cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
PROSPEK RESERVOIR HIDROKARBON PADA FORMASI GABUS(ZONA-1), CEKUNGAN NATUNA BARAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DAN ANALISIS FASIES Reza Mohammad, Haniva Navilova, Muhammad Farhan R, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53327

Abstract

Lapangan FR merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang terletak di Cekungan Natuna Barat, Penelitian ini difokuskan pada Formasi Gabus (Zona-1) sebagai zona prospek reservoir. Penelitian ini menggunakan data sumur (44 sumur) dan data conventional core. Berdasarkan analisis litofasies, pada Lapangan FR terdapat sembilan jenis litofasies, yaitu serpih masif, batupasir halus bioturbasi, batupasir halus lentikular, batupasir halus masif, dan batulempung masif, batupasir halus ripple laminasi, batupasir kasar masif, batulempung karbonan, dan batulempung root cast. Hasil analisis elektrofasies menunjukkan adanya pola log bell shape dan funnel shape. Berdasarkan analisis batuan inti dan elektrofasies, asosiasi fasies pada interval reservoir diinterpretasikan distributary channel dan distributary mouthbar serta diinterpretasikan berada pada lingkungan pengendapan distributary channel pada sistem delta. Nilai analisis properti petrofisika pada Formasi Gabus Zona-1 pada pay zones di Lapangan FR adalah clay volume berkisar antara 23.3% – 32.7%, porositas efektif berkisar antara 9.7% - 13.8%, dan saturasi air berkisar antara 53.6% - 76.6%. Hasil evaluasi perhitungan petrofisika didapatkan zona reservoir terbaik terdapat pada sumur A-14 dan A-15 dengan fasies distributary channel karena zona tersebut memiliki penyebaran yang baik pada daerah penelitian.Kata kunci: Cekungan Natuna Barat, litofasies, elektrofasies, asosiasi fasies, properti petrofisika.
Fasies dan Lingkungan Pengedapan Cibulakan Bagian Atas di Lapangan ‘RAZJ’ Cekungan Jawa Barat Utara Febriwan Mohammad, Adnanda Albarrazjani S, Undang Mardiana
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53322

Abstract

Lapangan 'RAZJ' merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang berada di Cekungan Jawa Barat Utara. Penelitian dilakukan pada interval 1200 - 1600 m MD yang merupakan salah satu penghasil minyak terbesar dari Formasi Cibulakan Bagian Atas. Penelitian dilakukan untuk melakukan analisis fasies pada interval reservoir dengan menentukan elektrofasies, stratigrafi lapisan, litofasies dan perhitungan elektrofasies. Berdasarkan analisis pada persebaran sumur dengan metode elektrofasies terdapat pola aggrading dengan mencirikan cynlindrical dan serrated shape, prograding dengan ciri funnel shape, dan retrograding dengan ciri bell shape. Hasil analisis batuan inti menunjukkan bahwa litofasies terdapat 6 litofasies yaitu : batupasir sedang, batupasir halus, kontak batupasir sedang dengan batu gamping wackestone, batu gamping wackestone, batupasir halus perselingan batu lempung dan batupasir sisipan batu lempung.ada daerah penelitian yang diendapkan pada lingkungan pengendapan laut dangkal dengan Paparan Karbonat yang terdiri dari 3 fasies yaitu tide dominated shelves, storm dominated shelves, dan shelves platform dengan arah pengendapan yang berarah dari barat ke timur.Kata Kunci: elektrofasies, stratigrafi, litofasies, karakteristik reservoir, Formasi Cibulakan Bagian Atas, lingkungan pengendapan laut dangkal, Cekungan Jawa Barat Utara
HUBUNGAN ROCK MASS RATING (RMR) DENGAN DAYA DUKUNG FONDASI DALAM DI KAWASAN IBUKOTA NEGARA (IKN), KALIMANTAN TIMUR Reza Muhammad Ganjar Gani, Thomas Maman Sudirman, Rafki Vendiza, Zulfialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53328

Abstract

Daerah penelitian berada pada kawasan Ibukota Negara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi geologi teknik berupakualitas massa batuan, daya dukung pondasi dalam, dan hubungan antara keduanya berdasarkan data hasil pemboran dan Soil Penetration Test (SPT) sebagai penyelidikan awal dalam perancangan bangunan-bangunan besar pada daerah penelitian. Kualitas massa batuan pada kedua lubang bor berkisar antara 41 – 71, dikategorikan sebagai poor rock – fair rock (Bieniawski, 1989). Nilai rata-rata daya dukung izin pada BH-1 sebesar 290 ton, sedangkan pada BH-2 sebesar 305 ton. Berdasarkan hasil analisis regresi terhadap nilai rock mass rating dan daya dukung izin pada dua lubang bor, didapatkan angka koefisien korelasi sebesar 0,708 termasuk dalam kategori kuat (Sugiyono, 2010). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin bagus kualitas massa batuan maka nilai daya dukung izin juga semakin besar, dan sebaliknya.Kata Kunci : Geologi Teknik, Soil Penetration Test, Rock Mass Rating, Daya Dukung
ANALISIS POTENSI KERUNTUHAN BERDASARKAN ORIENTASI STRUKTUR KEKAR PADA LERENG HIGH WALL PIT X PT BERAU COAL Ismawan, Sindu Umboro, Tiara Yutika R, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53318

Abstract

Pit X merupakan salah satu pit aktif milik PT Berau Coal yang terletak di Kabupaten Berau,Provinsi Kalimantan Timur dan secara geologi regional termasuk ke dalam area strukturkompleks. Selama proses penambangan berlangsung, banyak dijumpai longsoran yang dipicuoleh struktur geologi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruhstruktur kekar yang ada pada area tambang, sehingga dapat mengantisipasi dan mengurangirisiko longsoran yang mungkin terjadi, serta mengoptimalkan kegiatan penambanganbatubara yang sedang berlangsung. Untuk mengetahui pengaruh struktur kekar terhadapkondisi kestabilan lereng digunakan metode analisis kinematika. Hasil analisis kinematikamenunjukkan nilai probability of failure (PoF) yang didapatkan memiliki nilai rentang 0% -27.86% dengan potensi tipe longsoran terbesar adalah tipe longsoran baji.Kata Kunci : Analisis kinematika, kestabilan lereng, kekar, potensi kelongsoran
DISTRIBUSI DAN POLA PERTUMBUHAN BATUAN KARBONAT PADA LAPANGAN “HAL”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA DENGAN MENGINTEGRASIKAN DATA LOG SUMUR DAN SEISMIK Febriwan Mohamad, Noor Cahyo Wibowo, Hilmi A. Labiib, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53323

Abstract

Formasi Parigi merupakan suatu bentuk carbonate build-ups yang secara umum sangat porous dan sering mengandung gas yang dalam jumlah yang besar. Sebagai salah satu komponen dalam petroleum system, pengetahuan terhadap reservoir batuan karbonat Formasi Parigi, baik berdasarkan distribusi dan pola pertumbuhannya menjadi penting untuk diketahui. Penelitian ini dilakukan pada Lapangan “HAL” yang berada di Struktur Subang dengan mengintegrasikan data log sumur dan seismik 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasies batuan karbonat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Fasies A (wackestone to packstone dengan sisipan dolomit dan serpih) dan Fasies B (mudstone to packstone). Berdasarkan karakteristik litologi, batuan karbonat Formasi Parigi terendapkan pada lingkungan back-reef lagoon. Namun, hasil pengamatan dari penampang seismik dan peta time structure menunjukkan bahwa batuan karbonat Formasi Parigi daerah penelitian terendapkan pada lingkungan shelf margin. Pola elektrofasies yang teramati berupa serrated, funnel, cylindrical, dan bell. Terjadi sekitar delapan kali siklus karbonat selama pembentukan batuan karbonat daerah penelitian. Terdapat kenaikan nilai resistivitas dan adanya separasi kurva log densitas-neutron pada Fasies B daerah penelitian. Kondisi pada kedua log tersebut patut dianalisis lebih lanjut karena dapat menjadi pertanda adanya suatu reservoir hidrokarbon.Kata Kunci: batuan karbonat, Formasi Parigi, fasies, distribusi, pola pertumbuhan.
KARAKTERISASI RESERVOIR HIDROKARBON PADA LAPANGAN “GHAZIAN”, FORMASI TALANG AKAR BAGIAN BAWAH, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN, BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA Yusi Firmansyah, Andri Praptono, La Ode Ghazian Brilliant H, Edy Sunardi,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53319

Abstract

Lapangan “Ghazian” terletak di Cekungan Sumatra Selatan dan berlokasi di arah Barat Laut dari KotaJambi. Penelitian ini berfokus pada reservoir Formasi Talang Akar Bagian Bawah. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan, mengetahui properti batuan reservoir,serta mengetahui hubungan antara fasies dengan properti batuan reservoir, Penelitian ini dilakukan pada6 sumur dengan menggunakan data well log, data batuan inti, dan data SCAL. Berdasarkan hasilanalisis, terdapat 4 fasies yang berkembang di daerah penelitian, yaitu SH (Blocky Shalestone), SFM(Shalestone to fine - medium sandstone), MVC (Medium to very coarse sandstone), dan SVFM(Shalestone to very fine-medium sandstone). Hasil analisis dan korelasi fasies menunjukkan bahwakeempat fasies yang teramati berasosiasi dengan endapan channel, point bar, creavesse splay, danfloodplain dengan lingkungan pengendapan fluvial. Adapun, berdasarkan evaluasi nilai petrofisika padaLapangan “Ghazian” didapatkan hasil bahwa asosiasi fasies channel memiliki nilai rata-rata volumeshale yang paling rendah diantara fasies lain yaitu dengan rentang 7-16,9%. Disamping itu, porositas,saturasi air, dan permeabilitas paling baik di antara seluruh fasies juga ditunjukkan oleh fasies yangsama yang memiliki rentang nilai porositas 14-18%, SW sebesar 46-100% serta nilai permeabilitassebesar 12-58,47 mD.Kata Kunci : Log Sumur, Fasies, Petrofisika, Formasi Talang Akar
KARAKTERISASI GEOKIMIA MAJOR ELEMENT & TRACE ELEMENT ABU VULKANIK GUNUNG API GAMALAMA DAN GUNUNG API SINABUNG Johanes Hutabarat, Sofyan Primulyana, Fadilla Anjasmara, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53324

Abstract

Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia menciptakan dinamika geologi yang unik dan salah satunya adalah aktivitas vulkanik. Seperti dua Gunungapi Tipe A yang aktif yakni Gunungapi Gamalama di Ternate, dan Gunungapi Sinabung di Sumatera Utara. Erupsi gunung api adalah fenomena keluarnya magma dari dalam bumi. Erupsi dapat dibedakan menjadi erupsi letusan dan erupsi efusif. Jenis erupsi yang terjadi ditentukan oleh banyak hal seperti kekentalan magma, kandungan gas di dalam magma, dan kedalaman dapur magma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi kimia abu vulkanik dari hasil erupsi kedua gunungapi tersebut, serta mengetahui hubungan abu vulkanik terhadap magma. Identifikasi ini diharapkan dapat menambah data geokimia abu vulkanik gunung api. Abu vulkanik dianalisis dengan metode analisis X-Ray Fluorescence (XRF). Unsur utama dan unsur jejak komposisi abu vulkanik dapat diketahui dengan uji analisis XRF yang dari itu dapat menentukan komposisi kimia dari magma gunungapi tersebut karena kandungan unsur utama dan unsur jejak dapat digunakan untuk analisis batuan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa batuan pada Gunung api Sinabung berupa Andesit berafinitas kalk-alkali tinggi dan batuan Gunung api Gamalama berupa Basaltic andesit dengan afinitas kalk-alkali sedang, kedua produk erupsi gunung api ini berasal dari magma lempeng benua atau continent yang bersifat asam, yang merupakan hasil dari subduksi antar lempeng benua dan lempeng samudera.Keywords : Abu,Gunungapi, Major element, Trace element, X Ray Fluorescence
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN UJI SPT DI IBU KOTA NEGARA (IKN), KALIMANTAN TIMUR, INDONESIA Raden Irvan Sophian, Teuku Yan, Muhammad Ardi Ramadhan, Galih Aji,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53320

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah rencana pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke lokasi baru di Pulau Kalimantan. Hal ini menyebabkan terjadinya pembangunan secara besar-besaran di daerah tersebut. Pembangunan sebuah infrastruktur selalu berkaitan dengan pondasi dan daya dukung tanah. Penentuan nilai dan perancangan bentuk pondasi bergantung pada karakteristik lapisan tanah yang berada di bawahnya. Perhitungan daya dukung pondasi dalam digunakan ketika tanah pondasi pada kedalaman normal tidak mampu menopang beban struktur dan tanah yang keras terdapat pada kedalaman yang cukup dalam. Perhitungan dilakukan berdasarkan nilai hasil uji SPT menurut Meyerhoff, 1956. Pemboran dilaksanakan di dua titik bor yaitu titik BH-01 dan Titik BH-02. Nilai N-SPT yang didapatkan di kedua titik bor menunjukkan nilai yang semakin naik seiring dengan bertambahnya kedalaman. Nilai daya dukung pondasi tiang pancang dihitung dengan kekuatan bahan tiang pancang beton sebesar 240 ton. Nilai daya dukung pada titik BH-01 berkisar dari 6.66-242.97 ton dan pada titik BH-02 berkisar dari 5.51-200.82 ton.Kata kunci: Ibu Kota Nusantara, Pondasi, Daya Dukung Tanah, SPT.
KARAKTERISTIK RESERVOIR KARBONAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA LAPANGAN LANGSA FORMASI MALACCA CEKUNGAN SUMATRA UTARA OFFSHORE Yoga Andriana Sendjaja, Dede Kurniadi, Ivan Nugraha, Muhammad Aditya Wijaya, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53325

Abstract

Lapangan Langsa merupakan lapangan penghasil minyak dan gas bumi yang berada di Cekungan Sumatra Utara Offshore dan merupakan wilayah kerja milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1. Penelitian yang dilaksanakan berfokus pada Formasi Malacca yang merupakan reservoir karbonat pada Lapangan Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik reservoir pada Lapangan Langsa, Formasi Malacca berdasarkan analisis petrofisika. Data yang dianalisis pada Lapangan Langsa meliputi data wireline log dari 5 sumur serta data cutting dan data core. Berdasarkan hasil analisis dari data cutting dan data core menunjukkan bahwa Fasies yang berkembang yaitu Fasies Wacke-Packstone, Fasies Crystalline Limestone dan Fasies Packstone. Lingkungan Pengendapan pada Lapangan Langsa, Formasi Malacca diinterpretasikan berada pada lingkungan back-reef lagoon hingga reef core. Selanjutnya dilaksanakan perhitungan parameter petrofisika yang meliputi volume shale, porositas efektif, dan saturasi air. Berdasarkan hasil analisis petrofisika didapatkan bahwa, sumur dengan potensi terbaik untuk diproduksi berada pada sumur L1 dengan nilai net pay 296,5 ft dengan net/gross 0,443 dimana pada Fasies Pacsktone memiliki zona potensi hidrokarbon yang paling tebal.Kata Kunci: Petrofisika, Reservoir, Fasies, Formasi Malacca, Cekungan Sumatra Utara.
KARAKTERISASI AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN ANALISIS INDEKS GEOMORFIK DAERAH ALIRAN SUNGAI CIBODAS, GARUT, JAWA BARAT F. Helmi , G.H. Fahira., R.P.D Nugraha, K. Almira, E. Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53321

Abstract

Tatanan tektonik daerah Garut Selatan dipengaruhi oleh aktivitas lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Salah satu sesar di daerah ini adalah Sesar Garsela segmen Rakutak - Kencana. Daerah ini juga merupakan klaster gempa dangkal berarah Timur Laut – Barat Daya memanjang dari Bandung Selatan hingga Garut Selatan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibodas berada di wilayah tersebut. Karakterisasi aktivitas tektonik dapat menggunakan beragam metode, diantaranya adalah berdasarkan analisis indeks geomorfik yang dikeanl sebagai Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR). Analisis IATR DAS Cibodas menggunakan 6 indeks geomorfik, yaitu indeks gradien panjang sungai (Sl), faktor asimetri (Af), hipsometri integral (Hi), rasio lebar dan tinggi lembah (Vf), indeks bentuk basin (Bs), serta sinusitas muka gunung (Smf). Pola kelurusan punggungan di daerah ini didominsi oleh arah Barat Daya-Timur Laut. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAS Cibodas secara relatif aktivitas tektonik dapat dibagi 3 kelas dengan distribusi sebagai berikut: kelas tektonik tinggi sekitar 15,75% atau 1,84 km2, kelas tektonik menengah sekitar 73,37% atau 8,57 km2, serta kelas tektonik rendah sekitar 10,89% atau 1,27 km2. Berdasarkan kisaran IATR tersebut disimpulkan bahwa DAS Cibodas dikontrol oleh tektonik dengan aktivitas rendah sampai tinggi.Kata kunci: DAS Cibodas, Indeks Geomorfik, IATR, Garut Selatan, Sesar Garsela

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue