cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 30 Documents clear
Perbandingan Massa Ca(NO3)2 dengan SBA-15 terhadap Kebasaan Katalis Reaksi Gliserolisis Winning Kusuma, Alberto Krishna Ksatria; Harjito, Harjito; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis CaO-SBA-15 telah digunakan untuk mempercepat laju reaksi gliserolisis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan massa optimum antara Ca(NO3)2 dengan SBA-15 yang mampu mempercepat laju reaksi gliserolisis, mengetahui kebasaannya serta mencari alasan kegagalan reaksi. Sintesis SBA-15 dilakukan dengan metode ultrasonik dan dikarakterisasi dengan XRD dan SAA. Katalis disintesis dengan metode impregnasi dengan 0,05000; 0,02478; dan 0,01652 g.mL-1 larutan Ca(NO3)2. Karakter katalis didapatkan dengan XRD, XRF dan SAA. Kebasaan katalis didapatkan dengan metode titrasi dan gravimetri. Uji aktivitas dilakukan sebagai konfirmasi. Karakter difraktogram XRD dan isoterm SBA-15 hasil sintesis sudah sesuai dengan penelitian terdahulu. Struktur SBA-15 tidak berubah saat impregnasi dan aktivasi. Uji aktivitas belum berhasil sebab dihasilkan bukan senyawa target dan pelarut ikut bereaksi, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang uji aktivitasnya. Analisis kebasaan dapat disimpulkan bahwa katalis dengan konsentrasi larutan pengimpreg 0,05000 g.mL-1 dinyatakan optimum apabila ditinjau dari pendekatan gliserolisis merupakan reaksi alkoholis.
Rekayasa Nilai Celah Pita Boron Nitride Nanotube melalui Enkapsulasi Logam Ni dan Co Khotto, Yuniar Firgin Nakiyatul; Kasmui, Kasmui
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enkapsulasi logam Ni maupun logam Co terhadap celah pita dan kestabilan struktur BNNT. Penelitian ini dilakukan dengan metode DFT menggunakan software Gaussian 09W dan Gaussview 5.0.8 dan hasilnya dianalisis menggunakan software Gaussum 3.0 Penelitian ini dilakukan menggunakan BNNT4,4 dan BNNT5,0 dengan basis set 631G. Perhitungan menunjukkan celah pita dari BNNT4,4,BNNT4,4-Co dan BNNT4,4-Ni serta BNNT5,0 ,BNNT5,0-Ni dan BNNT5,0-Co mengalami penurunan nilai celah pita dengan nilai 5,31 eV; 1,445 eV dan 1,74 eV serta 3,39 eV; 1,70 eV dan 1,475 eV. Hal ini dikarenakan resitivitas listrik dari logam Co lebih kecil daripada logam Ni, semakin kecil resitivitas listrik dari logam yang dienkapsulasi maka semakin besar pula penurunan nilai celah pita yang didapatkan. Nilai resitivitas listrik dari logam Co dan Ni adalah 62,4 nΩm dan 69,3 nΩm. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa enkapsulasi Co dan Ni pada BNNT4,4 dan BNNT5,0 dapat menurunkan nilai celah pita dari BNNT4,4 murni.  
Adsorpsi Tanah terhadap Ion Logam Ni(II) dan Zn(II) serta Remediasinya dengan Metode Pencucian Pujiati, Sri Ayu; Susatyo, Eko Budi; Widiarti, Nuni; Sukarjo, Sukarjo
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi awal tentang karakteristik pada tiga jenis tanah dari Magelang, Pati, dan Demak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) serta mengetahui pengaruh pH dan volume air terhadap efektivitas pencucian dalam menurunkan kadar ion logam Ni(II) dan Zn(II). Penelitian ini dilakukan pada 3 jenis tanah dengan tekstur yang berbeda yaitu Andisol (Magelang), Inceptisol (Pati), dan Grumosol (Demak). Kapasitas adsorpsi maksimum tanah ditentukan berdasarkan bentuk linier dari persamaan Langmuir dengan koefisien korelasi antara 0,92 sampai 0,97. Kapasitas adsorpsi tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) meningkat seiring dengan meningkatnya fraksi liat tanah. Setelah proses adsorpsi, selanjutnya tanah diremediasi dengan metode pencucian secara penggenangan (batch) dan perkolasi. Sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah Grumosol. Metode pencucian secara penggenangan dilakukan dengan cara menggenangi 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada pH asam, netral, dan basa. Sedangkan metode pencucian secara perkolasi dilakukan dengan cara mengaliri 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada volume 50, 100, dan 150 mL. Pada pencucian dengan metode penggenangan, pH tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pencucian. Sedangkan pada metode perkolasi, efektivitas pencucian meningkat seiring dengan meningkatnya volume air pencuci.
Perbandingan Metode Transmisi dan Reflektansi Pada Pengukuran Polistirena Menggunakan Instrumentasi Spektroskopi Fourier Transform Infra Red Sulistyani, Martin; Huda, Nuril
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fourier transform infrared (FTIR), merupakan salah satu instrumen yang banyak digunakan untuk mengetahui vibrasi molekul yang dapat digunakan untuk memprediksi struktur senyawa kimia. Terdapat tiga teknik pengukuran sampel yang umum digunakan dalam pengukuran spektrofotometri vibrasi : Transmisi FTIR, Total Refleksi (ATR), dan Difuse Reflectance Infrared Fourier Transform (DRIFT) . Polistirena merupakan salah satu polimer dari styrene, memiliki sifat sangat mudah terbakar. Metode transmisi memerlukan teknik khusus dalam preparasi sampel padatan yaitu dengan pembuatan disk. Spectrum yang dihasilkan memiliki range pembacaan yang lebar 4000cm-1 – 400cm-1, puncak yang dihasilkan cukup tajam  namun memiliki baseline yang kurang bagus. Metode reflektasi jauh lebih mudah karena tidak memerlukan persiapan sampel yang rumit. Spectrum yang dihasilkan memiliki baseline yang bagus namun hanya gugus fungsi dengan intensitas besar saja yang terbaca dan range pembacaan lebih sempit  4000cm-1- 600cm-1. polimer polystirena dengan puncak puncak karakteristik diatas 600cm-1 penggunaan metode atau teknik reflektasi jauh lebih menguntungkan karena tidak memerlukan teknik preparasi sampel yang rumit.
Reaksi Isomerisasi α-Pinena Minyak Terpentin dengan Katalis Zr-Zeolit Alam menggunakan Microwave Hutasoit, Parpulungan; Wijayati, Nanik; Mahatmanti, F. Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In efforts to increase economic value of turpentine oil is perform transformation of α-pinena into derivation through isomerization reaction. Catalytic isomerization reaction use catalysts Zr-Natural zeolite and characterization the catalyst include analysis of crystallinity by X-Ray Diffraction (XRD) and Surface Area Analyzer (SAA). Isomerization reaction in the microwave with 10 mL turpentine oil reacted and 0.5 g catalysts. The reaction conduct by the variation of the microwave power 320, 480, and 640 watts and variation of reaction time of 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. The reaction products of the compounds tested using IR, GC, and GC-MS. The result research gain isomers such as camphene, 3-carene, α-terpinene, limonene, p-cymene, β-pinene, and terpinolene. Increase power the microwave yields increase the concentration of the compound isomers product, whereas the reaction time to increase conversion α-pinena into isomer compound. The ideal condition in study, found to be microwave power of 640 watts and 15 minutes, yield conversion of α-pinene 29.907 %.
Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik dari Pati Biji Alpukat-Kitosan dengan Plasticizer Sorbitol Afif, Muhammad; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20810

