosella muncul pada menit ke-1,603.

Page 2 of 3 | Total Record : 30