cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2016)" : 30 Documents clear
ISOLASI FLAVONOID DARI BIJI MAHONI (Swietenia macrophylla, King) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI sari, siti novita; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9278

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh – tumbuhan, salah satunya adalah famili meliaceae yaitu pada tanaman mahoni yang terdapat pada bijinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter senyawa flavonoid dan mengetahui konsentrasi hambat minimum yang paling kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil identifikasi senyawa flavonoid menunjukkan adanya gugus fungsi C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, C-O, C=C, dan C-H aromatik pada spektrofotometer IR serta munculnya puncak spektrum pada panjang gelombang 240 nm dan 236 nm pada spektrofotometer UV-Vis, dari hasil yang didapat bahwa senyawa flavonoid hasil isolasi dari biji mahoni merupakan golongan isoflavon. Uji antibakteri yang dilakukan menggunakan metode cakram dari hasil yang didapat menunjukkan senyawa flavonoid hanya berpotensi terhadap bakteri gram negatif dengan konsentrasi hambat minimum 6,5% paling kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
PEMANFAATAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM KLORIDA UNTUK PENGOLAHAN MINYAK GORENG BEKAS Anwar, Rizky Nurarief; Sunarto, Wisnu; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9283

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan akan mengalami kerusakan, karena proses hidrolisis, oksidasi dan polimerisasi yang menghasilkan senyawa-senyawa alkohol, asam lemak bebas, peroksida, aldehid dan keton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas bentonit teraktivasi HCl 1M digunakan untuk meningkatkan kualitas minyak goreng bekas dengan metode adsorpsi. Variasi yang digunakan yaitu rasio massa bentonit : volume minyak goreng bekas 1,25:50, 2,5:50, 3,75:50, 5:50, 7,5:50, 10:50, 15:50, 20:50 dan 25:50 gram : ml dan waktu kontak 10, 20, 30, 40, 50, 60 dan 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum dicapai pada massa bentonit : volume minyak goreng bekas dan waktu kontak yaitu 15 gram : 50 ml dan 30 menit. Angka asam menurun dari 1,0941 mgKOH/gram menjadi 0,2626 mgKOH/gram dengan %penurunan 75,9985%, kemudian angka peroksida menurun dari 11,8643 meq/Kg menjadi 1,6478 meq/Kg dengan %penurunan 86,1114% dan kadar air menurun dari 1,3865%b/b menjadi 0,1250%b/b dengan %penurunan 90,9845%.
SINTESIS ZEOLIT DENGAN KANDUNGAN Si/Al RENDAH DARI KAOLIN MENGGUNAKAN METODE PELEBURAN DAN HIDROTERMAL Setiadi, Amir
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9325

Abstract

Kaolin contains silicon 42,3% and aluminium 24% therefore it is potential as basic material for zeolite synthesis process. Zeolite can be synthesized from material which contains Si and Al. In this study it synthesized zeolite from kaolin using fusion and hidrotermal method. Kaolin was mixed with NaOH powder as mineralizer. Fusion method was carried out on temperature of 450°C for 2 hours then followed by hidrothermal method which was carried out on 175°C for 6 hours. Pro analyst NaOH and technical NaOH were used in this research. This aimed to distinguish the synthesized zeolites from two types of NaOH. The mixing of NaOH powder/kaolin (w/w) is variated respectively 0,5; 1; 1,25; and 1,5. Characterizations of synthesized zeolite were performed by using XRD, FTIR, and SEM. Characterization result showed that zeolite with technical NaOH/kaolin ratio=1,25 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 37,54% and percentage of crystallinity 91,42%. Zeolite with pro analyst NaOH/kaolin ratio=1 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 22,72% and percentage of crystallinity 85,37%. This research showed that based on qualitative aspect, pro analyst NaOH is better as mineralizer in synthesize of zeolite A signed by more peaks, while based on quantitative aspect, technical NaOH is better as mineralizer signed by high crystallinity and pecentage relative intensity value.
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN IRRADIASI MICROWAVE Arifin, Nurul; Harjono, Harjono; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9379

Abstract

Penggunaan microwave dalam sintesis nanopartikel perak telah banyak dilakukan, reduksi partikel perak dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan irradiasi microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bioreduktor dan waktu sintesis nanopartikel perak yang optimum dengan bantuan iradiasi microwave. Daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai bioreduktor. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji yang dipreparasi dengan metode maserasi dan soxhletasi dapat digunakan sebagai bioreduktor dalam sintesis nanopartikel perak. Hasil pengukuran Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimum adalah saat sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor A 5%, B 3%, C dan D 1%. Waktu sintesis yang optimum dari penggunaan bioreduktor A dan C adalah 90 detik, sedangkan bioreduktor B antara 60 – 90 detik dan D adalah 120 detik. Karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel perak mempunyai struktur Face Centered Cubic (FCC) dengan ukuran terkecil mencapai 6,41 nm dan rata-rata ukuran 21,04 nm. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Daya hambat nanopartikel perak terhadap bakteri S. aureus cenderung lebih kuat dibandingkan daya hambat terhadap bakteri E. coli.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM NITRAT DAN TEMPERATUR KALSINASI PADA REAKTIVASI SPENT BLEACHING EARTH Fajrudin, Ahmad; Supartono, Supartono; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9533

Abstract

Spent bleaching earth (SBE) merupakan limbah dari hasil pemucatan CPO. Sebagai limbah diharapkan SBE dapat dilakukan reaktivasi sehingga dapat digunakan kembali pada proses pemucatan CPO. Telah dilakukan penelitian mengenai cara reaktivasi spent bleaching earth (SBE) dengan variasi konsentrasi dari asam nitrat dan temperatur kalsinasi. Konsentrasi asam nitrat yang digunakan ialah 0,1-1 M dengan Temperatur kalsinasi yaitu 200-500 oC. Karakterisasi yang digunakan untuk SBE terreaktivasi ialah FTIR spectrofotometer dan difraksi sinar-X (XRD). Uji penyerapan menggunakan larutan zat warna pakaian dengan konsentrai 500 ppm. Analisis FTIR menunjukkan adanya pemutusan gugus fungsi hidroksi dan karbon karena pengaruh temperatur kalsinasi. Analisis XRD menunjukkan setelah diberi perlakuan pengasaman dan kalsinasi tidak menunjukan adanya kerusakan struktur dari SBE yang terreaktivasi. Analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kapasitas adsorpsi terbaik yaitu 45,5873 gram/gram.
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI BATANG PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI BAHAN BAKU ANTIBAKTERI Supartono, Supartono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9735

Abstract

Antibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang merugikan. Tanaman dianggap sebagai sumber obat yang potensial dan kuat. Salah satunya adalah tanaman pisang yang biasa dipakai sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan pelarut yang tepat dalam mengekstrak batang pisang ambon serta aktivitasnya sebagai antimikroba terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu maserasi dan sokhletasi dengan tiga pelarut etil asetat, etanol dan aquades, dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar teknik cakram. Ekstrak yang memiliki rendemen paling besar adalah ekstrak dengan metode sokhletasi dan pelarut aquades yaitu 20, 2137 %. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas paling baik dengan nilai DDH (Daerah Daya Hambat) 1, 1 cm dan 1 cm untuk E. coli serta 2 cm dan 2,5 cm untuk bakteri S. aureus. Karakterisasi ekstrak etil asetat dengan FT-IR. Senyawa ekstrak etil asetat yang diduga berperan sebagai antimikroba adalah flavonol.
ANTIBAKTERI SABUN MANDI CAIR EKSTRAK KERSEN (Muntingia Calabura L) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes Anjani, Novia Tina; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10388

Abstract

Buah kersen memiliki banyak sekali kegunaan, diantaranya mengatasi diabetes, mengatasi radang tenggorokan, dapat meringankan gejala pilek dan flu, dapat mengatasi kejang di saluran cerna akibat diare dan gastritis, serta dapat digunakan sebagai antibakteri (antiseptik) dan anti tumor. Menggunakan ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksan dan metanol serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak murni buah kersen menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 16 mm dengan kontrol negatif sebesar 9 mm dan menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes sebesar 28 mm dengan kontrol negatif sebesar 20 mm. Ekstrak dalam sabun mandi  cair konsentrasi 10, 20, dan 30%  menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 16,4; 16,8  dan 17 mm. Sediaan juga diuji terhadap bakteri Streptococcus pyogenes, daya hambatnya yaitu 28,5; 29,1  dan 29,9 mm.  Hasil UV-Vis menunjukkan puncak pada panjang gelombng 277 nm dan hasil FT-IR menunjukkan gugus O-H, C-H alifatik, C=C aromatik, C-O alkohol,  dan C-H aromatik yang diduga merupakan senyawa flavonoid golongan flavanol.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI SILIKA LIMBAH LEACHING ZIRKON SEBAGAI ADSORBEN ION Fe(III) Uriastanti, Octavia; Mahatmanti, F. Widhi Tri; Prasetya, Agung Tri; Sari, Erlin Purwita
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10413

