cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2017)" : 30 Documents clear
Test Strip Pengukur pH dari Bahan Alam yang Diimmobilisasi dalam Kertas Selulosa Wasito, Hendri; Karyati, Eva; Vikarosa, Charlina Detty; Hafizah, Ilmi Nur; Utami, Hamidah Raisa; Khairun, Medi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15116

Abstract

Pengukuran nilai pH sebagai indikator asam-basa produk obat, kosmetik dan makanan memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Alat ukur pH yang ada saat ini harganya masih relatif mahal dan masih menggunakan indikator yang kurang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan suatu alat ukur pH berupa tes strip dari ekstrak bahan alam yang sederhana, murah, akurat dan ramah lingkungan serta menguji alat ukur yang dikembangkan. Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak beberapa bahan alam dan diuji pada larutan pH 0 hingga 14. Optimasi dan imobilisasi ekstrak dilakukan dalam kertas selulosa kemudian dibuat dalam bentuk test strip. Uji performa alat ukur yang dilakukan meliputi uji waktu respon, spesifitas, reprodusibilitas, stabilitas dan uji biodegradable. Hasil yang diperoleh berupa 5 dari 20 ekstrak yang diuji yaitu ektrak rimpang kunyit, kol ungu, bunga kecombrang, mawar merah, dan rosella berpotensi dikembangkan sebagai indikator alami. Waktu uji respon tes strip kurang dari 15 detik dengan spesifisitas, reprodusibilitas, dan stabilitas yang baik serta dapat terurai alami dalam waktu dua hari. Kesimpulan penelitian yaitu alat ukur pH berbentuk test strip dari bahan alam telah berhasil dikembangkan dan diaplikasikan untuk mengukur berbagai sampel produk sehari-hari dengan hasil uji yang baik dan sebanding dengan alat ukur pH meter lainnya.
Optimasi Preparasi Prekursor Bioetanol Limbah Mahkota Nanas Menggunakan Enzim Selulase Jamur Tiram Nufus, Khayatun; Mursiti, Sri; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15141

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio enzim substrat dan waktu hidrolisis selulosa limbah mahkota nanas dalam menghasilkan kadar glukosa yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa tertinggi yang diperoleh adalah 838 ppm yang dilakukan pada rasio enzim substrat (1 : 2 (v/v)) dengan waktu hidrolisis 8 jam. Aktivitas enzim selulase yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,00181 U/mL. Data hasil glukosa yang diperoleh dianalisis menggunakan Anava dua jalur dengan replikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio enzim substrat, waktu hidrolisis dan interaksi rasio enzim substrat dengan waktu hidrolisis berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukosa yang diperoleh. Prekursor bioetanol dengan kadar glukosa tertinggi dilakukan pengujian apakah prekursor tersebut dapat menghasilkan etanol atau tidak. Berdarakan hasil analisis kualitatif dengan K2Cr2O7 dan secara kuantitatif menggunakan HPLC prekursor bioetanol dengan kandungan glukosa tertinggi dapat menghasilkan etanol. Kata Kunci : hidrolisis, rasio enzim substrat dan waktu hidrolisis.
Uji Aktivitas Patchouli dan 1,8-Sineol sebagai Antifungi Trichophyton rubrum Romawati, Carolina; Cahyono, Edy; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15680

Abstract

Patchouli alkohol merupakan senyawa yang diisolasi dari minyak nilam dan mempunyai aktivitas biologi sebagai antifungi. Sedangkan 1,8-sineol merupakan senyawa yang diisolasi dari minyak kayu putih dan juga memiliki aktivitas sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol dari destilasi fraksinasi pada minyak nilam dan minyak kayu putih serta mengetahui aktivitasnya sebagai antifungi Trichophyton rubrum. Identifikasi komponen dan kadar senyawa aktif pada minyak nilam dan minyak kayu putih dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol hasil isolasi dianalisis menggunakan GC. Kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol hasil isolasi sebesar 34,96% dan 88,79%, hasil isolasi dianalisis menggunakan FT-IR untuk mengetahui gugus fungsi. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi perforasi, hasil daya hambat terbesar diameter 15,00 mm pada waktu 24 jam dan diameter 16,50 mm pada waktu 48 jam pada campuran senyawa 1,8-sineol dan patchouli alkohol dengan perbandingan 2:1.
Aktivitas Katalitik P2O5-Zeolit Alam pada Reaksi Hidrasi Terpentin menjadi α-Terpineol Hidayah, Nur; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15691

Abstract

Kandungan α-pinena tinggi yang diturunkan menjadi α-terpineol dapat meningkatkan nilai jual terpentin. Pembentukan α-terpineol melalui reaksi hidrasi terpentin terjadi dengan bantuan katalis. Katalis berasal dari perpaduan katalis homogen dan heterogen yaitu asam fosfat dan zeolit alam teraktivasi (P2O5-zeolit alam). Karakterisasi katalis P2O5-zeolit alam meliputi uji kristalinitas dengan XRD, analisis gugus fungsi dengan FT-IR serta uji keasaman dengan metode gravimetri. Reaksi hidrasi dilakukan dalam reaktor batch dengan variasi waktu (120, 240, 360, 480 menit) dan jenis katalis (H3PO4, H-zeolit alam, P2O5-zeolit alam). Modifikasi katalis dengan mengembankan P2O5 tidak merubah struktur kristal H-zeolit alam. Hasil reaksi hidrasi dianalisis menggunakan FT-IR, GC dan GC-MS. Kondisi optimum reaksi hidrasi pada penggunaan katalis H3PO4 10% dan P2O5-zeolit alam 40% dengan waktu reaksi 480 menit menghasilkan kadar selektivitas α-terpineol sebesar 61,81% dan 5,25%. Katalis H3PO4 lebih efektif digunakan pada reaksi hidrasi terpentin dibandingkan katalis P2O5-zeolit alam berdasarkan aktivitas katalitiknya. Kata Kunci: Minyak terpentin, reaksi hidrasi, H3PO4, P2O5-zeolit alam.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Uji Antibakteri Hand Sanitizer Spray Daun Jambu Mete Prasetyaningtyas, Renata Putri; Supartono, Supartono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15897

Abstract

Daun jambu mete diketahui secara luas sebagai agen antibakteri. Ekstrak daun jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) dapat menghambat bakteri Gram positif (Bacillus subtilis) dan Gram negatif (Escherichia coli). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan jenis pelarut pengekstrak terhadap aktivitas antibakteri dalam aplikasinya sebagai liquid hand sanitizer. Karakterisasi ekstrak dilakukan menggunakan UV-Vis, FT-IR, dan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat dan etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis sebesar 18 mm dan Escherichia coli sebesar 11 dan 12 mm. Liquid hand sanitizer ekstrak etil asetat daun jambu mete konsentrasi 1, 2, dan 3 % dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis sebesar 8,2; 8,6; dan 10 mm serta Escherichia coli sebesar 8,4 dan 9 mm pada konsentrasi 2 dan 3 %, sedangkan ekstrak etanol hanya dapat menghambat Bacillus subtilis pada konsentrasi 3 %. Spektra UV-Vis menunjukkan serapan maksimum pada 298 nm, sementara analisis spektrum FT-IR menunjukkan adanya gugus hidroksil O-H, N-H amina sekunder, O-H fenol, C-H cincin sikloheksana, dan C-H, serta kromatogram HPLC yang diduga menunjukkan adanya senyawa flavonol yaitu kuersetin. Kata kunci : Daun jambu mete, Antibakteri, Hand Sanitizer
Konversi Gondorukem menjadi Fine Chemicals melalui Reaksi Hydrocracking Menggunakan Katalis Ni-Mo/γ-Al2O3 Jayanti, Yeni Fitriana; Savitri, Savitri; Rinaldi, Nino; Priatmoko, Sigit; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16605

Abstract

A preliminary study of the conversion of rosin oil to fine chemicals through hydrocracking reactions using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalysts has been studied. The purpose of this study was to determine the effect of temperature, initial pressure of hydrogen gas, and reaction time to the reaction of hydrocracking of rosin oil to produce fine chemicals. Hydrocracking of rosin oil is performed on a batch autoclave reactor by varying the reaction temperature (300-350 °C), hydrogen gas pressure (10-40 bar), and reaction time (60-240 min). The amount of Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst used is 1% w/w of rosin oil. The results showed that the compounds contained in rosin oil experienced hydrocracking reaction with the use of high reaction temperature. The use of low hydrogen gas pressure is able to split of rosin oil into fine chemicals, whereas the long reaction time results in the rosin oil being crushed producing more products. The hydrocracking reaction of rosin oil using Ni-Mo/γ-Al2O3 catalyst produces the optimum product if high temperatures used with low hydrogen gas usage and reaction time are used relatively long.
Bioremediasi Logam Pb pada Limbah Tekstil dengan Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis Maulana, Alfian; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16639

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung logam berat yang bersifat toksik sehingga perlu dilakukan proses pengolahan limbah. Bioremediasi merupakan salah satu metode alternatif untuk menurunkan kadar logam berat dalam limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroba eksogen Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis terhadap jumlah total sel bakteri pada proses bioremediasi logam Pb sedimen sungai setu dengan metode TPC (total plate count) dan destruksi basah. Mikroba eksogen yang digunakan pada penelitian ini adalah S.aureus dan B. subtilis dengan konsentrasi masing-masing 10 dan 20%. Pengujian sampel dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom) kemudian dihitung penurunan kadarnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total sel tertinggi dengan perlakuan kontrol negatif sebanyak 4,3x108 CFU/mL. Persen penurunan kadar logam Pb tertinggi dengan perlakuan S. aureus 20% sebesar 95,85%, dan waktu inkubasi optimum pada 30 hari.
Perbandingan Daya Antibakteri Ekstrak dan Minyak Piper betle L. terhadap Bakteri Streptococcus mutans Pangesti, Rizki Dwi; Cahyono, Edy; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16898

Abstract

Piper betle has been known as against gram positif and gram negatif bacterial including Streptococcus mutans. S. mutans is the main cause of periodental desease. The purpose of this study is to compare antibacterial power between extract and piper betle oil against S. mutans. Amoxcicilin is used as positive control and ethanol 96% for the negative one. The result show that piper betle oil is more effective than its extract against S. mutans. to know the chemical component Piper betle oil analys by GC-MS while extract screen by fitochemical. Then piper betle oil distillation fractionation was done to produce fraction I, fraction II and fraction III. Each fraction beeing tested antibacterial and analysing by GC. Second fraction is more potential to be antibacterial because it has chavicol compounds (15.039%) which is the one of the phenol group that stronger than the other phenol
Isolasi dan Uji Antibakteri Minyak Daun Sirih Hijau dan Merah Terhadap Streptococcus mutans. Aden Dhana Rizkita; Edy Cahyono; Sri Mursiti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16907

Abstract

The purpose of this research is to identify the chemical content and compare the antibacterial effect of Piper betle L and Piper crocatum R oil against Streptococcus mutan. Betel oil is made at 100%, 75%, 50%, 25% concentration and amoxicillin 0.2% as positive control and propylene glycol as negative control. The research method started with oil isolation using distillation of steam and water then identified the content using GC-MS. Antibacterial activity was tested against Streptococcus mutans by disc diffusion method. The results of this research indicate that Piper betle L and Piper crocatum R oil contains terpenoid group compounds. After being characterized using GC-MS, betel oil contains 5 major active compounds that have antibacterial activity that is Sabinene, Myrsene, Camphene, Germacrene and β - Chariophillene. Piper betle oil has better antibacterial properties than Piper crocatum oil with clear zone reaches 10.5 mm while Piper crocatum oil is 7.1 mm.
Konversi Gliserol menjadi Polihidroksibutirat dengan Menggunakan Bakteri Eschericia coli Rahayu, Endah Fitriani; Trisunaryanti, Wega; Wijaya, Karna
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.19668

Abstract

Conversion of glycerol into polyhydroxybutyrate (PHB) using Eschericia coli bacteria had beed evaluated. The bacteria was cultured in lactose medium, consist of 1% of lactose, peptone, and NaCl, then incubated at 37oC for 24 h. The bacteria culture was then added into the 10 g/L, 20 g/L, 30 g/L, 40 g/L, and 50 g/L glycerol media and then fermented for 24, 48, 72, and 6 h, then followed by centrifugated and solid phase was dried and weighed as a biomass. The filtrate was analyzed to determine the remaining glycerol. PHB was extracted from the biomass using chloroform, and then analyzed by FT-IR, H-NMR, C-NMR and viscometer. Monomer unit of the polymer was produced by esterification of the polymer then analyzed by GC. Analysis generates that FT-IR, H-NMR, C-NMR, and GC shows the PHB can be synthesize from glycerol using Eschericia coli. PHB production is increasing if the time fermentation and initial glycerol concentration has been risen, with the maximum PHB produced is 92,73%. Molecular weight of PHB has maximum value if produced at initial glycerol concentration 40 g/L for 96 h. in the initial glycerol concentration 50 g/L, the molecular weight of PHB was reduced.

Page 3 of 3 | Total Record : 30