cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
STUDI PENDAHULUAN ENDAPAN EPITERMAL SULFIDA TINGGI PADA DAERAH BAKAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, PROVINSI SULAWESI UTARA Cecep Yandrie Sunarie, Farrel Gibran, Aton Patonah,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61654

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan epitermal sulfida tinggi di daerah penelitian dengan melalui observasi lapangan Hasil pemetaan geologi menunjukan bahwa daerah penelitian terdiri atas litologi lava andesit, tuf, breksi vulkanik dan breksi diatrem. Berdasarkan hasil observasi lapangan, daerah penelitian terbagi menjadi lima zona alterasi, yaitu zona kuarsa (vuggy) + alunit, zona kuarsa (masif) + alunit, zona alunit + mineral lempung + kuarsa, zona mineral lempung, dan zona klorit + epidot. Alterasi pada daerah penelitian terindikasi terbentuk pada kondisi fluida hidrotermal yang asam ditandai dengan kehadiran mineral alterasi berupa alunit serta ditemukan kuarsa bertekstur vuggy. Mineral bijih pada daerah penelitian terdiri dari mineral sulfida pirit yang hadir secara terdiseminasi pada batuan dan mineral oksida berupa hematit, gutit, dan jarosit. Daerah penelitian menunjukan indikasi epitermal sulfida tinggi.Keywords: Geologi, alterasi, mineralisasi, epitermal sulfida tinggi
PROYEKSI TUTUPAN LAHAN TAHUN 2025 DAN 2026 DENGAN PENDEKATAN RANDOM FOREST CLASSIFIER DI SUB-DAS CIBEUSI, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWAB BARAT Muhammad Kurniawan Alfadli, Yudhi Listiawan, Muhammad Arigi Adityarahman,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61659

Abstract

Perubahan tutupan lahan merupakan indikator penting dalam transformasi lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Perubahan ini dapat memperngaruhi berkurangnya daerah resapan air. Sub-DAS Cibeusi di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merupakan wilayah dengan potensi air tanah signifikan. Wilayah ini memegang peranan penting dalam menyediakan zona resapan air tanah. Sub-DAS Cibeusi terletak di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, sehingga pembangunan di area tersebut dapat memengaruhi tutupan lahan yang berperan penting sebagai zona resapan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tutupan lahan di Sub-DAS Cibeusi pada tahun 2025 dan 2026 dengan menggunakan model Random Forest pada Google Earth Engine, berdasarkan perubahan tutupan lahan tahun 2020, 2021, dan 2023. Data yang digunakan diambil dari citra satelit Sentinel-2 dan Digital Elevation Model (DEM) Jawa Barat. Model Random Forest menghasilkan prediksi tutupan lahan tahun 2025 dengan akurasi 84% dan koefisien kappa 0,8, sementara prediksi tahun 2026 memiliki akurasi 83% dengan koefisien kappa 0,79. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tutupan lahan pemukiman sebesar 67,48%, penurunan hutan sebesar 50,17%, peningkatan lahan tanam 14,66%, peningkatan lahan kosong sebesar 82,42%, dan kenaikan signifikan pada jalan raya sebesar 635,84%. Proyeksi ini harus diperhatikan dalam tata kelola ruang agar zona resapan air tetap terjaga dan Sub-DAS Cibeusi mampu mempertahankan ruang terbuka hijau, sehingga sumber daya air di wilayah tersebut dapat terjaga secara optimal.Kata Kunci: Tutupan Lahan, Machine Learning, Random Forest, Remote Sensing, Sentinel-2.
PORE PRESSURE DAN FRACTURE GRADIENT PADA SUMUR AF-78, CEKUNGAN KUTAI, FORMASI BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Febriwan Mohamad, Yuyun Yuniardi, Reza Moh. Ganjar Gani, Danny Nursasono, Ahmad Fauzan, Yusi Firmans
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61655

Abstract

Lapangan “AF” berada pada Formasi Balikpapan berumur miosen dengan lingkungan pengendapan berupa delta. Karakteristik tekanan pori pada lapangan penelitian terbagi menjadi tekanan hidrostatik dan overpressure. Data yang digunakan selama proses penelitian berlangsung ialah data Survey, Data Mudlog, Data Well Log, Data PTFA, LOT/FIT, Drilling report, dan velocity. Pengolahan data yang dilakukan berupa penentuan shale point berdasarkan log gamma ray, menghitung overburden gradient berdasarkan data density, menentukan Normal Compaction Trend (NCT), mengestimasi nilai pore presure dan fracture gradient menggunakan metode Eaton. Zona overpressure berada pada nilai yang melebihi nilai tekanan hidrostatik pada Zona-I pada kedalaman 4557ft TVD. Mekanisme pembentukan overpressure loading yang disebabkan sedimentation rate yang tinggi dan unloading yang disebabkan oleh diagenesis mineral lempung smektit-ilite.Kata Kunci : Overpressure, Fracture gradient, Metode Eaton, Cekungan Kutai
STABILITAS LERENG HIGHWALL BERDASARKAN ANALISIS KINEMATIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, KALIMANTAN TENGAH Faisal Helmi, Sahala Manulang, Daniel Thristyanta, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61660

Abstract

Struktur geologi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kestabilan lereng tambang. Analisis kinematik untuk lereng tambang terbuka merupakan salah satu aspek yang penting terhadap pengaruh struktur geologi dalam meminimalisir terjadinya tanah longsor. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh keberadaan struktur kekar terhadap kestabilan lereng tambang pada tambang terbuka pit “X” PT. Pamapersada Nusantara. Pada penelitian ini dilakukan analisis kinematik menggunakan stereonet berdasarkan orientasi kekar, besar sudut kemiringan lereng, dan sudut geser dalam untuk mengetahui jenis longsoran yang berpotensi terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa longsoran yang dominan akan terbentuk pada daerah penelitian adalah longsoran guling.Kata Kunci: Analisis Kinematik, Kestabilan Lereng, Struktur Geologi.
PETROFISIKA UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR DAN IDENTIFIKASI ZONA HIDROKARBON FORMASI LAKAT (SIHAPAS GROUP) DI LAPANGAN X, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH Febriwan Mohamad, Abdurrokhim, Yuyun Yuniardi, Fahrul Alfiandi,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61656

Abstract

Lapangan “X” merupakan salah satu lapangan potensi minyak dan gas bumi yang terletak di Cekungan Sumatra Tengah, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan, mengetahui sifat fisik reservoir menggunakan perhitungan parameter petrofisika. Penentuan fasies dan lingkungan pengendapan dilakukan melalui analisis data batuan inti sumur FA_03 dengan kedalaman 111 ft dengan pendekatan analisis elektrofasies. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasies yang berkembang pada Lapangan “X”, yaitu Fasies Serrated Dominated Shale, Fasies Coarsening Shally – Sandstone A, Fasies Fining Shally – Sandstone, Fasies Coarsening Shally – Sandstone B, dan Fasies Serrated Dominated Sandstone yang berkembang di seluruh sumur. Asosiasi Fasies yang berkembang pada Lapangan “X”, yaitu Fluvial Channel Fill, Crevasse Splay, dan Floodplain dengan lingkungan pengendapan fluvial meandering river. Adapun, hasil analisis petrofisika pada Lapangan “X” didapatkan Fasies Fining Shally – Sandstone sebagai nilai net pay yang terbesar.Kata Kunci : Formasi Lakat, Well Log, Petrofisika, Fasies, Lingkungan Pengendapan.
SUMBER DAYA GEOLOGI DAN TANTANGAN BENCANA ALAM DI KECAMATAN CIJAMBE DAN CIBOGO, KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Raden Irvan Sophian, Yusi Firmansyah, Cecep Yandri Sunarie, Mohamad Sapari Dwi Hadian, Luthhfia Thah
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi geologi dan sejarah geologi daerah Subang, yang terletak di Kecamatan Cijambe dan Cibogo, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, dengan cakupan wilayah 5 x 5 km. Secara fisiografis, daerah ini termasuk dalam Zona Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan singkapan langsung, lintasan kompas, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersebut tersusun atas Formasi Subang, Citalang, Kaliwangu, Aluvium Kuarter, serta hasil vulkanik tua, dengan pola aliran sungai dendritik, paralel, dan sub-paralel. Litologi yang ditemukan meliputi batupasir sangat halus hingga sedang, tuf halus, batupasir tufan, dan batulempung. Stratigrafi wilayah ini terdiri dari urutan satuan Satuan Batulempung (Tmblp), Batupasir (Tmbp), Batupasir Tufan (Qbpt), dan Tuf (Qt), yang diperkirakan berumur Miosen Awal hingga Pleistosen Awal. Aktivitas vulkanik pada Pleistosen Awal menghasilkan batuan vulkanik yang tidak selaras dengan lapisan sebelumnya. Daerah penelitian memiliki potensi geologi, antara lain sumber daya air dan tanah lempung, namun juga menghadapi potensi bencana longsor di daerah dengan kemiringan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman geologi regional Subang serta potensi sumber daya dan mitigasi bencana geologi.Kata Kunci: Geologi, Sejarah Geologi, Subang, Vulkanik, Longsor.
HUBUNGAN FASIES PENGENDAPAN BATUPASIR FORMASI “FZ” TERHADAP PROSPEK HIDROKARBON PADA LAPANGAN “PETRA” CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Ildrem Syafri, Nanda Natasia , Herlina Rachman, Ronny Krisnandar, Muhammad Faza Qinthara,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61657

Abstract

Lapangan “PETRA” merupakan salah satu lapangan yang terletak di Cekungan Sumatra Tengah, Provinsi Riau yang berada pada Wilayah Kerja Blok Rokan milik PT. Pertamina Hulu Rokan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan fasies pengendapan batupasir Formasi “FZ” terhadap prospek hidrokarbon pada Lapangan “PETRA” Cekungan Sumatera Tengah. Penentuan asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan dilakukan dengan menggunakan data batuan inti yang dikalibrasi dengan pendekatan analisis elektrofasies. Menurut gabungan data batuan inti, studi literatur, fasies lingkungan pengendapan, sistem lingkungan pengendapan di Lapangan “PETRA” berada pada lingkungan fluvial. Berdasarkan analisis petrofisika, nilai penggal pada lapangan penelitian menghasilkan nilai 34.2% untuk kandungan serpih, 9,1% untuk porositas efektif, dan 80% untuk saturasi air. Berdasarkan asosiasi fasies dan sifat fisik batuan pada Lapangan “PETRA”, Zona hidrokarbon terbesar yang menjadi prospek di Lapangan “PETRA” terdapat pada interval FZ_3, FZ_5 dan FZ_4 yang mempunyai litologi batupasir tebal dengan porositas 13,6% – 19,6%. Terdapat 4 fasies pengendapan yang berkembang pada Formasi “FZ” di Lapangan “PETRA”, fasies pengendapan fluvial channel dan fluvial point bar menjadi fasies pengendapan dengan prospek hidrokarbon yang baik sementara fasies pengendapan crevasse splay dan fluvial floodplain menjadi fasies pengendapan dengan prospek hidrokarbon yang buruk.Kata Kunci: Reservoir, Analisis Petrofisika, Zona Hidrokarbon, Fasies Pengendapan.
ANALISIS TEKANAN PORI DAN PENYEBAB TERJADINYA OVERPRESSURE PADA SUMUR-X DAN SUMUR-Y CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, Yusi Firmansyah, Sena Warman Reksalegora, Kartini Yuni Asih,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61662

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Cekungan Kutai, Kalimantan timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan pori, penyebab overpressure, dan persebaran zona overpressure pada daerah penelitian. Analisis ini penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pengeboran seperti kick dan blowout. Penelitian ini menggunakan data well log dan laporan pengeboran, serta menggunakan perhitungan metode Eaton (1975). Sumur-X dan Sumur-Y memiliki pangkat Eaton (1975) yang berbeda- beda. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi tekanan pori pada daerah penelitian menunjukan kondisi overpressure. Top overpressure pada kedua sumur memiliki kedalaman yang berbeda dan terdapat pada Formasi Pulau Balang. overpressure pada sumur- X disebabkan oleh mekanisme loading, sedangkan untuk Sumur-Y disebabkan oleh mekanisme loading beserta unloading. Mekanisme loading pada daerah penelitian terjadi karena besarnya kecepatan sedimentasi, untuk mekanisme unloading disebabkan karena diagenesis mineral smektit ke ilit. Berdasarkan hasil korelasi Sumur-X dan Sumur-Y, kondisi overpressure pada daerah penelitian mengalami pendangkalan ke arah selatan.Kata Kunci: Cekungan Kutai, Tekanan pori, Overpressure, Penyebab overpressure.
ANALISIS KEBERADAAN DAN MEKANISME PEMBENTUKAN OVERPRESSURE PADA SUMUR AA-1, DI LAPANGAN “X”, OFFSHORE CEKUNGAN SUMATERA UTARA Dicky Muslim, Budi Muljana, Riyan Mudastsir, Khalid Baihaqi Johan,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61652

Abstract

Sumur AA-1 merupakan salah satu sumur yang terletak di lepas pantai Cekungan Sumatra Utara, Pulau Sumatera. Pengeboran sumur eksplorasi di wilayah lepas pantai Cekungan Sumatra Utara diketahui memiliki tantangan berupa risiko geologis seperti adanya zona overpressure. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan zona overpressure serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan overpressure terkait dengan kondisi geologi di area studi. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan data sumur yang kemudian diproses untuk menentukan shale baseline, Normal Compaction Trend (NCT), perhitungan tegangan overbuden, dan estimasi tekanan pori menggunakan metode Eaton. Hasil analisis mengidentifikasi dua tren zona overpressure: zona top overpressure, yang mulai terdeteksi pada interval Intra-Keutapang, didominasi oleh litologi serpih dengan nilai tekanan pori 8,6 – 9,1 ppg, dan zona hard overpressure pada bagian reservoir Bampo Sand dan Formasi Parapat, didominasi oleh litologi batupasir, dengan nilai tekanan pori maksimum sebesar 10,4 ppg. Mekanisme pembentukan overpressure disebabkan oleh mekanisme loading berupa disequilibrium compaction pada interval serpih dan mekanisme unloading, yang diduga terjadi akibat lateral transfer pada batupasir.Kata Kunci : Overpressure, Log Sumur, Disequilibrium Compaction, Lateral Transfer, Eaton
IDENTIFIKASI POTENSI AKUIFER BERDASARKAN KONDISI GEOLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT T. Yan W. M. Iskandarsyah, Yudhi Listiawan, Christina Natalia,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61658

Abstract

Air merupakan sumber daya alam utama bagi kebutuhan makhluk hidup. Salah satu sumber air yang banyak digunakan adalah air tanah. Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citeureup, Kabupaten Bogor yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dengan potensi air tanah yang cukup signifikan secara hidrogeologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi menjadi akuifer berdasarkan kondisi geologi lokal di DAS Citeureup pada jenis akuifer bebas. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi untuk pengambilan data primer sebanyak 52 stasiun pengamatan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis aspek-aspek geologi meliputi analisis morfografi, analisis struktur geologi, analisis geologi dan analisis potensi akuifer. Morfografi di daerah penelitian terbagi menjadi tiga morfografi yaitu Dataran, Perbukitan, dan Pegunungan. Daerah penelitian tersusun atas 4 satuan batuan dari yang tertua hingga termuda: Satuan Batugamping (Sbg), Satuan Batulempung (Sbl), Satuan Batuan Vulkanik (Sbv), dan Satuan Batupasir (Sbp). Hasil analisis potensi akuifer menunjukkan DAS Citeureup memiliki potensi akuifer yang berada pada 3 jenis satuan batuan yaitu akuifer batugamping, akuifer batupasir, dan akuifer batuan vulkanik serta daerah non-akuifer pada satuan batulempung. Akuifer batugamping berkembang melalui sistem pelarutan yang tampak dari keberadaan sungai bawah tanah, akuifer batupasir berkembang melalui sistem ruang antar butir pada batupasir dengan porositas baik, dan akuifer batuan vulkanik berkembang melalui rekahan pada batuan akibat aktivitas tektonik yang signifikan di daerah penelitian.Kata Kunci: Pemetaan geologi, Analisis morfografi, Struktur geologi, GIS, Akuifer bebas

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue