cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN KARBONAT FORMASI BATURAJA BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DI LAPANGAN ‘TI’ CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yusi Firmansyah, Lia R Ketaren, Arnaz Ayuba, Tiwi Oktarisma, Febriwan Mohamad,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41409

Abstract

Minyak dan gas bumi saat ini masih berperan penting sebagai bahan bakar dalam industri. Lapangan ‘TI’ terletak pada Sub Cekungan Jambi, Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah penghasil hidrokarbon. Daerah penelitian berfokus pada Formasi Baturaja. Data yang diolah berupa wireline log dari 4 sumur, data core dan juga data mudlog dari Sumur TI-1. Pada analisis fasies dan lingkungan pengendapan terdapat 3. Pada interval subarkose di lingkungan pengendapan off reef pada bagian open shelf. Selanjutnya yang kedua terdapat fasies foraminifera wackestone dengan karakteristik batugamping yang mengandung butiran pasir halus. Pada fasies tersebut terdapat di lingkungan pengendapan reef core. Ketiga, terdapat fasies coral mudstone-dolostone dengan karakteristik batulanau yang sedikit sampai butiran pasir halus yang terdapat di lingkungan pengendapan outer lagoonal. Berdasarkan perhitungan petrofisika didapatkan nilai cut off vsh sebesar 40%, cut off phie sebesar 3%, dan cut off sw sebesar 70%. Hasil analisis dan perbandingan pada setiap sumur, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa sumur TI-1 dan TI-2 terdapat di lingkungan pengendapan reef core dan juga outer lagoonal memiliki kualitas terbaik dengan kandungan hidrokarbon yang baik. Sehingga untuk masa yang akan datang dalam eksplorasi dan pengembangan lebih lanjut dapat berfokus pada fasies tersebut untuk meningkatnya efektifitas pengembangan lapangan.Kata Kunci: Fasies, Petrofisika, Formasi Baturaja, Sub Cekungan Jambi, Lingkungan Pengendapan, Well log.
PERBANDINGAN METODE BISHOP SIMPLIFIED DAN MORGENSTREN PRICE DALAM ANALISIS PROBABILITAS KELONGSORAN DESAIN LERENG STABIL MUDCELL PROYEK IN PIT DUMP (IPD) PT. BERAU COAL Cipta Endyana, Dhehave Riaviandhi, Martinus Geraldi,, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41414

Abstract

PT. Berau Coal merupakan salah satu perusahaan tambang batubara terbuka yang memiliki beberapa site diantaranya adalah BMO-1, BMO-2, LMO, SMO, PMO, dan GMO. Lokasi penelitian dilakukan pada Site BMO 1 Pit_XY dengan jumlah fleet yang beroperasi adalah 2 buah. Hal ini menandakan bahwa keberlangsungan produksi pada Pit tersebut memiliki beberapa kendala operasional seperti tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir atau rembesan lereng dan jarak hauling yang cukup jauh. Secara LOM (life of mine), Out Pit Dump (OPD) XY memiliki kapasitas disposal 418.788 BCM pada jarak 3.12 Km dari front loading, namun saat ini masih tersisa 1.3 juta BCM dengan jarak actual OPD_XY 3.12 Km. Oleh karena itu dilakukan rekomendasi in pit dump sebagai opportunity untuk mengurangi hauling distance. Lereng Stabil reduce distance dapat meningkatkan angka produktivitas bagi perusahaan karena mempercepat cycletime unit maupun system, namun dalam membuat perencaannya, peneliti perlu menganalisis kestabilan lereng daerah penilitian, sehingga selain aspek produktifitas, aspek keselamatan juga dipertimbangkan. Untuk merealisasikan rencana reduce distance, maka direncanakan pembentukan mudcell IPD_XY sebagai area dumping overburden yang baru dengan kapasitas 678,736 BCM, untuk itu perlu dilakukan pembuatan desain staging mudcell dan juga kajian geoteknik pada perencanaan staging geometri lereng disposal / dinding penahan air yang aman (FK ≥ 1,5) pada area tersebut. Dalam perhitungan analisis, metode yang digunakan untuk mencari nilai angka Faktor Keamanan (FK) dan Probabilitas Kelongsoran (PK) lereng timbunan mudcell yaitu metode Bishop Simplified dan Morgenstren-Price. Dari hasil perhitungan simulasi yang ada, nilai angka FK dan PK yang dihasilkan dalam perhitungan Bishop cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan perhitungan Morgenstren-Price pada semua simulasi yang dilakukan, sehingga perhitungan Bishop dapat digunakan sebagai acuan pesimistik pada penelitian ini.Kata kunci: Probabilitas Kelongsoran, Faktor Keamanan, Lereng Timbunan, Bishop Simplified, Morgenstren-Price
SEJARAH PEMENDAMAN (BURIAL HISTORY) SUMUR X DAN Y DI SUB-CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Metriolani Aurellia,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41410

Abstract

Sub-Cekungan Jambi merupakan salah satu sub-cekungan dari Cekungan Sumatera Selatan yang terletak di sebelah Utara dan telah terbukti dapat menghasilkan hidrokarbon. Cekungan Sumatera Selatan termasuk dalam cekungan belakang busur yang terbentuk akibat penunjaman pada Mesozoic Tengah antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia. Sejarah pemendaman suatu cekungan dapat diketahui melalui pemodelan dengan menggunakan software PetroMod 1D. Selain itu, dari pemodelan tersebut juga dapat diketahui pemodelan kematangannya. Data yang dibutuhkan dalam membuat suatu pemodelan berupa nilai vitrinite (%Ro), litologi, temperatur, top formasi, erosi, umur pengendapan, biostratigrafi, dan beberapa data lainnya. Hasil dari pemodelan didapatkan bahwa sejarah pemendaman pada sumur X dan Y dimulai dari terendapkannya Formasi Talang akar pada Oligosen hingga Formasi Muara enim pada Miosen Akhir. Kematangan hidrokarbon pada sumur X dan Y sudah memasuki fase early oil bahkan main oil.Kata Kunci : Sub-Cekungan Jambi, Sejarah Pemendaman (Burial History), Kematangan Hidrokarbon.
DETERMINASI ZONA RESERVOIR DENGAN DATA MAGNETOTELURIK DI ZONA PROSPEK PANAS BUMI TELAGA NGEBEL, JAWA TIMUR Yusi Firmansyah, Muhammad Kurniawan Alfadli, Zelya Agitha H., Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41415

Abstract

Penelitian mengenai determinasi zona reservoar yang telah dilakukan di daerah Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran resistivitas sehingga dapat diketahui sistem panas bumi pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam pengolahan data ini adalah metode magnetotelurik, akuisisi data magnetotelurik dilakukan sebanyak 40 titik yang terbagi menjadi 4 lintasan. Berdasarkan hasil pengolahan data magnetotelurik diperoleh rentang nilai resistivitas berkisar antara 0 Ω.m – 2000 Ω.m. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sistem panas bumi di daerah Telaga Ngebel terdiri dari lapisan penudung dengan nilai resistivitas kurang dari 10 Ω.m, lapisan reservoar dengan nilai resistivitas 10 Ω.m hingga 239 Ω.m, dan lapisan sumber panas dengan nilai resistivitas lebih dari 239 Ω.m.Kata kunci: magnetotelurik, panas bumi, reservoar, Telaga Ngebel
ZONA PROSPEK RESERVOIR HIDROKARBON BERDASARKAN DATA WELL LOG DI LAPANGAN “CK” FORMASI BATURAJA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Febriwan Mohamad, Andika Widyasari, Viska Salsanur Anisa, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41411

Abstract

Lapangan CK merupakan salah satu lapangan minyak bumi yang berlokasi di Cekungan Sumatera Selatan. Penelitian ini difokuskan pada Formasi Baturaja sebagai zona prospek reservoir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan, mengetahui sifat petrofisika reservoir sehingga dapat mengkaitkan hubungannya dengan fasies yang ada di Lapangan CK. Penelitian ini dilakukan menggunakan data sumur (5 sumur), data mudlog, data core, data well test, dan depth structure map. Berdasarkan hasil analisis elektrofasies, terdapat 5 fasies dari Lapangan CK 5 fasies, yaitu(1) Fasies Packstone 1, (2) Fasies Wackestone 1, (3) Fasies Packstone 2, (4) Fasies Wackestone 2, (5) Fasies Packstone 3 dengan lingkungan pengendapan back reef lagoon (Pomar, 2004) atau inner ramp (Nichols,2009). Tebal net pay untuk masing-masing sumur berurutan dari CK-1 hingga CK-5 adalah 139,5 ft, 98 ft, 85 ft, 120 ft, dan 29,5 ft dengan rata-rata nilai Vsh adalah 3%, 4%, 3%, 3%, dan 5%; Rata- rata nilai ф adalah 25%, 25%, 27%, 29%, dan 27% kualitas sangat baik – istimewa (Koesoemadinata, 1978); Rata-rata nilai Sw pada tiap sumur adalah 35%, 34%, 30%, 26%, dan 40%. Hasil evaluasi kalkulasi petrofisika didapatkan zona potensi hidrokarbon lebih baik pada Zona Upper Baturaja yang menyebar baik di bagian tengah lapangan CK.Kata kunci: Well log, Petrofisika, Elektrofasies, Formasi Baturaja
MEKANISME OVERPRESSURE PADA SUMUR GF, LADANG GAS ARUN, ACEH Yusi Firmansyah, Ghalib Fawzia, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41416

Abstract

Objek penelitian dilakukan pada Sumur GF yang terletak di Blok B Ladang Gas Arun, Aceh. Ladang Gas Arun terletak di Cekungan Sumatra Utara. Pada Ladang Gas Arun ditemukan overpressure. Untuk mengetahui titik kedalaman ditemukannya overpressure perlu dilakukan perhitungan terhadap nilai-nilai tekanan yang ada pada sebuah sumur pemboran. Data tekanan yang perlu diketahui adalah tekanan hidrostatik, tekanan pori, tekanan vertikal (tekanan overburden), dan tegangan efektif. Untuk mengetahui tekanan hidrostatik dan tekanan vertikal menggunakan hukum Archimides, dimana data yang dibutuhkan adalah nilai kedalaman, berat jenis fluida dan bulk, dan nilai gravitasi bumi. Untuk mengetahui nilai tekanan pori menggunakan persamaan Eaton, dimana data yang dibutuhkan adalah data tekanan hidrostatik, tekanan vertikal, nilai interval waktu pada tren kompaksi normal, dan nilai interval waktu terukur. Nilai tegangan efektif didapatkan dari selisih tekanan overburden dan tekanan pori. Untuk menentukan mekanisme terjadinya overpressure menggunakan parameter yang dilakukan oleh Ramdhan, data yang diperlukan merupakan data log sonik, log densitas, data tekanan, dan data porositas. Pada penelitian ini data yang digunakan berupa data log sonik, log densitas, dan data tekanan. Pada Sumur GF, titik awal terjadinya overpressure terdapat pada kedalaman 1292 meter. Mekanisme overpressure yang terjadi pada Sumur GF berupa mekanisme unloading.Kata Kunci : Tekanan Pori, Tekanan Vertikal, Overpressure
KARAKTERISASI GUGUS FUNGSIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMATANGAN BATUBARA FORMASI STEENKOOL, CEKUNGAN BINTUNI, KABUPATEN TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT Ahmad Helman Hamdani, Reza Moh. Ganjar Gani, Rizal Muhammad Faishal,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41407

Abstract

Pemahaman mengenai struktur molekul batubara dapat digunakan sebagai dasar penentuan karakteristik dan kualitas dari batubara sehingga penggunaan batubara dapat dilakukan secara tepat dan efisien. Daerah penelitian terletak di Formasi Steenkool, pada Cekungan Bintuni. Penelitian ini, bertujuan untuk meneliti karakterisasi gugus fungsional kimia batubara terhadap parameter kematangan batubara Vitrinite Reflectance (Ro) di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis FTIR (Fourier-Transform Infrared Spectroscopy) pada 6 sampel batubara terpilih. Hasil analisis menunjukan rentang nilai dari parameter struktural yang tersebar di beberapa grup fungsional kimia batubara, terdapat 4 parameter yang menunjukan kenaikan nilai tren seiring bertambahnya nilai Vitrinite Reflelctance (Ro), yaitu parameter ƒa, DOC, I, A(CH2)/A(CH3). Parameter lainnya menunjukan penurunan nilai tren seiring bertambahnya nilai Ro, parameter tersebut yaitu Hal/H, Faktor C, dan (R/C)u.Kata Kunci: batubara, struktur molekul, Formasi Steenkool, gugus fungsional, FTIR
DAYA DUKUNG PONDASI DALAM PADA TANAH LAPUKAN FORMASI CITALANG BERDASARKAN N-SPT Iyan Haryanto, Shinta Ayu, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41412

Abstract

Suatu pembangunan harus memiliki kajian mengenai tanah dan tanah dasar terkait daya dukungnya. Daya dukung tanah merupakan kemampuan tanah untuk menahan beban kontruksi, daya dukung tanah dikaji agar pondasi tidak mengalami penurunan dan keruntuhan geser berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besaran nilai daya dukung pondasi pada tanah lapukan Formasi Citalang daerah Subang. Metode yang digunakan ialah Metode Meyerhoff (1976) berdasarkan nilai SPT lapangan pada tiga titik bor. Hasil penelitian menunjukan nilai SPT yang cenderung naik turun dan nilai daya dukung cukup bervariatif berkisar BH-01 = 28,13–398,02 ton, BH-02 = 8,35–388 ton, dan BH-03 = 22,16–351,5 ton.Kata kunci: Daya dukung, N-SPT, Pondasi dalam
GEOLOGI DAERAH CIRANGKONG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIJAMBE, KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Euis Tintin Yuningsih, Bella Chyntia
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41408

Abstract

Secara geografis, daerah penelitian terletak antara 107̊ 43’ 12.951” BT sampai 107̊ 45’ 55.878” BT dan 6̊ 37’ 8.55” LS sampai 6̊ 39’ 9.064” LS dengan luas daerah penelitian 25 km2. Sedangkan secara administratif, daerah penelitian termasuk ke dalam Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis data sekunder berdasrkan pemetaan terdahulu. Pola pengaliran sungai pada daerah penelitian terbagi menjadi dua yaitu pola sub- angular dan pola dendritik . Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Landai Denudasional, Satuan Perbukitan Agak Curam Vulkanik, Satuan Perbukitan Tinggi Agak Curam Vulkanik, dan Satuan Perbukitan Agak Landai Vulkanik. Berdasarkan analisis DEM (Digital Elevation Model), arah kelurusan berarah barat laut – tenggara. Urutan stratigrafi daerah penelitian terbagi atas 4 satuan, dari tua ke muda ialah Satuan Batulempung (Tpbl), Satuan Tuf (Qt), Satuan Breksi Vulkanik (Qbv), dan Satuan Lava Andesit (Qba). Daerah penelitian memiliki potensi pertanian dan budidaya rambutan dan gula aren, serta memiliki potensi kebencanaan geologi yaitu longsor.Kata Kunci : Geomorfologi, Geologi, Stratigrafi , Sejarah, Potensi
OPTIMISASI LERENG HIGHWALL TAMBANG BATUBARA TERBUKA SIKUI PROJECT AREA BERDASARKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS MORGENSTREN PRICE Ismawan, Wawan Gunawan, Hilfi Taufiqul Rahman, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41413

Abstract

Pada kegiatan pertambangan, aspek yang perlu diperhatikan diantaranya adalah keselamatan dan produksi. Masalah yang sering timbul dalam proses penambangan metode tambang terbuka yaitu longsor. Rekayasa geoteknik diperlukan sebagai salah satu instrumen terlaksananya kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, dilakukan analisis kestabilan lereng pada lereng highwall Pit X untuk mengoptimisasi kondisi aktual lereng apabila masih dalam kondisi stabil. Optimisasi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi batubara dengan faktor keamanan yang stabil. Lokasi penelitian berada di Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas Morgenstern – Price. Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah Mohr – Coloumb dan Generalized Hoek – Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng highwall pada section A – A’ dan B – B’ dapat dilakukan optimisasi dengan melakukan penambahan bench serta perubahan sudut dan tinggi pada bench yang ada. Optimisasi dilakukan dengan menaikan sudut dan ketinggian lereng pada setiap kondisi lereng yang dapat dilakukan optimisasi dengan acuan nilai faktor keamanan yang dihasilkan mendekati 1,25 dan berada dalam kondisi stabil sehingga dijadikan sebagai desain optimisasi lereng.Kata Kunci: Kestabilan Lereng, Optimisasi, Faktor Keamanan, Highwall

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue