cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
ANALISIS TEKANAN PORI DAN IN-SITU STRESS PADA SUMUR GA-1 CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR Yusi Firmansyah, Zufialdi Zakaria, Sena Warman Reksalegora, Ghina Rafifah Zulyan,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57215

Abstract

Pemahaman mendalam, penelitian, dan analisis tekanan pori menjadi langkah kunci dalam mengoptimalkan proses pengeboran serta meningkatkan produktivitas operasi sumur eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan pori dan in-situ stress bawah permukaan pada Sumur GA-1 di Cekungan Kutai. Data yang digunakan berupa wireline log dan laporan akhir pengeboran serta pengolahan dilakukan dengan menggunakan data pengukuran dari metode langsung, tidak langsung serta metode Eaton (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan tekanan pori pada sumur GA-1 diketahui memiliki zona overpressure yang sangat kecil yang dimulai pada kedalaman 7333 ft pada Formasi Tanjung. Analisis tekanan pori menggunakan data pengukuran langsung berupa RFT (Repeat Formation Test), DST (Drill Stem Test) dan data pengukuran tidak langsung berupa data berat lumpur (mud weight), serta prediksi tekanan pori juga dilakukan dengan menggunakan metode Eaton (1975). Hasil analisis in-situ stress menunjukkan kemungkinan keterdapatan sesar naik pada sumur terseb
KARAKTERISASI FLUIDA HIDROTERMAL PADA PROSPEK X, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARA Euis Tintin Yuningsih, Kurnia Arfiansyah, Lyra Arnetta,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57220

Abstract

Daerah penelitian berada di Prospek X, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan untuk mengkarakterisasi host rock dan mineral ubahan pada daerah penelitian dan mengetahui karakteristik fluida hidrotermal melalui pengukuran temperatur dan salinitas inklusi fluida. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis petrologi untuk mengetahui karakteristik fisik batuan, analisis petrografi untuk menganalisis kehadiran mineral ubahan, dan analisis inklusi fluida untuk mengetahui temperatur homogenisasi, temperatur leleh, dan salinitas. Daerah penelitian terdiri dari litologi breksi-tuff dengan kehadiran urat berkomposisi kuarsa dan kuarsa-karbonat, termasuk kedalam klasifikasi zona alterasi porpilitik ditandai dengan kehadiran mineral klorit-silika-pirit. Kehadiran mineral ubahan ini terbentuk melalui proses pengisian fluida hidrotermal kedalam rongga yang sudah ada secara bertahap, membentuk kristal-kristal yang semakin besar seiring berjalannya waktu. Di sekitar daerah penelitian berdasarkan peta geologi regional, terdapat struktur berupa sesar mendatar. Karakteristik inklusi fluida pada daerah penelitian berbentuk sub-elongated, elongated, dan rombik, dengan ukuran 1 – 40μm, memiliki nilai Th 143.2°C - 308.2°C, nilai Tm -2°C - -5.6°C, dan hasil perhitungan salinitas 5.49 - 7.62 wt%NaCl eqv. Salinitas ini termasuk salinitas rendah – menengah. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa evolusi fluida yang membentuk vein kuarsa di daerah penelitian umumnya terjadi melalui proses pencampuran dengan fluida yang memiliki salinitas yang berbeda. Hal ini juga dapat disimpulkan bahwa fluida pembawa mineralisasi bercampur dengan fluida yang memiliki salinitas rendah, yang umumnya merupakan fluida meteorik.Kata Kunci: Fluida Hidrotermal, Endapan Epitermal, Inklusi Fluida, Bolaang Mongondow Timur
UMUR RELATIF DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN SATUAN BATUPASIR, FORMASI RAJAMANDALA, DAERAH CICANTAYAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN SUKABUMI BERDASARKAN ANALISIS FORAMINIFERA Vijaya Isnaniawardhani, Yusi Firmansyah, Faisal Helmi, Mutiara Nuraliza,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57216

Abstract

Formasi Rajamandala merupakan formasi yang berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal, menindih secara tak selaras Formasi Batuasih, dan menjemari dengan Anggota Formasi Rajamandala (Effendi & Hermanto, 1998). Lokasi penelitian terletak di Formasi Baturaja, Daerah Cicantayan dan Sekitarnya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur relatif dan lingkungan pengendapan Satuan Batupasir, Formasi Rajamandala. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi lapangan, dan analisis fosil foraminifera pada tiga sampel. Berdasarkan hasil analisis, keterdapatan fosil foraminifera planktonik sebanyak 95 spesies menunjukkan bahwa umur satuan batupasir ini adalah Miosen Awal (N5-N8), serta keterdapatan fosil foraminifera bentonik kecil sebanyak 8 spesies menunjukkan bahwa satuan ini terendapkan pada lingkungan pengendapan Outer Shelf (Laut Dangkal).Kata Kunci : Foraminifera Bentonik Kecil, Foraminifera Planktonik, Formasi Rajamandala, Lingkungan Pengendapan, Umur Relatif
Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citeureup Menggunakan Supervised Classification dan Validasi Citra Google Earth T. Yan W. Muda Iskandarsyah, Yudhi Listiawan, Rayhan Shanquro Jauhari,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57221

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citeureup, yang mencakup sebagian wilayah dari enam kecamatan di Kabupaten Bogor, mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dampak pertumbuhan penduduk terhadap penggunaan lahan. Metode yang digunakan dalam peneletian ini adalah supervised classification yang divalidasi dengan citra Google Earth dan peta tutupan lahan tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan luas pemukiman dan area industri sebesar 6,42% dan 12,12%, sementara pertanian lahan kering dan campuran menurun sebesar 5,3% dan 7,6%. Perubahan lahan tersebut, disebabkan oleh konversi lahan pertanian menjadi permukiman dan industri untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah. Perubahan penggunaan lahan ini berdampak ganda. Di satu sisi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Namun, di sisi lain, mengurangi daerah resapan air, meningkatkan risiko banjir dan longsor, serta mengancam ketersediaan air tanah. Oleh karena itu, perubahan-perubahan tersebut perlu menjadi fokus utama dalam pengelolaan DAS Citeureup ke depannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memastikan ketersediaan sumber daya air, dan mengurangi risiko bencana.Kata Kunci : Tutupan Lahan, DAS Citeureup, Geologi Lingkungan
POTENSI RAWAN BENCANA LONGSOR DAERAH CIBODAS DAN CADASNGAMPAR, JAWA BARAT Vijaya Isnaniawardhani, Yusi Firmansyah, Anggita Paramaddina,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57217

Abstract

Potensi rawan bencana longsor di daerah Cibodas dan Cadasngampar, termasuk Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Majalengka memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan longsor yang cukup kompleks. Faktor penyebab terjadinya bencana longsor yaitu iklim (curah hujan), topografi, kondisi tanah, dan hidrologi (Umaternate, dkk., 2021). Dampak bencana longsor termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur, gangguan sumber mata pencaharian, dan buruknya sanitasi lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif (berupa skoring), kuantitatif (berupa pembobotan), dan Geography Information System (GIS). Beberapa parameter yang digunakan untuk mendukung penelitian yaitu data curah hujan, geologi, jenis tanah, tutupan lahan, dan kemiringan lereng. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah penelitian terbagi menjadi tingkatan kerawanan bencana longsor rendah, sedang, dan tinggi.Kata Kunci : Longsor, Rawan, Sumedang, Majalengka, Jatigede,
PENENTUAN RESERVOIR HIDROKARBON PADA LAPISAN BATUPASIR FORMASI BEKASAP, LAPANGAN B, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Yuyun Yuniardi, Reza Mohammad Ganjar Gani, Muhammad Naufal,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57222

Abstract

Formasi Bekasap merupakan bagian dari Kelompok Sihapas yang berumur Miosen Awal. Formasi ini terbentuk selama periode deformasi post-rift di Cekungan Sumatera Tengah. Dengan karakteristik butiran dan porositas yang baik serta ketebalan formasi yang cukup tebal, Formasi Bekasap berpotensi sebagai reservoir hidrokarbon yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona potensi reservoir hidrokarbon di Formasi Bekasap. Penentuan zona potensi reservoir dilakukan dengan menggunakan data wireline log berupa log gamma ray, log resistivity, serta log RHOB dan log NPHI pada beberapa sumur. Hasil analisis dari data log tersebut menunjukkan reservoir utama terdapat pada batupasir yang terdapat pada lapisan A_1 yang memiliki variasi ketebalan 29-88 ft.Kata Kunci : Formasi Bekasap, Cekungan Sumatera Tengah, Reservoir
STRUKTUR GEOLOGI PERMUKAAN DAERAH GUNUNG GURUH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CISAAT, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Iyan Haryanto, Faisal Helmi, Vijaya Isnaniawardhani, Regy Mahardika Wijaya,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57218

Abstract

Kondisi geologi Pulau Jawa, khususnya wilayah Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh aktivitas tektonik yang berasal dari subduksi di bagian selatan. Oleh karenanya, keterdapatan struktur geologi banyak di jumpai di wilayah Jawa Barat, salah satunya di daerah Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta merekonstruksi struktur geologi permukaan yang terdapat pada daerah penelitian. Hasil pengambilan data struktur geologi di lapangan menunjukkan bahwa struktur kekar yang berkembang berjenis kekar tarik. Rekonstruksi pola jurus perlapisan batuan menunjukkan keberadaan struktur lipatan yang relatif sejajar dengan sesar naik. Sesar-sesar yang terdapat di daerah penelitian memiliki orde pembentukan yang sama. Struktur lipatan dan sesar ini hadir sebagai akibat dari tektonik kompresi yang dihasilkan oleh subduksi.Kata Kunci : Lipatan, Sesar, Struktur Geologi, Sukabumi
Karakteristik Reservoir Karbonat Berdasarkan Analisis Petrofisika Pada Lapisan “X”, Formasi Baturaja, Lapangan “NS”, Cekungan Jawa Barat Yoga Andriana Sendjaja, Febriwan Mohammad, Muhammad Ikhsan Zaher, Nadya Putri Salsabila
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57223

Abstract

Lapangan “NS” merupakan salah satu lapangan minyak bumi yang terletak di Cekungan Jawa Barat Utara. Lapangan tersebut merupakan lapangan minyak bumi yang merupakan wilayah kerja dari PT. Pertamina EP. Analisis yang dilakukan adalah dengan menghitung parameter petrofisika seperti kandungan serpih, porositas, dan saturasi air pada reservoir. Metode yang digunakan dalam perhitungan petrofisika yaitu dengan menggunakan metode kombinasi log gamma ray dan log neutron-densitas untuk perhitungan kandungan serpih, metode log densitas untuk perhitungan porositas, dan metode Archie untuk menentukan nilai saturasi air. Penelitian ini difokuskan pada Lapisan “X” Formasi Baturaja sebagai zona prospek hidrokarbon. Penelitian dilakukan pada 5 sumur dengan menggunakan data well log, data core, dan data mudlog. Berdasarkan hasil analisis petrofisika pada lapangan “NS” didapatkan hasil untuk masing-masing sumur berurutan dari NA-01 hingga NA-05 adalah rata-rata nilai volume shale 13,5%, 14,7%, 0,8%, 25,2%, dan 16,6%; rata-rata nilai porositas adalah 15,5%, 13,4%, 12,1%, 11,9%, dan 13,3% dengan kualitas cukup hingga baik (Koesoemadinata, 1978); rata-rata nilai saturasi air (Sw) pada tiap sumur adalah 50,7%, 81,2%, 78,2%, 38%, dan 26,7%.Kata kunci: Cekungan Jawa Barat Utara, Formasi Baturaja, Petrofisika, Reservoir
KARAKTERISTIK BEDROCK PEMBENTUK ENDAPAN NIKEL LATERIT BLOK “X”, PROVINSI SULAWESI SELATAN Aton Patonah, Mega Fatimah Rosana, Ahmad Amiruddin, Daffa Rafli Prinaldi,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57214

Abstract

Lokasi daerah penelitian termasuk dalam area kontrak karya PT. Vale Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian merupakan endapan nikel laterit dengan litologi Kelompok Ultramafik (Ku), terdiri dari dunit, lherzolit, harzbugit, wherlit dan batuan ubahan serpentinit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik batuan dasar (bedrock) endapan nikel laterit hasil observasi lapangan dan petrografi. Litostratigrafi tidak resmi, satuan batuan daerah penelitian terdiri dari Satuan Batuan Dunit, Satuan Batuan Lherzolit, Satuan Batuan Harzburgit, Satuan Batuan Wherlit, dan Satuan Batuan Serpentinit. Secara umum, batuan dasar ini menunjukkan tekstur porfiritik-faneritik dengan komposisi batuan disusun oleh mineral olivin, orthopiroksen, klinopiroksen, sebagai penyusun utama batuan, sementara mineral lainnya, seperti mineral serpentin, opak, oksida, brusit, talk hadir sebagai mineral sekunder maupun aksesoris. Pada beberapa sampel memperlihatkan struktur rekahan berupa vein yang terisi oleh mineral silika maupun serpentin. Mineral serpentin merupakan mineral sekunder, ubahan olivin dan piroksen. Berdasarkan hasil petrografi, bedrock endapan nikel laterit adalah didominasi oleh lherzolit, harzburgit, wherlit, dan dunit yang sebagian mengalami metamorfisme menjadi serpentinit.Kata kunci : Batuan dasar, Ultramafik, Petrografi, Nikel laterit
EVALUASI KARAKTERISTIK BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DALAM MENENTUKAN POTENSI HIDROKARBON PADA CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Nadya Nurmadina Ramadhanti,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57219

Abstract

Penelitian dilakukan pada Cekungan Sumatera Selatan yang terdiri dari 4 (empat) sumur yaitu NR-1, NR-2, NR-3, dan NR-4. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristrik geokimia batuan induk seperti kualitas, kuantitas, kematangan material organik pada setiap formasi dengan metode pirolisis Rock – Eval, TOC, dan reflektansi vitrinit. Analisis biomarker menggunakan parameter alkana normal, isoprenoid, sterana, dan triterpana untuk menentukan tingkat kematangan dan organofasies sehingga dapat mengkorelasikan minyak bumi dan batuan induk. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa formasi yang masuk ke dalam kategori batuan induk efektif (Waples, 1985) yaitu batuan induk yang telah menghasilkan hidrokarbon dengan kuantitas (TOC > 1 % wt) dan sudah matang (Tmax > 435˚ C dan > 0.6 % Ro) adalah Formasi Talang Akar. Hasil analisis biomarker pada minyak bumi dan batuan induk menunjukkan bahwa sampel minyak NR-1 memiliki korelasi positif dengan batuan induknya. Begitu pula pada sampel minyak dan batuan NR-3. Sedangkan, pada NR-4 tidak terdapat sampel batuan induk yang menyebabkan korelasi dilakukan pada sampel NR-1 karena terdiri dari Formasi yang sama. Namun, hasil korelasi negatif akibat perbedaan genetic baik secara asal material organik sampai tingkat kematangan.Kata kunci: Cekungan Sumatera Selatan, geokimia, biomarker, korelasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue