cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017" : 7 Documents clear
DIVERSIFIKASI USAHA RUMAH TANGGA NELAYAN Biso, Jemi; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18827

Abstract

AbstractDiversification of business can provide added value for the fishermen of Bahoi Village, in this case traditional fishermen, where diversification of fishermen have the opportunity to increase their income if they do not go to sea, because there are other sources of income that can sustain their lives and families. The objectives of this research are 1) to determine what business diversification is chosen by the fishermen community of Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency in maintaining their life and family, and 2) determining the differences and implications of business diversification selected by the fishermen community of Bahoi Village, Likupang Barat Sub- North Minahasa District.Respondents in the study amounted to 14 people, taken from the family of fishermen in Bahoi Village. Data collection was done through interview technique and filled out questionnaire. The results of data collection are tabulated and analyzed data qualitatively, i.e. data processing derived from social life in the form of photographs, word writing, phrase, symbolic description, and representation of people, actions, and events in human life (Neuman, 2007). Qualitative data analysis done since the beginning of the researcher take the data, during the data collection until the end of all data collected in accordance with the research problem.The results of the research can be concluded 1) the diversification is done by the respondents of the fishermen in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency, i.e. construction workers, carpenters, village apparatus, farmers, farmers and farmers, and guard heads; maintaining family life. Work as fishermen is often constrained due to weather and fish season, so it is necessary to diversify out of fishing business alternately.Keywords: diversification, fisherman's household, work outside the fishing business AbstrakDiversifikasi usaha dapat memberikan nilai tambah bagi nelayan Desa Bahoi, dalam hal ini nelayan tradisional, dimana dengan usaha diversifikasi nelayan memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatannya apabila tidak melaut, karena ada sumber pendapatan lain yang dapat menopang kehidupan mereka dan keluarga. Tujuan penelitian ini ialah 1) menentukan diversifikasi usaha apa yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara dalam mempertahankan hidup mereka dan keluarga, dan 2) menentukan perbedaan dan implikasi dari diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Responden dalam penelitian berjumlah 14 orang, diambil dari keluarga nelayan yang ada di Desa Bahoi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan mengisi kuisioner. Hasil pengumpulan data ditabulasi dan dianalisis data secara secara kualitatif, yaitu pengolah data yang berasal dari kehidupan sosial berbentuk foto, tulisan kata, ungkapan kata, deskripsi simbolik, representasi orang, tindakan, dan kejadian-kejadian dalam kehidupan manusia (Neuman, 2007). Analisis data kualitatif dilakukan sejak awal peneliti mengambil data, selama pengambilan data sampai dengan akhir terkumpulnya semua data sesuai dengan masalah penelitian.Hasil penelitian dapat disimpulkan 1) diversifikasi dilakukan oleh responden nelayan di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara, yaitu buruh bangunan, tukang kayu, perangkat desa, petani, petani dan peternak, serta kepala jaga, dan 2) diversifikasi usaha nelayan merupakan implikasi strategi mempertahankan hidup keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan sering terkendala karena faktor cuaca dan musim ikan, sehingga perlu melakukan diversifikasi bekerja di luar usaha nelayan secara silih berganti.Kata kunci: diversifikasi, rumah tangga nelayan, pekerjaan di luar usaha nelayan
ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN DI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Widjaya, Sudarma
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17826

Abstract

AbstractLand conversion phenomenon is the greatest immediate threat to food security of the nation. Therefore, it necessary effort to prevent. The Regulation No. 41/2009 regarding a sustainable foodland protection aim to deal with the threat of foodland conversion. Those concerned about the current implementation of the policies relatively ineffective. This study aims to describes the spread of foodland, land conversion trend; to identify significant factor of foodland conversion and then formulate concept and strategy to deal with significant factors influencing foodland conversion in Pesawaran Regency, Lampung Province. This study was an exploratory and qualitative methods. Foodland are spread in all around Pesawaran Regency area. Due to the ownership of foodland by farmers are relatively small (0,50 hectares average). Foodland conversion had been for a long time, began with relatively low frequencies conveyance through a sale transaction. However, economic factors as driving forces of land conversion. In the strategy to deal with foodland conversion are strict enforcement The Regulation No.41/2009 through suitable policy began with establishing regional regulation of sustainable foodland protection and formulated several strategic plan with suitable budget policy. The implementation of regulation about foodland sale transaction system can be considered as a instrument to prevent land conversion with incentives for farmers through subsidy those increase land productivity and increasing community participation to defend sustainable foodland in order to gain sustainable prosperous living. Keywords: land conversion, sustainable foodland, foodland protection AbstrakFenomena alih fungsi lahan pangan sangat mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan bangsa. Terbitnya Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan merupakan antisipasi dalam mengatasi alih fungsi lahan pertanian pangan. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya efektifitas dalam implementasi kebijakan. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan sebaran lahan pertanian pangan, kecenderungan alih fungsi lahan pangan; mengidentifikasi faktor penyebab dan merumuskan konsep serta strategi mengatasi alih fungsi lahan pangan di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan metode ekploratif dan kualitatif. Lahan pertanian pangan tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Pesawaran. Pemilikan sawah kecil (rata-rata 0,50 ha). Alih fungsi lahan pangan sudah berlangsung cukup lama, diawali dengan pemindahan hak atas tanah melalui proses jual beli dengan frekuensi relatif rendah. Alih fungsi lahan pangan disebabkan oleh faktor ekonomi. Strategi untuk mengatasi alih fungsi lahan pangan adalah menindaklanjuti Undang-Undang No. 41/ Tahun 2009 melalui perumusan kebijakan yang tepat diawali dengan Penetapan Peraturan Daerah tentang perlindungan lahan pangan berkelanjutan dan penyusunan rencana strategis dalam implementasinya Pserta ditunjang kebijakan anggaran yang sesuai. Penerapan peraturan sistem jual beli lahan pangan dapat dipertimbangkan sebagai instrumen untuk pencegahan alih fungsi lahan pangan disertai pemberian insentif kepada petani berupa subsidi yang mampu meningkatkan kualitas lahan produktivitasnya, serta kebijakan pajak bagi petani yang mampu mempertahankan keberadaan lahan pangan berkelanjutan serta peningkatan partisipasi masyarakat mempertahankan lahan pangan secara berkelanjutan bagi keberlangsungan kehidupan yang sejahtera. Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pangan berkelanjutan, perlindunga lahan pangan
PERAN PEREMPUAN PENJUAL IKAN KELILING DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN TUMUMPA DUA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Maradou, Polaria; Aling, Djuwita R.R.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18828

Abstract

AbstractWomen's involvement in economic activities should be recognized, although in reality there are differences between men and women in work activities. Working women can help the husband in supporting the family economy, the role of working women is needed especially in terms of helping to increase family income. Factors affecting women's involvement in the labor market are: external factors, internal factors, employment factors and economic needs fulfillment factors that enable women to work in the public sector.The research objectives are: 1) To know the general condition of women selling fish in Tumumpa Dua Village, Tuminting Sub-district, Manado City, and 2) To describe how the role of women selling fish in increasing income. The research method used descriptive method with the base of case study research with data retrieval method using purposive sampling method.The results showed that the role of women in the family fish seller is very important. Although the time spent on selling fish is only 2 hours - 3 hours but it is very influential in increasing family income.Keywords: Roles, women selling fish, income  AbstrakKeterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi harus diakui, walaupun pada kenyataanya ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam kegiatan kerja. Perempuan yang bekerja dapat membantu suami dalam mendukung perekonomian keluarga, peran perempuan yang bekerja sangat dibutuhkan terutama dalam hal membantu menambah penghasilan keluarga.         Faktor yang mempengaruhi keterlibatan perempuan dalam pasar tenaga kerja yaitu : faktor ekternal, faktor internal, faktor kesempatan kerja dan faktor pemenuhan kebutuhan ekonomi  yang menghantar perempuan untuk bekerja di sektor publik.Tujuan penelitian : 1) Untuk menegtahui keadaan umum perempuan penjual ikan keliling di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado dan 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk peran perempuan penjual ikan keliling dalam meningkatkan pendapatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus dengan metode pengambilan data menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perempuan penjual ikan keliling dalam keluarga sangatlah penting. Meskipun waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan ikan hanya 2 jam – 3 jam tapi sangat berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan keluarga.Kata kunci : Peran, perempuan penjual ikan keliling, pendapatan
KARAKTERISTIK BURUH WANITA DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DISTRIK KLALIGI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Naa, Apia; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17825

Abstract

AbstractWomen have the potential of a large workforce, willing and crave for work, and if the time comes to accelerate the transformation toward the industrialization of their services can be mobilized. According to (Leovandritos 2011) the role of women in the household indirectly as a form of support to family members who work actively in making a living. In addition to being a housewife, women can also play a role in helping to improve household income by participating in active work such as farming, trading and other things. The position of women in the household is multifunctional ie socially, economically and biologically, so the role of women in the family more than other family members.The purpose of this study is to find out the characteristics of female workers consisting of: Age, education, regional origin, number of family dependents, length of work, husband's job, other occupations in addition to being fish laborers, the number of working hours, wages of workers, workload, work motivation women laborers transporting fishery products. The method used in this research is survey method. The data taken are primary and secondary data. Data collection is done by sampling. Sampling is done by accidental sampling method. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis and quantitative descriptive analysis.The age of female laborers is 51-60 years old (36.67%) with 11 people. Most female laborers carrying fish in Sorong City TPI have the highest educational background of SD, 13 people (43.4%). The highest number of laborers from West Papua is 17 people, it is because the location of TPI Kota Sorong is located in West Papua. The number of family dependents is 25 respondents who have the number of dependents 1-5 people (83.4%). In general the explanation of the working duration of respondents as 14 years of transport workers (76.7). Husband's work as fisherman 11 people (36.67%).It can be seen that those who do not have other work and only as a carrier at Sorong Fish Sailing Place, amounted to 21 people (70%). Time of working hours owned by female laborers carrier in TPI Sorong for one day, which is 10 hours. In the morning they work from 05:00 to 10:00 and continue in the afternoon at 15:00 to 20:00 night. Based on the results of the research that in one day as many as 23 respondents (76.7%), earn income Rp. 100.000-200.000 in one day.Working burden is one aspect that must be considered by every woman who work as laborer at Sorong Fish Auction Place and destination for woman work as labor is to increase income in the household. The results of the study are 23 female workers (76.67%) who claimed they work as women laborers because they want to increase family income and to maintain family economic stability.Keywords: Characteristics, Female Workers AbstrakPerempuan memiliki potensi angkatan kerja yang besar, yang bersedia dan mendambakan pekerjaan, dan jika tiba waktunya untuk mempercepat transformasi menuju industrialisasi jasa-jasa mereka dapat dikerahkan. Menurut (Leovandritos 2011) peranan wanita dalam rumah tangga secara tidak langsung sebagai bentuk dukungan kepada anggota keluarga yang bekerja aktif dalam mencari nafkah. Selain sebagai ibu rumah tangga, para wanita dapat pula berperan dalam membantu memperbaiki pendapatan rumah tangga dengan turut bekerja aktif seperti bertani, berdagang dan hal lainnya. Kedudukan wanita dalam rumah tangga merupakan multifungsi yaitu secara sosial, ekonomi dan biologis, sehingga peran wanita dalam keluarga lebih banyak dibandingkan anggota keluarga lainnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik buruh perempuan yang terdiri dari: Umur, pendidikan, asal daerah, jumlah tanggungan keluarga, lama bekerja, pekerjaan suami, pekerjaan lain selain menjadi buruh pengangkut ikan, jumlah jam kerja, upah pekerja, beban kerja, motivasi kerja buruh perempuan pengangkut hasil perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.            Umur tenaga kerja buruh perempuan adalah 51-60 tahun (36,67%) dengan jumlah 11 orang. Sebagian besar buruh wanita pengangkut ikan di TPI Kota Sorong memiliki latar belakang pendidikan paling banyak SD yakni 13 orang (43;4%). Tenaga kerja yang paling banyak berasal dari Papua Barat yaitu 17 orang, itu dikarenakan lokasi TPI Kota Sorong berada di Papua Barat. Jumlah tanggungan keluarga yaitu 25 responden yang memiliki jumlah tanggungan 1-5 orang (83,4%). Secara umum penjelasan mengenai lama bekerja responden sebagai buruh angkut 14 tahun (76,7). Pekerjaan suami sebagai nelayan 11 orang (36,67%). Dapat di ketahui bahwa yang tidak memiliki pekerjaan lain dan hanya sebagai pengangkut di Tempat Pelelangan Ikan Kota Sorong, berjumlah 21 orang (70%). Waktu jam kerja yang dimiliki oleh para buruh wanita pengangkut di TPI Kota Sorong selama sehari, yaitu 10 jam. Pada pagi hari mereka bekerja mulai jam 05.00-10.00 dan di lanjutkan pada sore hari jam 15.00-20.00 malam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dalam satu harinya sebanyak 23 responden (76,7%), memperoleh pendapatan Rp. 100.000–200.000 dalam satu harinya. Beban kerja merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh setiap perempuan yang bekerja sebagai buruh di Tempat Pelelangan Ikan Kota Sorong dan tujuan untuk perempuan bekerja sebagai buruh adalah untuk menambah pendapatan didalam rumah tangga. Hasil penelitian terdapat 23 buruh perempuan (76,67%) yang mengaku mereka bekerja sebagai buruh perempuan karena ingin menambah pendapatan keluarga dan untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga.Kata Kunci : Karakteristik, Buruh Perempuan
PERANAN PEREMPUAN PADA PENGELOLA EKOWISATA BAHARI Usia, Ayu; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18829

Abstract

AbstractThis study aims to 1). Identify forms of marine ecotourism management conducted in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa District, 2). Determine the various roles of women in marine ecotourism management in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa District. This research was conducted in Bahoi Village, Likupang Barat District, North Minahasa District, North Sulawesi Province. The method used in this research is qualitative descriptive. The data collected in this descriptive qualitative research is data that is generally in the form of words images, and most are not numeric. The data referred to is including interview transcripts, field observation notes, documentation of photographs, and other documents. Includes a description of the situation of the research area in it (Dewi, 2015).The results of the study as follows: 1). The forms of marine ecotourism management in Bahoi Village are done well by by men and women according to their respective ability and skill specifications, namely the role of men in the supervision and care of coastal ecosystems, while women play a role in supporting activities of marine ecotourism management, 2). The role of women in the management of marine ecotourism, namely as managers of home stay, culinary tours, websites and marketing, and managers handycraft.Keywords: management, marine ecotourism, women role, family economy AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi bentuk-bentuk pengelolaan ekowisata bahari yang dilakukan di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara, 2). menentukan berbagai peranan perempuan pada pengelola ekowisata bahari di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini ialah data yang umumnya berbentuk kata-kata, gambar, dan sebagian besar bukan berbentuk angka.Data tersebut yang dimaksud adalah meliputi transkip wawancara, catatan observasi di lapangan, dokumentasi foto-foto, serta dokumen lainnya. Termasuk deskripsi mengenai situasi wilayah penelitian di dalamnya (Dewi, 2015)Ada pun hasil penilitian sebagai berikut :1). Bentuk-bentuk pengelolaan ekowisata bahari di Desa Bahoi dilakukan baik oleh laki-laki dan perempuan menurut spefisikasi kemampuan dan keterampilan masing-masing, yaitu peran laki-laki pada pengawasan dan perawatan ekosistem wilayah pesisir, sedangkan perempuan berperan pada kegiatan penunjang pengelolaan ekowisata bahari, 2). Peranan perempuan pada pengelolaan ekowisata bahari, yaitu sebagai pengelola home stay, wisata kuliner, website dan marketing, serta pengelola handycraft.Kata kunci: pengelolaan, ekowisata bahari, peran perempuan, ekonomi keluarga
IBM KELOMPOK NELAYAN DESA TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA DALAM MENERAPKAN SISTEM RANTAI DINGIN GUNA MENINGKATKAN PEMASARAN DAN PENDAPATAN Manoppo, Victoria E.N; Luasunaung, Alfret
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17953

Abstract

AbstractScience and technology activities for the community aims to provide knowledge to them in finding solutions to problems. Tateli II is one of the villages in Tateli II Village, Mandolang Sub-district, Minahasa District, North Sulawesi Province. Tateli II village fishermen are often or often confused with the marketing of fishery products because of the low selling price; this is because of their low state of knowledge about postharvest handling so that income is always low. Fishermen should be taught how to handle post-harvest catch so that when sold will create a reasonable price and at least be in accordance with the results of the business. One effort to maintain the quality of fishery products of fisherman production since harvested to the hands of consumers, and fish in a fresh / wet condition is handling with cold chain system (cold chain system).Training methods are based on adult learning methods (self-taught) and classically by providing theory and practice through lectures and group discussions (FGD: Focus Group Disscution). Implementation is made by providing theory as much as 25% and practice as much as 75% for 8 months.First, approach the village government to obtain permits and discuss the timing of meetings for the implementation of the technology extension / demonstration that will be implemented in view of the importance of time-gathering arrangements in this case the fishermen group.Extension and training activities can provide a view to the fisherman about the importance of post-arrest handling that is to maintain the quality of the fish in a cold state so it is not easily damaged or rotten. Counseling is given to the fishermen either individually or in groups. Conducted in groups in order that they can use this group in developing a capture fishery business can propose funding and / or equipment aid proposals through existing groups.Based on the results of observation, counseling and training, the activities of IbM Fishermen Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-District of Minahasa Regency: 1. Fisherman Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-district, have conducted fishing activities and there is desire from them all to use system where fish must be kept cool or keep it at a low temperature. 2. The fishermen group of Desa Tateli II Mandolang sub-district is able to understand that by maintaining the temperature of the fish remains cool the selling price can be high and apada can eventually increase their income. 3. Individual awareness as well as group members on the importance of group roles, spontaneously they want to submit fund and equipment proposal to the Government of North Sulawesi Province. Changes in attitude towards such development can provide a guarantee of the sustainability of their business so that the future can change the state of the economy and their daily circumstances and their families in a better direction.Keywords: ekstention, Female Workers AbstrakKegiatan Iptek bagi masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada mereka dalam menemukan pemecahan permasalahan. Tateli II merupakan salah satu desa yang berada di Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Nelayan desa Tateli II kerap kali atau sering bingung dengan pemasaran hasil perikanan karena harga jual yang selalu rendah; hal ini karena keadaan pengetahuan mereka yang rendah tentang penanganan pascapanen sehingga pendapatan selalu rendah. Nelayan harus diajarkan bagaimana cara menangani hasil tangkapan pascapanen supaya bila dijual akan menciptakan harga yang layak dan minimal bisa sesuai dengan hasil usaha. Salah satu usaha untuk menjaga mutu hasil perikanan produksi nelayan sejak dipanen sampai di tangan konsumen, dan ikan dalam keadaan segar/basah yaitu penanganan dengan system rantai dingin (cold chain system).Metode pelatihan dilakukan berdasarkan metode pembelajaran orang dewasa (otodidak) dan secara klasikal dengan memberikan teori dan praktek melalui ceramah dan diskusi kelompok (FGD: Focus Group Disscution). Pelaksanaannya dibuat dengan cara memberikan teori sebanyak 25% dan praktek sebanyak 75% selama 8 bulan.Pertama, melakukan pendekatan kepada pemerintah desa untuk mendapatkan ijin serta mendiskusikan tentang waktu pertemuan untuk pelaksanaan penyuluhan/demonstrasi teknologi yang akan diterapkan mengingat pentingnya pengaturan waktu mengumpulkan masa sekalipun dalam hal ini kelompok nelayan.Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dapat memberikan pandangan kepada nelayan akan pentingnya penanganan pasca penangkapan yaitu harus mempertahankan mutu ikan dalam keadaan dingin sehingga tidak mudah rusak atau busuk. Penyuluhan diberikan kepada nelayan baik secara individyu ataupun secara berkelompok. Dilakukan secara berkelompok agar disuatu saat mereka bisa menggunakan kelompok ini dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap  dapat mengusulkan proposal bantuan dana dan atau peralatan melalui kelompok yang ada.Berdasarkan hasil pengamatan, penyuluhan dan pelatihan, maka kegiatan IbM Kelompok Nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa : 1. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang, sudah melaksanakan kegiatan penangkapan ikan dan ada keinginan dari mereka semua untuk menggunakan sistem dimana ikan harus tetap dingin atau tetap pada suhu rendah. 2. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang mampu memahami bahwa dengan mempertahankan suhu ikan tetap dingin maka harga jual bisa tinggi dan apada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan mereka. 3. Kesadaran secara individual dan juga anggota kelompok akan pentingnya peranan kelompok, secara spontanitas mereka  ingin mengajukan proposal dana dan peralatan ke Pemerintah Provinsi Sulut. Perubahan sikap ke arah pengembangan demikian dapat memberikan jaminan keberlanjutan usaha mereka sehingga kedepannya bisa merubah keadaan perekonomian dan keadaan  sehari-hari mereka dan keluarganya ke arah yang lebih baik.Kata Kunci : extensions, training, cold chain
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI MELALUI PENINGKATAN USAHA PROMOSI DI DESA BAHOI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18507

Abstract

AbstractIbM activities in Bahoi Village have been implemented to promote the potential of marine ecotourism. The sustainability of coastal resources with 4 ecosystems (beaches, mangrove, seagrass, and coral reefs) is the spearhead of marine ecotourism promotion. The openness of the people of Bahoi Village to receive domestic and foreign guests as well as road infrastructure to the village also become a plus attraction in promotional activities.In addition to promotional enhancement, training activities are also carried out by the Team of Dikti Dikti Faculty of Fisheries and Marine Science UNSRAT. Training activities referred to, namely graphic photo training and image processing for the purpose of marine ecotourism promotion. Activities intended for the village community after completion of this activity, can up to date information about marine ecotourism, both information photo natural resources, as well as documentation of social and cultural activities that can attract tourists through promotional efforts. Promotion is also done through mass media (Our Newspapers, Posters, and Neon Box).The result of devotion has been done by IbM Team, it can be concluded: 1) The potential of marine ecotourism in Bahoi Village has not been maximally promoted, although there have been several visits from domestic and foreign tourists, 2) Completeness of tropical coastal ecosystem which is still preserved in Bahoi Village besides potential for maritime tourism, also highly compatible for research or educational purposes, 3) promotional activities through personal contacts, has resulted in visits from US tourists for snorkeling and German tourists for research purposes; and 4) results of the IbM Team's promotion to FPIK UNSRAT , has resulted in student visits doing practical activities, so that people's income can be increased through the provision of accommodation and consumption. Likewise, tourists who come for diving and snorkeling contribute not only accommodation and consumption, as well as diving equipment rental.The result of this activity requires several follow up actions: 1) the need for District level Government support for the regulation and sanction of coastal environment protection of Bahoi Village; and 2) The need for proposed research activities related to the capacity building of village communities in supporting marine ecotourism. Keywords: coastal ecosystem, ecotourism, promotion, income AbstrakKegiatan IbM di Desa Bahoi telah terlaksana untuk mempromosikan potensi ekowisata bahari. Kelestarian sumberdaya wilayah pesisir dengan 4 ekosistem (pantai, mangrove, lamun, dan terumbu karang) merupakan ujung tombak promosi ekowisata bahari. Keterbukaan masyarakat Desa Bahoi menerima tamu domestik dan manca negara serta infrastruktur jalan raya menuju desa turut menjadi daya tarik plus pada kegiatan promosi.Selain peningkatan promosi, kegiatan pelatihan juga dilaksanakan oleh Tim IbM Dikti Fakultas Perikanan danIlmu Kelautan UNSRAT. Kegiatan pelatihan dimaksud, yaitu pelatihan foto grafi dan pengolahan gambar untuk tujuan promosi ekowisata bahari. Kegiatan dimaksudkan agar masyarakat desa setelah selesai kegiatan ini, dapat meng-up to date informasi tentang ekowisata bahari, baik informasi foto sumberdaya alam, maupun dokumentasi aktivitas sosial dan budaya yang dapat menarik wisatawan melalui usaha promosi. Promosi juga dilakukan melalui media massa (Koran SWARA Kita, Poster, dan Neon Box).Hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh Tim IbM, dapat disimpulkan : 1) Potensi ekowisata bahari di Desa Bahoi belum maksimal dipromosikan, walaupun sudah ada beberapa kunjungan dari wisatawan domestik dan manca negara, 2) Kelengkapan eksosistem pesisir tropis yang masih terpelihara di Desa Bahoi selain potensial untuk wisata bahari, juga sangat kompetibel untuk kepentingan penelitian atau wisata pendidikan, 3) Kegiatan peningkatan promosi melalui hubungan personal, telah menghasilkan kunjungan dari turis Amerika Serikat untuk tujuan snorkling dan turis Jerman untuk tujuan penelitian, dan 4) Hasil promosi Tim IbM ke FPIK UNSRAT, telah menghasilkan kunjungan mahasiswa melakukan kegiatan praktek, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat melalui penyediaan akomodasi dan konsumsi. Demikian juga turis yang datang untuk penyelaman dan snorkling memberikan kontribusi bukan saja akomodasi dan konsumsi, juga penyewaan peralatan selam.Hasil kegiatan ini memerlukan beberapa tindak lanjut berupa : 1) perlu adanya dukungan Pemerintah setingkat Kabupaten untuk peraturan dan sanksi perlindungan lingkungan pesisir Desa Bahoi; dan 2) Perlunya usulan kegiatan penelitian terkait pengembangan kapasitas masyarakat desa dalam menunjang ekosiwisata bahari. Kata Kunci: ekosistem pesisir, ekowisata, promosi, pendapatan

Page 1 of 1 | Total Record : 7