Abstract

Studi tentang preparasi silika dari limbah leaching zirkon untuk proses adsorpsi ion Fe(III) telah dilakukan. Hasil preparasi silika di manfaatkan dalam proses adsorpsi ion Fe(III). Limbah leaching zirkon dipreparasi melalui 3 tahap yaitu leaching, pencucian dan pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik silika hasil preparasi memiliki struktur amorf sesuai hasil analisis XRD, dan analisis SAA menunjukkan luas permukaan sebesar 232,6872 m2/g serta ukuran mesopori. Pemanfaatan silika dalam proses adsorpsi ion Fe(III), diperoleh kapasitas adsorpsi terbesar pada variasi konsentrasi 150 ppm. Adsorpsi ion Fe(III) menggunakan silika dari limbah leaching zirkon mengikuti isoterm Freundlich dengan harga Kf yaitu 41,557 dan n sebesar 6,9252.
POTENSI SPEKTROSKOPI FTIR-ATR DAN KEMOMETRIK UNTUK MEMBEDAKAN RAMBUT BABI, KAMBING, DAN SAPI Rafi, Mohamad; Anggundari, Widia Citra; Irawadi, Tun Tedja
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10654

Abstract

Rambut beberapa hewan seperti babi, kambing, dan juga sapi telah digunakan sebagai bahan baku kuas salah satunya kuas untuk produksi makanan seperti kue, roti, dan lainnya. Jika kuas dalam produksi makanan ini terbuat dari rambut babi maka dapat menyebabkan makanan menjadi tidak halal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami melakukan studi keterlaksanaan penggunaan spektroskopi Fourier transform infrared-attenuated total reflectance (FTIR-ATR) yang dikombinasikan dengan kemometrik untuk mengembangkan metode identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing, dan sapi. Spektrum FTIR diukur pada bilangan gelombang 1000-4000 cm-1. Intensitas dari kisaran bilangan gelombang 1215-2007 cm-1 dan 3467-3989 cm-1 dipilih untuk membuat model diskriminasi tiga jenis rambut yang digunakan. Pengelompokan sampel berdasarkan jenis rambutnya dilakukan dengan menggunakan analisis gerombol, analisis komponen utama, dan analisis diskriminan. Model diskriminasi menggunakan AKU dan AD dapat memisahkan ketiga jenis rambut hewan yang digunakan dengan AD memberikan pengelompokan yang lebih terpisah satu sama lainnya. Metode kombinasi FTIR-ATR dan kemometrik dimungkinkan untuk digunakan untuk tujuan identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing dan sapi.
IDENTIFIKASI BETASIANIN DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BIT MERAH (Beta vulgaris L) Mutiara, Stephanie; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.13942

Abstract

Bit merah merupakan salah satu bahan pangan yang bermanfaat. Salah satu manfaatnya yaitu sebagai antioksidan. Pigmen yang berperan sebagai antioksidan di dalam buah bit merah adalah betasianin. Dalam penelitian diuji kadar betasianin dan aktivitasnya sebagai antioksidan sehingga dapat bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar betasianin di dalam buah bit merah dan mengetahui aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap pertama adalah preparasi sampel kemudian ekstraksi betasianin yang menggunakan pelarut etanol 70 %. Tahap kedua yaitu menguji sampel ekstrak etanol buah bit merah dengan menggunakan HPLC dan uji aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap ketiga yaitu menganalisis hasil HPLC dengan membandingkan dari penelitian sebelumnya dan menghitung aktivitasnya sebagai antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan kadar betasianin dalam buah bit merah sebesar 37,64 mg/100 gram dengan aktivitasnya sebagai antioksidan sebesar 79,73 bpj. Dapat disimpulkan bahwa buah bit merah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Page 3 of 3 | Total Record : 30