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik sintetik adalah pembuatan bioplastik. Biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan dasar bioplastik karena kandungan patinya cukup tinggi. Bioplastik berbahan dasar pati biji alpukat memberikan karakteristik sifat mekanik yang rendah sehingga perlu ditambahkan kitosan dan sorbitol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio massa optimal dari pati biji alpukat-kitosan dan penambahan sorbitol optimal yang menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik. Penelitian ini terdiri dari ekstraksi pati dari biji alpukat beserta karakterisasinya, pembuatan bioplastik, uji mekanik, uji daya serap air, dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan rasio massa pati biji alpukat : kitosan (3:2) menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik dengan nilai kuat tarik 6,40 MPa, elongasi 6,87%, elastisitas 0,93 MPa, daya serap air 120,86% pada suhu 26°C dan 127,32% pada suhu 50°C. Pada variasi penambahan sorbitol didapatkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik pada penambahan sorbitol 3 mL dengan nilai kuat tarik 2,28 MPa, elongasi 17,58%, elastisitas 0,13 MPa, daya serap air 88,23% pada suhu 26°C dan 87,39% pada suhu 50°C, serta persen degradasi 41,35%.
Zeolit Alam Termodifikasi Surfaktan Heksadesiltrimetilammonium (HDTMA) dan Pemanfaatannya sebagai Adsorben Zat Warna Congo Red Wahyu Rahmawati, Aliftia; Jumaeri, Jumaeri; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20822

Abstract

Telah dilakukan modifikasi dengan menambahkan surfaktan hexadecyltrimethyl-ammonium (HDTMA) terhadap zeolit alam teraktivasi. Zeolit alam hasil aktivasi ditambah dengan surfaktan HDTMA pada konsentrasi 1 x KTK dan 2 x KTK. Karakterisasi terhadap zeolit teraktivasi dan termodifikasi HDTMA dilakukan dengan spektroskopi FT-IR dan difraksi sinar X. Jumlah zat warna congo red yang teradsorp, ditentukan dengan spektroskopi UV-Vis. Modifikasi zeolit dengan surfaktan HDTMA+ ditunjukkan oleh spektra FT-IR pada bilangan gelombang 2859 dan 2926 cm-1 untuk 1 x KTK, dan 2 x KTK pada bilangan gelombang 2854 dan 2927 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus CH2 amina yang dimiliki oleh HDTMA+. Uji adsorpsi zat warna congo red terhadap zeolit alam termodifikasi surfaktan HDTMA+, waktu optimum pada waktu 10 menit untuk zeolit sebelum termodifikasi, sedangkan zeolit termodifikasi waktu optimum terjadi pada waktu 20 menit dengan pH optimum pada pH 6. Konsentrasi awal optimum pada 4 ppm, sedangkan konsentrasi awal optimum zeolit termodifikasi terjadi pada 2 ppm.
Adsorpsi Ion H2PO4- Menggunakan Komposit Mg/Al-NO3 Hidrotalsit Magnetit Hidayah, Miftachul; Sulistyaningsih, Triastuti; Budi Susatyo, Eko
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20831

Abstract

Adsorpsi fosfat dalam larutan oleh material Mg/Al-NO3 hidrotalsit-magnetit telah berhasil dilakukan. Penelitian ini diawali dengan sintesis material magnetit (Fe3O4) dan Mg/Al-NO3 hidrotalsit-magnetit yang dilakukan secara kopresipitasi dengan menambahkan larutan basa pada larutan yang mengandung dua kation logam. Material magnetit dan Mg/Al-NO3 hidrotalsit-magnetit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) dan XRD (X-Ray Diffraction). Kajian adsorpsi fosfat dalam larutan oleh Mg/Al-NO3 hidrotalsit-magnetit dilakukan pada variasi pH larutan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa material yang terbentuk merupakan Mg/Al-NO3 hidrotalsit-magnetit yang memiliki anion nitrat sebagai anion pengisi daerah antarlapis. Hasil terbaik adsorpsi terjadi pada pH 5 dimana fosfat terserap sebesar 0,048 mg/g atau sekitar 98%.
Sintesis Kitosan-Silika Bead Sebagai Pengadsorpsi Ion Logam Pb(II) pada Limbah Cair Batik Susilowati, Endang; Mahatmanti, F Widhi; Haryani, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20847

Abstract

Proses industrilisasi menghasilkan bahan sisa industri baik yang berbentuk padat maupun cair yang berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu kandungan di dalam limbah industri batik yang berpotensi menimbulkan pencemaran air adalah kandungan ion logam Pb(II). Telah dilakukan sintesis kitosan-silika bead sebagai adsorben untuk mengurangi kadar ion logam Pb(II) dalam larutan Pb(NO3)2 dan diaplikasikan dalam limbah cair batik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pH, waktu kontak, konsentrasi awal, dan aplikasi dalam limbah cair batik pada proses adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan kitosan-silika bead. Kitosan-silika bead dibuat dengan menggunakan TEOS sebagai prekursor silika. Kitosan-silika bead yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan FT-IR dan XRD. Berdasarkan hasil analisis menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus OH, NH2, Si-O-Si, dan Si-OH yang menyatakan bahwa adsorben kitosan-silika bead berhasil disintesis. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa kitosan-silika bead yang dihasilkan berbentuk amorf. Hal ini ditunjukan dengan adanya puncak melebar pada 2𝜽= 13-33 dengan puncak pada 2𝜽= 23,15. Metode yang digunakan dalam interaksi adsorben dengan larutan yaitu metode batch. Adsorpsi ion logam Pb(II) optimum pada pH 4, waktu kontak 60 menit, dan konsentrasi 175 ppm. Pengaruh pH pada proses adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu pada pH asam gugus aktif –NH2 akan terprotonasi menjadi –NH3+, sedangkan pada pH basa larutan Pb(II) akan terhidrolisis membentuk Pb(OH)2 dan mengendap. Pengaruh waktu kontak pada adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu semakin lama waktu kontak maka adsorpsi akan meningkat hingga kesetimbangan reaksi tercapai. Pengaruh konsentrasi adsorbat pada adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu konsentrasi adsorbat yang semakin tinggi menyebabkan adsorpsi meningkat hingga gugus aktif dari Kitosan-silika bead jenuh. Adsorpsi Kitosan-silika bead lebih mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 40 mg/g. Kitosan-silika bead dapat mengadsorpsi ion logam Pb(II) pada limbah cair batik sebesar 100% dengan daya adsorpsi 1,9072 mg/g.
Arang Ampas Tebu (Bagasse) Teraktivasi Asam Klorida sebagai Penurun Kadar Ion H2PO4- Nurbaeti, Lutfi; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.20909

Abstract

Ampas tebu merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki kandungan 25% hemiselulosa dan 50% selulosa yang mampu digunakan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas arang ampas tebu dan arang ampas tebu teraktivasi dalam menyerap ion fosfat pada kondisi optimum yang selanjutnya adsorben kualitas terbaik diaplikasikan dalam limbah laundry. Pembuatan arang ampas tebu dilakukan dengan proses karbonisasi dan dilanjutkan proses aktivasi dengan HCl 5 M. Penentuan kondisi optimum yang dilakukan meliputi variasi pH larutan fosfat, variasi waktu kontak adsorpsi dan variasi berat adsorben arang aktif. Arang aktif ampas tebu yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 0,89%, kadar abu sebesar 5,69%, kadar zat mudah menguap sebesar 7,85%, kadar karbon sebesar 86,04% dan kadar iod sebesar 2903,38 mg/g serta luas permukaan yang ditentukan dengan metode BET diperoleh sebesar 59,119 m2/g. Optimasi pH diperoleh pada pH 5 dengan daya serap fosfat 0,9572 mg/g, optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 25 menit dengan daya serap fosfat 0,4029 mg/g dan optimasi berat adsorben diperoleh pada berat 1,5 g dengan daya serap ion fosfat sebesar 16,43%. Pada limbah laundry, adsorben arang aktif ampas tebu mampu mengadsorpsi ion fosfat dengan daya serapnya sebesar 22,82%.

Page 2 of 3 | Total Record : 30