cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
PENENTUAN ZONA ALTERASI DAN PALEOTEMPERATUR BERDASARKAN KEHADIRAN MINERAL ALTERASI PADA SUMUR PSR-1 PANTAR, NTT Aton Patonah, Dudi Hermawan, Suminar Hartini, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29077

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Aramaba, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi NusaTenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik alterasi, zona alterasidan paleotemperatur sumur PSR-1 berdasarkan kehadiran mineral alterasi. Hasil analisis petrologi,petrografi dan spektra sampel core batuan, diketahui mineral-mineral sekunder yang hadir pada sumurpenelitian, antara lain smektit, illit, klorit, kalsit, kuarsa sekunder, epidot, oksida besi, zeolit, dolomit dananhidrit yang terbentuk pada pH netral, sementara gipsum, kaolinit, dan alunit terbentuk pada pH asam.Berdasarkan kemunculan mineral-mineral tersebut, zona alterasi sumur penelitian dibagi menjadi 3, yaituzona Smektit-Zeolit terbentuk pada suhu <180 oC, Zona Illit-Klorit terbentuk pada suhu 200 oC-230 oCdan Zona Klorit-Epidot terbentuk pada suhu 240 oC-290 oC. Setelah dibandingkan dengan landaian suhu,diketahui bahwa sumur penelitian mengalami pendinginan dari 180 oC s.d 290 oC temperaturpembentukan mineral ke kondisi 27.6 oC – 73.51oC temperatur landaian suhu. Pendinginan inikemungkinan disebabkan oleh penurunan temperatur sumber panas pembentuk sistem Panas BumiGunung Sirung dan juga masuknya air permukaan dan air laut melalui rekahan. Sumur penelitian masihberupa zona penudung caprock dan zona transisi, zona reservoir kemungkinan berada pada >704mKUatau lebih.Kata Kunci : Panas bumi, alterasi, paleotemperatur, Pantar
POLA PERTUMBUHAN FASIES KARBONAT FORMASI PEUTU LAPANGAN ADM, CEKUNGAN SUMATERA UTARA Iyan Haryanto, Alvin Adam Arifin, Yoga Andriana,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29082

Abstract

Lapangan ‘ADM’ merupakan lapangan penghasil hidrokarbon yang berlokasi di Blok B, CekunganSumatera Utara. Objek dari penelitian adalah Formasi Peutu pada lapangan ‘ADM’ yang telah terbukti menghasilkan gas bumi. Data-data yang digunakan dalam penelitian meliputi data batuan inti, mudlog, data wireline logging dari 3 buah sumur, dan seismik 3D untuk mengetahui litofasies, elektrofasies, fasies pengendapan, distribusi fasies, dan pola pertumbuhan fasies karbonat Formasi Peutu. Pembagian litofasies dilakukan melalui pengamatan pada batuan inti dan data mudlog untuk menginterpretasi fasies pengendapan. Pengamatan pada kurva gamma ray dan log pendukung lainnya dilakukan untuk mendukung hasil interpretasi litofasies dan fasies pengendapan. Pada daerah penelitian didapati 5 litofasies dan fasies pengendapan, yaitu Litofasies 1 Packstone-grainstone dengan fasies pengendapan outer back-reef lagoon, Litofasies 2 Grainstone dengan fasies pengendapan reef core, Litofasies 3 Wackestone-mudstone dengan fasies pengendapan inner back-reef lagoon, Litofasies 4 Grainstonepackstone dengan fasies pengendapan outer back-reef lagoon, dan Litofasies 5 Grainstone dengan fasies pengendapan reef core. Sementara pola elektrofasies dijumpai pola funnel, cylindrical, dan bell. Melalui interpretasi seismik 3D dapat diketahui distribusi fasies dari hasil korelasi batas-batas fasies pada sumur sehingga dapat memperlihatkan pola pertumbuhan fasies karbonat Formasi Peutu.
ZONA RESAPAN OPTIMAL PADA LERENG TENGGARA GUNUNG GEDE, CIANJUR, JAWA BARAT Teuku Yan W.M.I, Aulia Kamil, Hendarmawan,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29072

