cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
FORAMINIFERA PLANKTONIK SEBAGAI PENCIRI PALEOTEMPERATUR: STUDI KASUS PADA LINTASAN SUNGAI KENTENG, DESA KENTENG, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH Winantris, Nur Auliair R, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32190

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam Formasi Waturanda dan Formasi Penosogan. Secara Geografis, daerah penelitian berada pada koordinat 109032’45,3“BT dan 7033’09,1“ LS. Pengambilan 18 sampel sedimen dilakukan pada lintasan Sungai Kenteng dengan metode penampang terukur. Metode kuantitatif foraminifera planktonik digunakan untuk mengetahui kelimpahan dan paleotemperatur. Penentuan paleotemperatur dilakukan dengan mencari dan menghitung presentase dari fosil foraminifera planktonik indeks temperatur pada setiap sampel, Berdasarkan hasil penenlitian, disimpulkan paleotemperatur daerah penelitian menunjukkan temperatur hangat (>200C).Kata Kunci: Foraminifera planktonik, Formasi Waturanda, Formasi Penosogan, paleotemperatur
Biofasies Formasi Kalibeng Berdasarkan Foraminifera Bentonik Kecil Pada Lintasan Kali Dolog, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Lili Fauzielly, Nia Kusumawati, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32195

Abstract

Secara administratif daerah penelitian berada pada Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah dengan koordinat 110º 29’ 57” - 110º 30’ 00” BT dan 7º 5’ 20” - 7º 5’ 40” LS . Digunakan 17 sampel sedimen berupa batulempung dan sisipan batupasir Lintasan Kali Dolog sepanjang 210 m yang diambil setiap interval 10 m. Analisis kuantitatif foraminifera bentonik kecil dilakukan dengan mem-picking habis fosil dalam 1 gr sedimen kering. Didapatkan 64.080 individu dan 149 spesies foraminifera bentonik kecil yang digunakan sebagai analisis kluster menggunakan software SPSS 16. Berdasarkan analisis kluster daerah penelitian dibagi menjadi 4 Biofasies, yaitu Biofasies A, Biofasies B, Biofasies C, dan Biofasies D. Berdasarkan analisis biofasies lingkungan pengendapan daerah penelitian berada pada lingkungan pengendapan laut dangkal – laut dalam dengan zona batimetri neritik luar – batial tengah.Kata Kunci: Kali Dolog, foraminifera bentonik kecil, biofasies, lingkungan pengendapan
SUMBERDAYA SEAM BATUBARA FORMASI PULAU BALANG DI PT. ANUGERAH BARA KALTIM, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Yusi Firmansyah, Widodo Hermanto, Eryant Sakti, Reza Muhammad Ganjar Gani,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32191

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Blok Kelap Barat PT. Anugerah Bara Kaltim Tbk Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lapisan batubara, mengetahui persebaran lapisan batubara secara umum yang berkembang, dan mengetahui perkiraan besarnya sumberdaya batubara pada daerah penelitian. Pemilihan metode estimasi sumberdaya batubara harus sesuai dengan karakteristik geologi keterdapatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitas batubara dan metode Circural USGS. Terdapat 134 titik bor dan 17 seam batubara pada daerah penelitian. Batubara pada daerah penelitian dapat diklasifikasikan sebagai batubara peringkat high volatile C bituminous (ASTM D388 – 99). Arah persebaran batubara relatif Baratdaya – Timurlaut. Total tonase sumberdaya batubara terukur 7,104,895.44 ton, sumberdaya tertunjuk 13,327,090.97 ton, dan sumberdaya tereka 16,948,957.37 ton.Kata Kunci: Loa Janan, Estimasi, Sumberdaya, Batubara, Metode Circular USGS, Pemodelan Geologi.
PENURUNAN MUKA TANAH AKIBAT BEBAN FONDASI PADA TEMPAT CALON PEMBANGUNAN EMBUNG UNPAD, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Silvya Oktaviana , Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32196

Abstract

Salah satu perencanaan pembangunan infrastrukrtur di Jatinangor, ialah pembangunan embung. Potensi kerusakan infrastruktur embung dapat berasal dari adanya penurunan muka tanah yang memungkinkan dapat mengakibatkan ketidakstabilan fondasi embung tersebut. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geologi teknik, sehingga dapat menilai nilai daya dukung tanah dan peranan konsolidasi terhadap besar dan waktu penurunan muka tanah daerah penelitian. Analisis penurunan muka tanah dilakukan pada 3 titik bor (A1, A2, dan A3) yang direncanakan sebagai tempat peletakan timbunan (urugan) embung. Perhitungan penurunan muka tanah dilakukan menggunakan persamaan Terzaghi dan Peck dengan beban tambahan dari beban fondasi embung itu sendiri. Tanah Lempung yang diteliti berjenis CH yang berasal dari lapukan batuan tuf, serta memiliki karakteristik tekanan pra-konsolidasi yakni terkonsolidasi secara normal. Berdasarkan perhitungan daya dukung tanah di permukaan dalam kondisi keruntuhan geser umum, jenis fondasi yang cocok adalah fondasi bujur sangkar dengan nilai daya dukung yang diizinkan berkisar 0,2995 – 0,553 kg/cm2. Dengan mengasumsikan penambahan beban sama dengan nilai daya dukung yang diizinkan, dalam 3 bulan penurunan tanah yang terjadi adalah berkisar 5,145 – 12,198 cm.Kata Kunci: Konsolidasi, Penurunan Muka Tanah, Fondasi, Daya Dukung Tanah, Embung, Jatinangor.
PALEOSALINITAS DAN PALEOTEMPERATUR KALA MIOSEN AKHIR – PLIOSEN BERDASARKAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL PADA LINTASAN KALI DOLOG, JAWA TENGAH Lili Fauzielly, Bayana Eka Putri, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32192

Abstract

Stratigrafi daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Kalibeng dan secara administratif, terletak di Desa Batusari, kecamatan Mranggen dan Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Foraminifera bentonik bersifat sangat responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga baik digunakan untuk memahami dan mempelajari mengenai paleosalinitas dan paleotemperatur. Analisis kluster foraminifera bentonik kecil berasal dari tujuhbelas sampel sedimen menghasilkan empat Asosiasi sampel, yaitu Asosiasi A, Asosiasi B, Asosiasi C, dan Asosiasi D. Berdasarkan keempat Asosiasi sampel, pada Kala Miosen Akhir-Pliosen. Paleosalinitas daerah penelitian relatif stabil yaitu salinitas normal marin, sedangkan paleotemperatur dasar laut mengalami delapan kali perubahan yaitu dari dingin ke dingin-sedang.Kata Kunci : Formasi Kalibeng, Miosen Akhir-Pliosen, Foraminifera, Assosiasi sampel, Paleosalinitas, Paleotemperatur
GEOLOGI DAERAH BABAKANWARU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Reza Mohammad Ganjar Gani, Ildrem Syafri, Saras Qyla Dewanti, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32198

Abstract

Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 106° 55' 53,6" BT sampai 106° 57' 40,4" BT dan 6° 31' 19,8" LS sampai 6° 33' 59,7" LS. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi Perbukitan dan Lereng Denudasional Agak Curam, Perbuktian dan Lereng Denudasional Landai, dan Perbukitan Karst. Stratigrafi pada daerah penelitian diklasifikasikan menjadi dua berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, dimana satuan dari yang paling tua ke muda: Batulempung (Tmbl) dan Batupasir (Tmbp). Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah struktur kekar dan struktur lipatan. Secara kronologinya, kejadian geologi yang terjadi pada daerah penelitian dimulai pada Miosen Tengah dimana pada kala itu terendapkan batulempung di lingkungan laut dangkal (zona neritic tengah), lalu terendapkan batupasir secara selaras pada Miosen Tengah – Akhir. Selanjutnya, diatas batupasir terendapkan batulempung lagi dengan karakteristik yang sama dengan batulempung yang sebelumnya. Semakin ke arah utara, terdapat sisipan batugamping,yang menunjukkan terjadinya penurunan muka air laut. Hingga pada akhirnya terjadi penurunan muka air laut maksimum ditandai dengan adanya tebing-tebing batugamping Formasi Klapanunggal. Setelah semua batuan terendapkan, terjadi deformasi batuan oleh gaya endogen. Potensi sumberdaya geologi adalah sumberdaya geologi non logam (batu sungai) dan kebencanaan berupa tanah longsor.Kata kunci : Sukamakmur, Bogor, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur geologi, Sejarah geologii
IDENTIFIKASI SEAM BATUBARA FORMASI MUARA ENIM UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI GASIFIKASI BATUBARA BAWAH PERMUKAAN, PT. BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Muhammad Tressna Gandapradana, Muhammad Faried Fachier,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32193

Abstract

Penelitian ini berlokasi di daerah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dimana penelitian ini dilakukan pada salah satu lokasi pertambangan milik PT. Bukit Asam Tbk, Desa Tanjung Enim. Pemilihan batubara yang sesuai pada penelitian ini merupakan salah satu hal terpenting untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan. Kondisi batubara harus memenuhi persyaratan antara lain kondisi kedalaman, ketebalan, kadar abu, kadar air, dan kadar sulfur lapisan batubara. Penelitian ini menggunakan tujuh parameter seam batubara bawah permukaan yaitu A1, A2, B1, B2, C, D dan E yang bertujuan untuk mengetahui potensi gasifikasi batubara bawah permukaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan nilai kedalaman 262,5 – 289,8 m, ketebalan 10,95 – 12,65 m, kadar abu 4,13 – 6,77%, nilai kalori 13.277 - 13.479 btu/lb, kadar air 11,42 – 14,16% dan kadar sulfur 0,25 – 0.35%. Hasil dari seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan syarat ideal mengacu pada Underground Coal Gasification (UCG) yaitu dimana nilai kedalaman diantara 92 – 460 m dan nilai ketebalan diantara 2 – 15 m.Kata Kunci : identifikasi seam batubara, batubara muara enim, pengembangan potensi gasifikasi batubara bawah permukaan, pt. bukit asam tbk – tanjung enim
GEOLOGI DAERAH DESA KARANGTENGAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BABAKAN MADANG, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Reza Moh. Ganjar Gani, Ildrem Syafri, Rafi Daniswara, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32199

Abstract

Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 106o 54’ 00.00‖ – 106o 56’ 39.99‖ BT dan 06o 33’ 50.00‖ – -06o 36’ 29.99‖ LS. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 5 satuan berdasarkan aspek morfometri, morfografi, dan morfogenetik dari masing – masing satuan. Stratigrafi pada daerah penelitian diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, dimana satuan dari yang paling tua ke muda: Batulempung (Tmbl), Intrusi Tua (At), Tuff (Qt), dan Satuan Andesit (Am). Struktur geologi yang ditemukan pada daerah penelitian mayoritas berupa struktur kekar dan struktur lipatan. Berdasarkan kronologinya, kejadian geologi yang terjadi pada daerah penelitian dimulai pada Miosen Awal dimana pada saat itu, batulempung (Tmbl) terendapkan pada cekungan sedimen dengan lingkungan pengendapan berupa daerah laut. Setelah batulempung (Tmbl) telah terendapkan, diduga pada kala Miosen Awal – Miosen Tengah terjadi pendangkalan di daerah penelitian menyebabkan berubahnya lingkungan pengendapan menjadi tersetrial. Selanjutnya, terdapat beberapa kejadian geologi lain yang berperan sehingga menyebabkan daerah penelitian seperti sekarang ini.
KARAKTERISTIK GEOLOGI PERMUKAAN DAERAH CIKADU WETAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LURAGUNG, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah, Irvan Sophian, Mega Fatimah Rosana, Alfi Nur Afifah, Nur Khoirullah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32189

Abstract

Daerah penelitian terletak pada daerah Cikadu Wetan, Luragung, Kuningan, Jawa Barat, yang termasuk ke dalam Formasi Halang. Karakteristik litologi pada Formasi Halang berupa perselingan batupasir dan batulempung menarik untuk diteliti. Selain itu, kondisi geologi daerah penelitian dibutuhkan guna membantu dalam identifikasi potensi sumberdaya geologi maupun kebencanaan. Metode yang digunakan berupa pemetaan di lapangan dan analisis studio berupa analisis laboratorium yang berguna dalam penamaan batuan. Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh lima satuan batuan, yaitu satuan batulempung, satuan batupasir, satuan breksi vulkanik, satuan breksi laharik dan satuan tuf. Struktur geologi yang berkembang adalah kekar, sinklin Cikadu Wetan dan sesar Margamukti. Struktur geologi ini terbentuk berkaitan dengan aktivitas tektonik yang diinterpretasikan terjadi setelah satuan batupasir dan satuan batulempung terbentuk. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Miosen Akhir dengan terbentuknya satuan batulempung yang terendapkan pada lingkungan laut dalam. Kemudian terbentuk satuan batupasir (Tmbp) saat satuan batulempung sedang terendapkan. Sehingga satuan batulempung dan satuan batupasir mengalami perulangan jika dilihat dari penampang statrigrafi. Selama kurun waktu tertentu terendapkan satuan breksi laharik dan satuan tuf. Potensi sumberdaya geologi pada daerah penelitian adalah adanya mata air dan potensi kebencanaan berupa longsor yang diakibatkan oleh karakteristik dari batulempung di daerah penelitian.Kata kunci: karakteristik batuan , Kuningan, pemetaan geologi
ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA PADA DAERAH MANGUNJAYA, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, M. Abdurachman Ibrahim, Sigit A. Wibisono, Rahma Yesa, Nurdrajat, Yusi Fi
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32194

Abstract

Batubara merupakan sumber energi yang ada di Indonesia, untuk menemukan suatu daerah dengan prospek batubara yang baik dapat dilakukan dengan eksplorasi. Pencarian daerah prospek batubara memerlukan disiplin ilmu mengenai ekplorasi batubara sehingga dapat diketahui potensi endapan batubara. Potensi endapan batubara pada suatu daerah dapat diketahui dengan melakukan pemodelan geologi dan perhitungan sumber daya batubara. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data topografi, litologi, survey, data kualitas dan lain sebagainya kemudian data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak. Penelitian ini dilakukan pada daerah Mangunjaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini terdapat 4 lapisan batubara yaitu lapisan Benakat, lapisan Kebon Lower, lapisan Burung dan lapisan Mangus. Hasil pemodelan menunjukkan penyebaran lapisan batubara, kedalaman dan ketebalan lapisan batubara serta kualitas masing-masing lapisan batubara. Perhitungan estimasi sumber daya pada penelitian ini membuat daerah pengaruh pada masing-masing lapisan batubara dengan jarak titik informasi geologi sederhana, sehingga total estimasi sumber daya batubara dengan tingkat kepercayaan tereka 620.303,18 Ton, tertunjuk 321.305,77 Ton dan terukur 88.975,99 Ton.Kata Kunci: Pemodelan Batubara, Estimasi Sumber Daya, Daerah Mangunjaya

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue