cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2017)" : 30 Documents clear
Konversi Gondorukem menjadi Fine Chemicals melalui Reaksi Hydrocracking Menggunakan Katalis Ni-Mo/γ-Al2O3 Jayanti, Yeni Fitriana; Savitri, Savitri; Rinaldi, Nino; Priatmoko, Sigit; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A preliminary study of the conversion of rosin oil to fine chemicals through hydrocracking reactions using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalysts has been studied. The purpose of this study was to determine the effect of temperature, initial pressure of hydrogen gas, and reaction time to the reaction of hydrocracking of rosin oil to produce fine chemicals. Hydrocracking of rosin oil is performed on a batch autoclave reactor by varying the reaction temperature (300-350 °C), hydrogen gas pressure (10-40 bar), and reaction time (60-240 min). The amount of Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst used is 1% w/w of rosin oil. The results showed that the compounds contained in rosin oil experienced hydrocracking reaction with the use of high reaction temperature. The use of low hydrogen gas pressure is able to split of rosin oil into fine chemicals, whereas the long reaction time results in the rosin oil being crushed producing more products. The hydrocracking reaction of rosin oil using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst produces the optimum product if high temperatures used with low hydrogen gas usage and reaction time are used relatively long.
Bioremediasi Logam Pb pada Limbah Tekstil dengan Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis Maulana, Alfian; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung logam berat yang bersifat toksik sehingga perlu dilakukan proses pengolahan limbah. Bioremediasi merupakan salah satu metode alternatif  untuk menurunkan kadar logam berat dalam limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroba eksogen Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis terhadap jumlah total sel bakteri pada proses bioremediasi logam Pb sedimen sungai setu dengan metode TPC (total plate count) dan destruksi basah. Mikroba eksogen yang digunakan pada penelitian ini adalah S.aureus dan B. subtilis dengan konsentrasi masing-masing 10 dan 20%. Pengujian sampel dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom) kemudian dihitung penurunan kadarnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total sel tertinggi dengan perlakuan kontrol negatif sebanyak 4,3x108 CFU/mL. Persen penurunan kadar logam Pb tertinggi dengan perlakuan S. aureus 20% sebesar 95,85%, dan waktu inkubasi optimum pada 30 hari.
Perbandingan Daya Antibakteri Ekstrak dan Minyak Piper betle L. terhadap Bakteri Streptococcus mutans Pangesti, Rizki Dwi; Cahyono, Edy; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piper betle has been known as against gram positif and gram negatif bacterial including Streptococcus mutans. S. mutans is the main cause of periodental desease. The purpose of this study is to compare antibacterial power between extract and piper betle oil against S. mutans. Amoxcicilin is used as positive control and ethanol 96% for the negative one. The result show that piper betle oil is more effective than its extract against S. mutans. to know the chemical component Piper betle oil analys by GC-MS while extract screen by fitochemical. Then piper betle oil distillation fractionation was done to produce fraction I, fraction II and fraction III. Each fraction beeing tested antibacterial and analysing by GC. Second fraction is more potential to be antibacterial because it has chavicol compounds (15.039%) which is the one of the phenol group that stronger than the other phenol
Isolasi dan Uji Antibakteri Minyak Daun Sirih Hijau dan Merah Terhadap Streptococcus mutans. Rizkita, Aden Dhana; Cahyono, Edy; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to identify the chemical content and compare the antibacterial effect of Piper betle L and Piper crocatum R oil against Streptococcus mutan. Betel oil is made at 100%, 75%, 50%, 25% concentration and amoxicillin 0.2% as positive control and propylene glycol as negative control. The research method started with oil isolation using distillation of steam and water then identified the content using GC-MS. Antibacterial activity was tested against Streptococcus mutans by disc diffusion method. The results of this research indicate that Piper betle L and Piper crocatum R oil contains terpenoid group compounds. After being characterized using GC-MS, betel oil contains 5 major active compounds that have antibacterial activity that is Sabinene, Myrsene, Camphene, Germacrene and β - Chariophillene. Piper betle oil has better antibacterial properties than Piper crocatum oil with clear zone reaches 10.5 mm while Piper crocatum oil is 7.1 mm.
Konversi Gliserol menjadi Polihidroksibutirat dengan Menggunakan Bakteri Eschericia coli Rahayu, Endah Fitriani; Trisunaryanti, Wega; Wijaya, Karna
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conversion of glycerol into polyhydroxybutyrate (PHB) using Eschericia coli bacteria had beed evaluated. The bacteria was cultured in lactose medium, consist of 1% of lactose, peptone, and NaCl, then incubated at 37oC for 24 h. The bacteria culture was then added into the 10 g/L, 20 g/L, 30 g/L, 40 g/L, and 50 g/L glycerol media and then fermented for 24, 48, 72, and 6 h, then followed by centrifugated and solid phase was dried and weighed as a biomass. The filtrate was analyzed to determine the remaining glycerol. PHB was extracted from the biomass using chloroform, and then analyzed by FT-IR, H-NMR, C-NMR and viscometer. Monomer unit of the polymer was produced by esterification of the polymer then analyzed by GC.                Analysis generates that FT-IR, H-NMR, C-NMR, and GC shows the PHB can be synthesize from glycerol using Eschericia coli. PHB production is increasing if the time fermentation and initial glycerol concentration has been risen, with the maximum PHB produced is 92,73%. Molecular weight of PHB has maximum value if produced at initial glycerol concentration 40 g/L for 96 h. in the initial glycerol concentration 50 g/L, the molecular weight of PHB was reduced.
Lotion Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Antibakteri Sari, Ria Ajeng Putri Nur Indah; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.12234

Abstract

Daun sirsak dapat digunakan sebagai zat antibakteri. Salah satunya menghambat bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli serta penerapannya padalotion. Karakteristik ekstrak menggunakan spektrofotometer Ultra Violet-Visible (UV-Vis), Forier Transform Infrared (FT-IR), dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol daun sirsak menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dengan konsentrasi 25, 50, 100% sebesar 2,3; 3;3,9 mm dan kontrol negatif 2 mm, selain itu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebesar 3,3; 3,3; 3,1 mm dan kontrol negatif 2 mm. Penambahan ekstrak pada lotion sebanyak 1% menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli sebesar 0,7 dan 0,8 mm. Hasil UV-Vis serapan paling tinggi pada 292 nm, hasil FT-IR mengandung gugus OH, C-H alifatik, C=C aromatik, C-O alkohol, dan C-H aromatik yang diduga senyawa dihidroflavanol, dan hasil HPLC diduga adanya quercetin.
Pemanfaatan Bentonit Teraktivasi HCl sebagai Adsorben Ion Logam Cd(II) Nugraha, Muhammad Septian; Mahatmanti, Fransiska Widhi; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.13765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses aktivasi pada bentonit dengan menggunakan asam klorida dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam Cd(II). Beberapa faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi seperti pH, waktu optimum, dan konsentrasi awal ion logam. Selain itu, studi isoterm dan kinetika adsorpsi juga dipelajari dalam penelitian ini. Sampel bentonit sebelum dan sesudah diaktivasi dikarakterisasi menggunakan Surface Area Analyzer (SAA). Analisis kandungan ion logam Cd(II) yang tersisa dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan sampel bentonit memiliki luas permukaan 73,356 m²/g, dan pada bentonit teraktivasi luas permukaan sebesar 100,732 m²/g. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada pH 6 selama 45 menit dan pada konsentrasi awal ion logam Cd(II) 70 mg/L. Adsorpsi ini lebih mengikuti model adsorpsi isoterm Freundlich dengan faktor heterogenitas 1,0940 pada bentonit, dan 1,0465 pada bentonit teraktivasi, dan kinetika adsorpsi pseudo orde dua Ho dengan konstanta laju adsorpsi ion logam Cd(II) sebesar 121,4 g/mg.menit pada bentonit, dan 117,2 g/mg.menit pada bentonit teraktivasi
Biotransformasi α-Pinena Menggunakan Bacillus subtilis Susanto, Aris Tri; Wijayati, Nanik; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.13905

Abstract

Reaksi biotransformasi α-pinena oleh mikroorganisme menghasilkan beberapa senyawa yang berharga. Banyak mikroorganisme yang dapat digunakan untuk mengonversi α-pinena secara spesifik, salah satunya adalah Bacillus subtilis. Kultur Bacillus subtilis diuji aktivitasnya dalam mengonversi α-pinena menjadi senyawa turunannya. Uji aktivitas Bacillus subtilis berdasarkan sumber karbon utama dan lama waktu inkubasi. Sumber karbon utama yang digunakan pada medium biakan adalah sorbitol dan glukosa. Variasi lama waktu inkubasi berdasarkan fase hidup Bacillus subtilis yaitu 8, 10, dan 12 jam. Substrat α-pinena dikonversi menjadi senyawa turunannya yang dianalisis menggunakan FT-IR, GC (Gas Chromatography), dan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Berdasarkan hasil reaksi biotransformasi, glukosa lebih baik daripada sorbitol sebagai sumber karbon utama dengan menghasilkan pada lama waktu inkubasi 12 jam. Hasil reaksi biotransformasi α-pinena oleh Bacillus subtilis ialah senyawa alkohol turunan α-pinena dengan kadar 67,69%. Kata Kunci : α-pinena, biotransformasi, Bacillus subtilis.
Optimasi Ekstraksi Selulosa dari Limbah Pengolahan Agar (Gracilaria verrucosa) sebagai Prekursor Bioetanol Lestari, Melinda Dwi; Sudarmin, Sudarmin; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.14317

Abstract

Kebutuhan bahan bakar di Indonesia lebih tinggi daripada produksinya, sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif terbarukan. Energi alternatif terbarukan ini dapat diperoleh dengan cara mengkonversi selulosa menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaOH dan waktu yang optimum saat ekstraksi selulosa dari limbah pengolahan agar yang dapat menghasilkan kadar selulosa tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui tahap ekstraksi selulosa, hidrolisis kimiawi, serta fermentasi. Limbah pengolahan agar di ekstraksi selulosanya dengan konsentrasi NaOH (15; 17,5; 20 %) dan waktu ekstraksi (15, 35, 55, 75 menit). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar selulosa paling tinggi dari limbah pengolahan agar sebesar 17,62% diperoleh pada kondisi optimum dengan menggunakan NaOH 20% dan waktu 75 menit. Kadar glukosa prekursor bioetanol yang diperoleh dari hidrolisis kimiawi sebesar 980 ppm. Hasil analisis distilat dengan etanol standar menggunakan reaksi kalium dikromat, FT-IR, dan GC dperoleh bahwa distilat mengandung senyawa etanol.
Sintesis dan Karakterisasi Geopolimer dengan Penambahan Serat Eceng Gondok dan Serbuk Aluminium Hakim, Yanuar; Kusumastuti, Ella; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.14418

Abstract

Sintesis dan karakterisasi geopolimer penambahan serat eceng gondok dan serbuk aluminium (Al) berbasis abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis ini dilakukan dengan variasi penambahan serat eceng gondok dan serbuk Al. Serat eceng gondok dan serbuk Al yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% (b/b) abu layang dan 0-0,5 g serbuk Al. Hasil penelitian menunjukan bahwa mol SiO2/Al2O3 optimum adalah 4,90 dengan penambahan serbuk Al sebesar 0,2 g dihasilkan kuat tekan 32,03 MPa, kuat tarik 22,91 MPa, densitas 15888,09 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,1001 Watt/mËšK. Penambahan serat optimum pada 2,5% (b/b) abu layang dengan kuat tekan 27,57 MPa, kuat tarik 24,11 MPa, densitas 1590,26 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,0999 Watt/mËšK. Analisa fasa mineral dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa geopolimer terbentuk ditandai adanya pita vibrasi ulur asimetri Si-O-Si atau Si-O-Al pada 995,27 dan 1002,98 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang tebentuk didominasi oleh matriks geopolimer, pori dan serat. Kata kunci : Abu layang batubara, serbuk aluminium (Al), serat eceng gondok

Page 2 of 3 | Total Record : 30