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat berperan dalam keberlangsungan hidupmanusia., salah satu sumber air bersih adalah air bawah tanah atau disebut dengan airtanah. Gunung Gedemerupakan Gunung api yang terletak di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi , Provinsi JawaBarat dan daerah penelitian terletak di wilayah tenggara Gunung Gede, secara administratif terletak diKecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Secara geografis terletak pada 107° 01' 00" - 107°04' 00" BT, 6° 47' 00" - 6° 50' 00" LS. Penelitian ini bertujuan menentukan zona resapan optimalmenggunakan metode overlay superimpose peta fault fracture density dengan peta isopermeability. Zonaresapan optimal diindikasikan memiliki nilai fault fracture density dan nilai permeabilitas yang tinggi.Fault fracture density merupakan analisis banyaknya kelurusan lembahan dalam satuan luas 1 km2, nilaikelurusan tersebut dapat mengindikasikan daerah rekahan akibat proses tektonik ataupun vulkaniksementara nilai permeabilitas batuan diperoleh dari uji permeabilitas di laboratorium dengan alatpermeameter dan metode falling head permeability Peta geologi juga dibuat untuk mengetahui kondisigeologi dan sebaran litologi serta kondisi struktur pada daerah penelitian serta dapat menjelaskan kondisigeologi pada zona resapan optimal. Berdasarkan penelitian ini zona resapan optimal berada di bagiantengah cenderung ke arah utara, memiliki luas 3,087 km2 atau sekitar 15,06 % dari luas total daerahpenelitian, tersusun dari litologi breksi piroklastik dan tuf.Kata kunci : airtanah, permeabilitas, resapan, cianjur
KARAKTERISTIK BATUAN TAMBANG BAWAH TANAH BIG GOSSAN KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA. Euis T. Yuningsih, Dwie H. Saputra, Fernandy Meiriyanto, Akhmad Fauzan, Mega F. Rosana,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29078

Abstract

Big Gossan adalah salah satu endapan mineral pada area tambang PT. Freeport Indonesia di Distrik Ertsberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Batuan penyusun pada daerah Big Gossan tersusun atas Formasi Ekmai dan Formasi Waripi yang telah mengalami proses alterasi hidrotermal. Tulisan ini membahas karaktesitik batuan di daerah Big Gossan kedalaman 2600 mdpl dan 2640 mdpl. Penentuan karakteristik batuan pada daerah Big Gossan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan geologi, deskripsi inti bor serta analisis petrografi. Daerah Big Gossan tersusun atas 8 satuan batuan dari tua (Kapur Akhir) ke muda (Paleosen Tengah) yaitu Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Batugamping Garnet Halus, Satuan Serpih, Satuan Batugamping Garnet Kasar, Satuan Batugamping Aktinolit – Tremolit, dan Satuan Monzodiorit. Satuan batuan pada daerah Big Gossan telah terubahkan akibat proses hidrotermal dengan intensitas lemah hingga kuat.Kata Kunci : Big Gossan, Litologi, Formasi Ekmai, Formasi Waripi.
KESTABILAN SUMUR BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOMEKANIK BATUAN PADA LADANG GAS ARUN, ACEH Yusi Firmansyah, Riza Atmadibrata, Donny Agasi Hasugian, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29074

Abstract

Pada Ladang Gas Arun, terdapat zona overpressure yang membuat perlu adanya analisis geomekaniklebih lanjut untuk menjaga kestabilan sumur dan mencegah beberapa resiko yang dapat terjadi pada saatproses pemboran seperti kick, blowout, washout, dan well breakdown. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan karakteristik geomekanik, overpressure, dan kriteria kestabilan sumur pada daerahpenelitian. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi variabel – variabel geomekanik berupatekanan pori, tekanan rekah, tekanan hidrostatik, dan tekanan vertikal adalah perhitungan empirismenggunakan data log gamma ray, log sonik, dan log densitas. Prediksi tekanan pori dan tekanan rekahmenggunakan persamaan Eaton, sedangkan untuk prediksi tekanan hidrostatik dan tekanan vertikalmenggunakan persamaan Archimedes. Tekanan pori, tekanan hidrostatik, dan tekanan vertikal digunakanuntuk mengidentifikasi kedalaman zona overpressure. Hasil dari perhitungan sebelumnya di analisismenggunakan kriteria wellbore failure menurut Cook, untuk membuat Model Wellbore Failure padasumur daerah penelitian. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada daerah penelitian terdapatoverpressure yang dimulai pada kedalaman 1558 m, dan kriteria kestabilan sumur dalam pemborandisajikan dalam Mechanical Earth Model 1D.Kata Kunci: Geomekanik, kestabilan sumur, Ladang Gas Arun, Mechanical Earth Model,overpressure
ASIES PENGENDAPAN DAN POROSITAS BATUAN KARBONAT FORMASI KUJUNG I CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA LAPANGAN “TENGAH” Reza Moh. Ganjar, Yusi Firmansyah, Atha Khawarizmy, Iyan Haryanto,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29079

Abstract

Lapangan “TENGAH” merupakan lapangan yang terletak pada formasi Kujung I pada Cekungan Jawa Timur Utara. Formasi Kujung I yang didominasi oleh serpih serta batuan karbonat terbentuk selaras dengan Kujung II yang kemudian diikuti dengan sedimen klastik yang diendapkan saat siklus besar transgresi-regresi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui jenis serta fasies pengendapan batuan karbonat dengan menggunakan data 4 sumur pada lapangan “TENGAH”. Data yang digunakan berupa core, sayatan tipis petrografi, log sumur, dan basemap. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis litofasies, elektrofasies, korelasi antar sumur, fasies pengendapan, dan perhitungan nlai porositas. Terdapat 4 litofasies yang terbentuk serta satu fasies pengendapan yaitu pada foreslope yang dibedakan bedasarkan energi tinggi dan energi rendah. Porositas yang didapat dari sayatan tipis memiliki rata-rata baik dengan fasies benthic foraminifera grainstone yang memiliki porositas tertinggi.Kata Kunci: Batuan Karbonat,Transgresi-regresi, Litofasies, Foreslope, Porositas.
GEOLOGI DAERAH JEMBARWANGI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TOMO, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT Reza Moh. Ganjar Gani , Iyan Haryanto, Diemas Purnama, Boy Yoseph CSSSA,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29075

Abstract

Dilakukan penelitian di daerah Desa Jembarwangi dan sekitarnya, Kecamatan Tomo, KabupatenSumedang, Provinsi Jawa Barat dengan tujuan untuk mengetahui kondisi dan proses geologi.Metode penelitian berupa studi pustaka, penelitian lapangan, analisis laboratorium, danpengolahan data. Hasil penelitian menunjukan di daerah penelitian terdapat enam satuangeomorfologi yaitu: Satuan Bukit Kubah Intrusi, Perbukitan Struktural Sangat Curam,Perbukitan Struktural Agak Curam, Pedataran Aluvial, Pedataran Denudasi, Bentukan HasilGunung Api. Stratigrafi yang berkembang di daerah penelitian dibagi menjadi dua belas satuanbatuan, yaitu: Satuan Batulempung (Lm), Satuan Batupasir halus kekarbonatan (Phk), SatuanBatupasir sedang kekarbonatan (Psk), Satuan Batupasir sedang (Ps), Satuan Batupasir sangathalus (Psh), Satuan Batupasir tufan (Pst), Satuan Batugamping (Bg), Satuan Batupasir halus(Ph), Satuan Konglomerat (Kl), Satuan Breksi (Bx), Satuan Tuf (Tf), Satuan Intrusi Andesit(Ia). Struktur geologi yang berkembang di daerah peelitian yaitu: Antiklin Bunut, Sinklin Bunut,Antiklin Sangiang Beuheung, Sinklin Sangiang Beuheung, Antiklin Pamuruyan, SinklinPamuruyan, Antiklin Cisaar Landeuh, Sesar Sinistral Cirendang, Sesar Naik SangiangBeuheung.
POTENSI SWELLING TANAH LAPUKAN FORMASI HALANG DI DAERAH LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH Zufialdi Zakaria, Muhamad Rizaldi Nuraulia, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29080

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada ruas jalan adalah kerusakan akibat adanya tanah yang bersifatekspansif.Tanah lapukkan Formasi Halang tersebar luas di Daerah Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tanah tersebut memiliki potensi mengembang apabila terdapat beberapa mineral lempung tertentu. Beberapa metode dilakukan untuk mengetahui potensi mengembang pada tanah melalui metode batas-batas konsistensi tanah serta uji pengembangan bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika kadar air bertambah maka batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, dan rasio pengembangan bebas akan bertambah sehingga potensi mengembang akan semakin besar, begitupun dengan bertambahnya kadar lempung dalam tanah. Dari kedua metode yang dilakukan, metode rasio pengembangan bebas paling mudah dilakukan dan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode batas-batas konsistensi tanah. Potensi tanah mengembang di daerah penelitian memiliki derajatrendah dengan nilai rasio pengembangan bebas 1.110-1.333 dengan kandungan mineral lempung yang dominan adalah campuran kaolinitik dan montmorillonitik.
PENGARUH ROCK MASS RATING TERHADAP TINGKAT KESTABILAN LERENG PADA PT. HOLCIM INDONESIA UNIT NAROGONG Hendarmawan, Abraham Nainggolan, Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29076

Abstract

Kecenderungan lereng untuk runtuh dalam kegiatan tambang terbuka dipengaruhi oleh sifat massa batuan,berdasarkan pengamatan di lapangan dan analisis laboratorium. Penelitian ini dilakukan di kuaribatugamping yang terletak di Narogong, Bogor, Jawa Barat. Hasil Rock Mass Rating (RMR) dan cirilitologi dari delapan lokasi di daerah penelitian menunjukkan hasil klasifikasi massa batuan berada didalam kelas II (Good Rock) dengan tingkat kestabilan lereng dan tipe keruntuhan yang berbeda terkhususpada tipe keruntuhan baji dan planar. Untuk menunjukkan pengaruh RMR terhadap kestabilan lereng,ditampilkan grafik yang menunjukkan hubungan RMR dengan faktor keamanan (FK). Berdasarkan hasilpengukuran diskontinuitas, analisis kinematik, dan analisis laboratorium di lokasi pengamatan yangberbeda menunjukkan nilai RMR berbanding lurus terhadap faktor keamanan. Meskipun massa batuanmemiliki nilai RMR yang relatif sama, terdapat perbedaan FK signifikan pada dua tipe keruntuhan.Gagasan yang mendasari penelitian ini adalah untuk menyarankan kajian geoteknik di setiap perusahaanpertambangan untuk meningkatkan aspek keselamatan mereka dalam stabilitas lereng karena berbagaijenis potensi keruntuhan lereng di tambang terbuka.Kata kunci: Kestabilan Lereng, FK, Sifat Batuan, Kinematik, RMR
POLA PERTUMBUHAN KARBONAT PADA FORMASI PARIGI, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Febriwan Mohamad, Undang Mardiana, M. Kurniawan, Sheila Ayu Pricilla, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29081

Abstract

Rekonstruksi model dan fasies batuan karbonat diperlukan dengan tujuan untuk menginterpretasi model sedimentasi. Hal ini disebabkan oleh fasies pada batuan karbonat yang memiliki karakteristik khas dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Konsep sikuen stratigrafi sangat penting sebagai pedoman untuk studi hubungan antar batuan dalam suatu kerangka kronostratigrafi. Penelitian ini menghasilkan kerangka sikuen stratigrafi dan pola pertumbuhan batuan karbonat pada Formasi Cibulakan Atas anggota Pre-Parigi dan Formasi Parigi di Lapangan SJ. Analisis kerangka sikuen stratigrafi dan pola pertumbuhan tersebut dilakukan dengan menggunakan integrasi data sumur dan seismik. Pertumbuhan karbonat dihasilkan seturut dengan perubahan muka air laut sebagai penyebab utamanya yang dapat diketahui berdasarkan analisis sikuen stratigrafi. Berdasarkan hasil penelitian pada setiap sumur memiliki fasies yang identik secara vertikal. Pada daerah penelitian terdiri atas dua parasikuen yangdibatasi oleh satu batas sequence boundary (SB). Setiap parasikuen tersebut menghasilkan endapan dengan karakteristik berbeda yang disebabkan oleh perbedaan proses keterbentukannya. Fase Highstand System Tract (HST) merupakan awal pembentukan Formasi Cibulakan Atas anggota Pre-Parigi. Fase Lowstand System Tract (LST) merupakan awal pembentukan Formasi Parigi yang ditandai dengan dimulainya pertumbuhan karbonat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue