cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
ARSITEKTUR ELEMEN ENDAPAN – ENDAPAN LAUT DALAM FORMASI CINAMBO PADA SEBAGIAN LINTASAN SUNGAI CILUTUNG, DESA KADUMALIK, KABUPATEN SUMEDANG - JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Fahril Ridwan, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35237

Abstract

Tulisan ini membahas arsitektur elemen Formasi Cinambo yang tersingkap disebagian lintasan Sungai Cilutung Desa Cimanintin, Kabupaten Sumedang.Formasi ini terbentuk pada Miosen awal - Miosen Akhir pada lingkungan lautdalam (lower slope – continental rise). Pengamatan detail pada singkapan dengan total panjang 933 meter sukresi batuansedimen , menujukan ada sebelas (11) litofasies dan dapat dikelompokkan dalamlima (5) asosiasi fasies. yaitu (i) Proximal Canyon, (ii) Mud Filled Channel (iii)Channel, (iv) Distal Silt-Mud lobe dan (v)Levee.
PALEOTEMPERATUR DAN PALEOKSIGEN FORMASI JATILUHUR BERDASARKAN ANALISIS KUMPULAN FOSIL FORAMINIFERA BENTONIK KECIL PADA KECAMATAN JATILUHUR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PURWAKARTA, JAWA BARAT Winantris, Rizkysafira Ishendriati, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35242

Abstract

Secara administratif daerah penelitian terletak pada Formasi Jatiluhur daerahJatiluhur dan sekitarnya, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Padageologi regional daerah penelitian masuk ke dalam Peta Geologi Regional Lembar Cianjur(Sudjatmiko, 2003) memiliki umur Miosen awal - Miosen tengah. Foraminfera bentonikmerupakan salah satu biota yang mempunyai respon baik terhadap perubahan lingkungansehingga dapat digunaan dalam penentuan paleotemperatur dan kandungan oksigen(Hallock & Larsen, 1979). Sebanyak 18 sampel sedimen diambil dari tujuh (7) singkapanpermukaan untuk analisis fosil foraminifera bentonik kecil. Selanjutnya dilakukan analisiskuantitatif berupa kelimpahan dan dominansi genus dari foraminifera bentonik kecil. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat 102 genus dan 70.300 individu foraminifera bentonikkecil serta diperoleh sembilan (9) genus terpilih sebagai penciri. Berdasarkan kelimpahandari kesembilan genus penciri, temperatur daerah peneltian relatif bersuhu dingin dengankandungan oksigen yang rendah (dysoxic).
ANALISIS AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRI DI KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Mahathir Muhammad, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35238

Abstract

Daerah penelitian ini secara geografis berada di Kecamatan Ciwaru, KabupatenKuningan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat aktivitas tektonik.Oleh karena itu daerah ini sangat menarik untuk diteliti dalam mengidentifikasiaktivitas tektonik. Dalam mengidentifikasi aktivitas tektonik ini, dilakukan analisismorfometri dengan 4 parameter yaitu Faktor Asimetri (Af), Indeks Gradien PanjangSungai (Sl), Sinusitas Muka Gunung (Smf), dan Rasio Dasar Lembah BerbandingTinggi Lembah (Vf). Hasil analisis dari ke empat aspek morfometri das, selanjutnyadiolah untuk menentukan indeks aktivitas tektonik relatif (IATR). Diketahui bahwadi daerah penelitian ini secara umum tingkat aktivitas tektonik relatifnyadidominasi oleh aktivitas tektonik sedang.
Analisis Debit Banjir Dengan Membandingkan Nilai Debit Banjir Metode Rasional Dan Kapasitas Debit Aliran Sungai Pada Sub-DAS Ciwaringin Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat M. Nursiyam Barkah, Kurnia Arfiansyah, Rinaldy Muhammad Yusuf, Bombom Rachmat,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35243

Abstract

Sub-DAS Ciwaringin yang termasuk ke dalam DAS Cimanuk secara administratif terletak diKabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Desa Mirat merupakan salah satu desa yangtermasuk ke dalam Sub-DAS Ciwaringin yang kemudian akan dikembangkan menjadi desabinaan maka perlu dipertimbangkan potensi bencana yang mungkin terjadi salah satunya yaitubanjir. Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlahpenduduk. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan kondisi tata guna lahan yang menimbulkanalih fungsi lahan dan akan berpengaruh pada peningkatan debit banjir. Metode penelitianmenggunakan metode rasional untuk perhitungan debit banjir rencana dan perhitungan kapasitasdebit aliran sungai. Nilai debit banjir pada Sub-DAS Ciwaringin mengalami kenaikan sebesar35,73% saat penggunaan koefisien pengaliran yang digunakan 2009 dan 2019. Kenaikan tersebutdisebabkan oleh perubahan tataguna lahan pada tahun 2009 dan 2019 yang menyebabkankenaikan nilai koefisien pengaliran dari 0,085 menjadi 0,116. Kemudian dari perhitungankapasitas debit aliran sungai didapatkan debitnya sebesar 215,162 m3/detik. Jika dibandingkanantara hasil perhitungan debit banjir metode rasional dengan hasil perhitungan kapasitas debitaliran sungai, potensi banjir tidak akan terjadi pasa Sub-DAS Ciwaringin. Meskipun potensibanjir tidak akan terjadi namun perlu dilakukan rencana pemanfaatan lahan yang optimal agarkenaikan debit banjir pada Sub-DAS Ciwaringin bisa tepat sasaran.
PENURUNAN PERMUKAAN TANAH DI PESISIR PANTAI UTARA JAWA, DESA BANDARHARJO DAN SEKITARNYA, KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH. Zufialdi Zakaria, Tulus Pramudyo, Irfan Sukma, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35239

Abstract

Program pembangunan di masa mendatang terutama di kota – kota besar pantai utara Jawaakan menuju kearah kawasan industri, hal ini berkaitan dengan semakin padatnya pendudukyang ada di daerah tersebut. Beberapa kota besar yang terletak di dekat pantai pada umumnyamemiliki kondisi tanah yang lunak salah satunya adalah Semarang bagian utara. Semarangmerupakan salah satu kota besar di pantai utara Jawa dengan penduduk yang cukup padat.Penurunan muka tanah terjadi di kota Semarang ini terutama daerah yang tersebar endapanaluvial. Tujuan diadakan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik dari sifatfisik tanah, serta mengetahui besar penurunan tanah yang terjadi berdasarkan perhitungan.Hasil dari perhitungan penurunan tanah menunjukan bahwa besar nilai penurunan tanah padadaerah penelitian sebesar 0.2182 meter pada BM-04, 0.1432 meter pada BM-03 dan 0.1172meter pada BM-01
PETROGENESA LAVA ANDESITIK DAERAH CIBURIAL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah, Renny Tri Fadillah, Ildrem Syafri1,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35244

Abstract

Cekungan Bandung dikelilingi oleh jajaran gunungapi, di antaranya di sebelah utaraterdiri atas Kompleks Gunungapi Sunda atau Sunda Volcanic Complex. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia sehingga dapat diketahui petrogenesalava dari Komplek Gunungapi Sunda/Tangkuban Parahu. Metode yang digunakan padapenelitian ini yaitu analisis petrologi dan analisis petrografi pada 10 sampel batuan,serta analisis geokimia menggunakan metode XRF pada 3 sampel batuan terpilih.Berdasarkan analisis tersebut didapatkan data bahwa batuan merupakan lava andesitberstruktur masif, vesikuler, autobreksia, dan kekar kolom. Selain itu seri magma yangmembentuk lava pada daerah penelitian adalah seri calc-alkaline. Diketahui jugabahwa lava pada daerah penelitian terbentuk pada tatanan tektonik busur kepulauantepatnya island arc calc-alkaline dan berinteraksi dengan kerak benua serta kedalamanmagma asal berkisar ±184-203 km pada Zona Benioff
AKTIFITAS TEKTONIK BERDASARKAN ASPEK Rb, Dd, Smf, dan Vf PADA SUBDAS CIUJUNG TENGAH, SERANG, BANTEN Nur Khoirullah, Taufik Yasir Sukarda,Raden Irvan Sophian
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35235

Abstract

Daerah penelitian bearada pada sub-DAS Ciujung tengah,dengan posisi daerahpenelitian yang berdekatan dengan gunungapi karang menjadikan daerah penelitianmenarik untuk diamati, karena aktivitas tektonik dapat memicu terjadinya bencanaalam,penting untuk mengetahui aktifitas tektonik pada suatu daerah.Pada daerahpenelitian jenis batuan penyusunya adalah batuan vulkanik yang berasal dari GunungKarang. metode pendekatan kuantitatif terhadap aspek morfometri dilakukan untukmengindentifikasi aktivitas tektonik.Aspek morfometri yang digunakan adalah rasiopercabangan sungai (Rb), Kerapatan Pengaliran (Dd), sinusitas muka gunung (Smf),dan rasio perbandingan lebar dasar lembah dengan tinggi lembah (Vf). hasil analisisempat aspek morfometri menunjukkan bahwa pada daerah penelitian aktivitastektonik nya rendah, mengindikasikan daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitastektonik yang tidak begitu signifikan sehingga erosi yang terjadi akan lebihsignifikan, dengan ini menunjukkan bahwa aspek yang digunakan dapat memberikangambaran umum aktifitas tektonik daerah penelitian yaitu aktifitas tektonik yangrendah.
GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON DENGAN METODE VOLUMETRIK BERDASARKAN INTERPRETASI DATA SEISMIK 2D DAERAH CEKUNGAN TANIMBAR Dwi Sunu Herutomo, Nisa Ilmi,Edy Sunardi, Lisa Lamba, Iyan Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35240

Abstract

Daerah Cekungan Tanimbar termasuk kedalam Busur Banda Luar yang terdiri dari serangkain kepulauan beserta palunglaut dalam dan kompleks fold-thrust-belt sebagai hasil dari evolusi tektonik yang kompleks. Penemuan lapangan migasdi bagian selatan Busur Banda serta hasil analog dengan bagian utara Kontinen Australia mengindikasikan adanya potensihidrokarbon di area ini. Namun belum banyak penelitian serta studi mendalam mengenai daerah ini. Studi ini dilakukanuntuk menginterpretasi keadaan bawah permukaan berdasarkan data seismik serta perhitungan cadangan potensihidrokarbon dengan menggunakan metode volumetrik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa daerah penelitian beradapada zona tektonik kompleks yang berlangsung selama Mesozoikum, Neogen hingga Kuarter, ditunjukan dengan struktursesar naik yang berkembang pada asosiasi fold-thrust-belt serta sesar normal yang umumnya berkembang pada KontinenAustralia. Stratigrafi yang berkembang analog dengan yang ditemukan pada bagian utara Cekungan Bonaparte, namundengan ketebalan yang minim. Ditemukan dua closure yang tersebar di bagian selatan dan utara daerah penelitian dengankemungkinan reservoir Formasi Plover Atas berumur Jura. Hasil perhitungan cadangan hidrokarbon berupa gas (IGIP)dengan metode volumetrik sebesar 7,51 Tcf pada lead 1, dan untuk lead 2 sebesar 60,64 Tcf
NILAI KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI DANGKAL PADA DAERAH X, PULAU SERAM, MALUKU Raden Irvan Sophian, Ilham Gulamanzaki , Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35236

Abstract

Analisis terhadap kapasitas daya dukung serta penurunan pondasinya dibutuhkan untukmeminimalisir kemungkinan terjadi keruntuhan pada bangunan. Daerah penelitian berada di PulauSeram, Provinsi Maluku. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi besar kapasitas dayadukung pondasi dangkal serta penurunannya berdasarkan kondisi kekuatan dari material penyusunpada daerah penelitian. Metode penelitian kuantitatif menggunakan persamaan dari Mayerhoff danBurland untuk mendapatkan nilai daya dukung serta besar penurunannya. Hasil menunjukan bahwadaerah penelitian memiliki nilai yang beragam pada setiap titik bor. TB-5 memiliki nilai kapasitasdaya dukung izin (qa) terbesar yaitu 8,47 t/m2, dengan penurunan pondasi terkecil yaitu 0,207 cm. TB-4 memiliki qa terkecil dengan 0,34t/m2 dan penurunan pondasi terbesar yaitu 3,068 cm. Berdasarkanhasil penelitian, pada daerah ini diperlukan perkuatan pada pondasi untuk meningkatkan nilai dayadukung.Kata Kunci: Kapasitas Daya Dukung, Penurunan Pondasi, Pondasi Dangkal, Pulau Seram
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING BAGIAN ATAS FORMASI BATURAJA DI LAPANGAN “VE”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Yusi Firmansyah, Asep Ginanjar, Verrent Hervania Anwar,Reza M. Ganjar G,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35241

Abstract

Daerah penelitian terletak di Lapangan ‘VE’ yang berada pada Bagian Atas FormasiBaturaja Cekungan Sunda. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan fasies danlingkungan pengendapan yang berkembang di daerah penelitian. Analisis fasies danlingkungan pengendapan dilakukan dengan mengintegrasikan data batuan inti,wireline log dan completion log. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan9 litofasies yang dikelompokkan menjadi 2 fasies yang terendapkan pada 1lingkungan pengendapan yaitu fasies wackestone to floatstone dan fasieswackestone to packstone yang terendapkan di lingkungan back reef lagoon. Keduafasies dan lingkungan pengendapan ini memiliki persebaran yang merata padalapangan penelitian yang digambarkan pada penampang fasies dan lingkunganpengendapan pada sumur-sumur penelitian yang merupakan hasil akhir daripenelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue