cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022): April 2022" : 4 Documents clear
BAURAN PEMASARAN PADA BERBAGAI PRODUK PERIKANAN TANGKAP DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Onibala, Christian; Andaki, Jardie A.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38320

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to see how the implementation and marketing mix strategy for capture fisheries products in Bulutui Village, where marketing is carried out using a marketing mix system that uses 4P techniques, including: product, place, price and promotion. The plan for writing uses a descriptive qualitative approach. The method that will be used in this research is the survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through observation and interviews. Secondary data were obtained directly from the Bulutui Village government.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: 1) The business of collecting fish from the capture fisheries of Bulutui Village does apply the marketing mix method or Marketing Mix in its business, namely: (a) Products, Capture fisheries products from Bulutui Village are the catches of fishermen in the form of seafood; (b) Price, in terms of the price of fish, is determined by the type of fish and size, the selling price of fish at the fish holding place is different from that of fish brought to Manado because there are additional costs required for transportation; (c) The location for distribution is in Bulutui Village where the potential for capture fisheries is quite abundant; and (d) Promotion, fish catchers promote their products in two ways, among others: first, word of mouth marketing, secondly the Internet, marketing with this method has been widely used because it is simple and easy to do; 2) There are three marketing strategies for fishery products, namely: first, market segmentation. Based on the results of field observations, the marketing of capture fishery products can be divided into several segments, namely markets that are in the village area in general, Second, markets outside the Bulutui Village area, namely the location the market in Manado is like a heart market. The second is the marketing target, the capture fishery products of Bulutui Village cover all market segments (Full Market Coverage), meaning that producers will meet the demand from both market segments, namely the market in Bulutui Village and the market outside the village, namely the Manado Heart Market. Third Positioning, Positioning of capture fisheries products in Bulutui Village is carried out through two steps, namely: (a), fish reservoirs as producers always try to meet the demand for capture fisheries products. (b), producers always build a good image to consumers, that capture fisheries products from fishermen in Bulutui village are always in good condition. Keywords: capture fisheries, marketing mix, Bulutui AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan dan strategi bauran pemasaran pada produk perikanan tangkap di Desa Bulutui, dimana pemasaran dilakukan menggunakan sistem bauran pemasaran (Marketing Mix) yang menggunakan teknik 4P antara lain: product, place, price dan promotion. Rencana untuk penulisan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh langsung dari pemerintah Desa Bulutui.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: 1) Usaha penampung ikan hasil perikanan tangkap Desa Bulutui memang menerapkan metode bauran pemasaran atau Marketing Mix dalam usaha, yaitu: (a) Produk, Produk perikanan tangkap dari Desa Bulutui merupakan hasil tangkapan nelayan yang berupa hasil laut; (b) Harga, dari sisi harga ikan ditetapkan dari jenis ikan dan ukuran, harga jual ikan ditempat penampung ikan berbeda dengan ikan yang dibawah ke Manado karena ada biaya tambahan yang diperlukan untuk transportasi; (c) Tempat, untuk distribusi berada di Desa Bulutui dimana potensi perikanan tangkap cukup melimpah; dan (d) Promosi, penampung ikan mempromosikan produknya melalui dua cara, antara lain: pertama pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) yang kedua Internet, pemasaran dengan hal ini sudah banyak dilakukan karena caranya yang sederhana dan mudah untuk dilakukan; 2) Ada tiga strategi pemasaran produk perikanan yang dilakukan yaitu: pertama Segmentasi pasar, Berdasarkan hasil pengamatan hasil lapangan maka pemasaran produk perikanan tangkap dapat dibagi dalam beberapa segmen yaitu pasar yang berada berada dikawasan desa secara umum, Kedua, pasar luar daerah Desa bulutui yaitu lokasi pasar yang berada di Manado seperti pasar bersehati. Kedua adalah Target pemasaran, produk hasil perikanan tangkap Desa Bulutui meliputi seluruh segmen pasar (Full Market Coverage), artinya produsen akan memenuhi permintaan dari kedua segmen pasar, yaitu pasar yang ada di Desa Bulutui dan pasar yang berada di luar desa yaitu pasar bersehati Manado. Ketiga Positioning, Positioning produk perikanan tangkap Desa Bulutui dilakukan melalui dua langkah yaitu: (a), penampung ikan sebagai produsen selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan permintaan produk perikanan tangkap. (b), produsen selalu membangun image yang baik terhadap konsumen, bahwa produk perikanan tangkap hasil nelayan desa Bulutui selalu dalam kondisi yang bagus. Kata Kunci: perikanan tangkap, bauran pemasaran, Bulutui
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU TAKSI PARIWISATA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA JIKO INDUK KECAMATAN MOTONGKAD KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Kunsiang, Andriano; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Kotambunan, Olvie V.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38475

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to financially analyze the taxi boat business tourism during the pandemic COVID-19 in Jiko Induk Village, whether it was profitable or not. The research method is a case study. Respondents in this study were the owners of a tourism taxi boat business in Jiko Induk Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through direct observation and interviews guided by a questionnaire that had been prepared in advance. Secondary data is data obtained indirectly, in the form of evidence, notes or reports that have to do with research. The analysis used is descriptive quantitative using financial analysis. The results of this study indicate that the price for individuals who use taxi boat services in Jiko Induk Village is Rp.35,000/person. The total profit from the taxi boat business in a day is Rp.735,000 and in a year the total profit is Rp.105,840,000. The total cost for one year is Rp.71,280,000. Operating Profit from this business is Rp.95,760,000. Total profit /net profit of Rp.34,560,000 so that the profit rate profit rate or obtained is 48.48%. With a net profit profitability ratio of 210.09%. The Balance Analysis or Benefit Cost Ratio has a BCR value of 1.48, meaning that this business is feasible to run. The sales BEP shows that the break-even point of the taxi boat business in Jiko Induk Village is Rp. 68,000,000 and the unit BEP is 278 trips that must be completed by Mr. Albert Loho so that the capital issued can be returned. The payback period for investment is 6 months. Thus the results of this study prove that the taxi boat business run by Mr. Albert Loho is feasible and profitable. Keywords: Financial Analysis; Tourism Taxi Boat; Jiko Induk AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara finansial usaha perahu taksi pariwsata pada masa pandemi covid-19 di Desa Jiko Induk menguntungkan atau tidak. Metode penelitian adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha perahu taksi pariwisata di Desa Jiko Induk. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial. Hasil penelitian ini menunjukan Harga untuk perorangan yang menggunakan jasa perahu taksi di Desa Jiko Induk yaitu Rp.35.000/orang. Total keuntungan dari usaha perahu taksi dalam sehari sebesar Rp.735.000 dan dalam setahun total keuntungannya sebesar Rp.105.840.000. Total cost selama satu tahun Rp.71.280.000. Operating Profit dari usaha ini sebesar Rp.95.760.000. Total keuntungan/Net profit sebesar Rp.34.560.000 sehingga profit rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 48,48%. Dengan rentabilitas ratio keuntungan bersih sebesar 210,09%. Analisis Imbang atau Benefit Cost Rasio memiliki nilai BCR sebesar 1,48 artinya usaha ini layak dijalankan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha perahu taksi di Desa Jiko Induk adalah Rp.68.000.000 dan BEP satuan yaitu 278 trip yang harus diselesaikan Bapak Albert Loho agar modal yang dikeluarkan dapat kembali. Jangka waktu pengembalian modal investasi selama 6 bulan. Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa usaha perahu taksi yang dijalankan oleh Bapak Albert Loho layak untuk dijalankan dan menguntungkan. Kata Kunci: Analisis Finansial; Perahu Taksi Pariwisata; Jiko Induk
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU (katsuobushi) DI PT. NICHINDO MANADO SUISAN KELURAHAN PONDANG KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumewu, Jorgie Y.S.; Pangemanan, Jeannette F.; Jusuf, Nurdin; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Sinjal, Chatrien A.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38590

Abstract

AbstractThis study aims to determine the exchange rate of workers in wood fish processing (katsuobushi) in PT. Nichindo Manado Suisan, Pondang Village, East Amurang District. This research was conducted in Pondang Village, East Amurang District, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province from September 2020 to March 2021. Based on the results of the study, it was obtained: (1) The exchange rate of wood fish processing workers on the total income and income of processing by workers is 1.5% and 29.28%, meaning that the workers are able to cover the subsistence needs and costs of the wood fish processing business. (2) Observations and calculations in November 2019 and October 2020 did not experience an increase or decrease in NTP, with an (INTP) of 100. So, based on the analysis of the NTN calculation, it was >1, meaning that the family acceptance of wood fish processing workers at PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang, East Amurang District, South Minahasa Regency is currently able to meet subsistence needs (basic needs). Keywords: wood fish processing; NTP; INTP; subsistence needs AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai tukar pekerja pada pengolahan ikan kayu (katsuobushi) yang ada di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2020 sampai Maret 2021. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: (1) Nilai tukar pekerja pengolahan ikan kayu pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan oleh pekerja sebesar 1,5% dan 29,28% artinya pekerja mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha pengolahan ikan kayu. (2)Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2019 dan Oktober 2020 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTP, dengan (INTP) sebesar 100 Jadi, berdasarkan analisis perhitungan NTN sudah >1, artinya penerimaan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan untuk saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar). Kata Kunci: pengolahan ikan kayu; NTP; INTP; kebutuhan subsisten
PERSEPSI ANAK TERHADAP MATA PENCAHARIAN ORANG TUA SEBAGAI NELAYAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sualang, Julio B.A; Aling, Djuwita R.R; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.39329

Abstract

AbstractPeople in Jayakarsa Village, West Likupang District, generally have a fishing background. Fishing in Jayakarsa Village is a hereditary occupation. The potential of natural resources provides a source of livelihood for fishermen to support household life. In Jayakarsa Village, there are many children who help their parents earn a living at an early age, which is normal for them.The basic method of this research is survey. The population of this research is the fisherman of Jayakarsa Village. Data was collected using the sampling method, which use purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. The data analysis method used in quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research, it is known that fishermen's children in Jayakarsa Village, West Likupang District are active in fishing activities, not only to accompany their parents, but also to participate in fishing business with various fishing gear; and the perception of fishermen's children on average is good for the fishing profession, as evidenced by the results of the assessment on fishing activities, assessment on work, and excellent knowledge of the fishing profession. Keywords: fisherman's son; Jayakarsa village; fisherman; perception AbstrakMasyarakat di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat pada umumnya memiliki latar belakang mata pencarian nelayan. Nelayan di Desa Jayakarsa merupakan pekerjaan turun temurun. Potensi sumberdaya alam memberikan sumber mata pencaharian bagi nelayan guna menopang kehidupan rumah tangga. Pada Desa Jayakarsa ini banyak anak-anak yang ikut membantu orang tua mencari nafkah dalam usia dini adalah hal yang biasa bagi mereka.Metode dasar dalam penelitan ini adalah Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah anak nelayan Desa Jayakarsa. Metode Pengambilan data menggunakan metode Sampling, dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui anak nelayan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat aktif dalam melakukan aktivitas menangkap ikan, bukan hanya untuk menemani orang tua, tapi ikut bersama-sama melakukan usaha penangkapan ikan dengan berbagai alat tangkap; dan persepsi anak nelayan rata-rata tergolong baik terhadap profesi nelayan, dibuktikan dengan hasil penilaian pada aktivitas melaut, penilaian pada pekerjaan, dan pengetahuan terhadap profesi nelayan yang sangat baik. Kata Kunci: anak nelayan; Desa Jayakarsa; nelayan; persepsi

Page 1 of 1 | Total Record : 4