cover
Contact Name
Cecilia Soeriawidjaja
Contact Email
cecilia.soeriawidjaja@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
ISSN : 08546002     EISSN : 25496514     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 1 (2018): April" : 22 Documents clear
Pengaruh permen karet xylitol terhadap bakteri Streptococcus mutans pada pengguna alat ortodontik cekatEffect of xylitol gum on Streptococcus mutans of fixed orthodontic appliance users Oey Jaya Angel Monica; Susiana Susiana; Widura Widura
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.185 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i1.18182

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan bakteri utama penyebab terjadinya karies gigi, terutama pada pengguna alat ortodontik dimana terdapat komponen yang melekat pada permukaan gigi seperti bracket, archwire dan elastics yang menimbulkan daerah retensi baru bagi bakteri sehingga akumulasinya semakin meningkat. Salah satu alternatif pencegahan karies gigi adalah dengan menggunakan agen antibakterial. Xylitol adalah gula alkohol yang merupakan salah satu antibakterial yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans melalui pengeluaran metabolit toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permen karet yang mengandung xylitol terhadap pengurangan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada pengguna alat ortodontik cekat. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental semu yang dilakukan pada 14 orang mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha yang menggunakan alat ortodontik cekat. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengonsumsi permen karet xylitol dan kelompok yang mengonsumsi permen karet nonxylitol. Metode analisis data yang digunakan adalah uji beda sampel bebas. Hasil: Hasil penelitian dianalisis dengan uji parametrik pada dua sampel bebas. Kedua kelompok penelitian mengalami penurunan jumlah bakteri Streptococcus mutans, namun penurunan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada kelompok permen karet xylitol lebih tinggi yaitu 414.038 CFU/mL (47,12%) sedangkan kelompok permen karet non-xylitol lebih rendah yaitu 65.816 CFU/mL (8,21%). Nilai p value yang diperoleh sebesar 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Konsumsi permen karet yang mengandung xylitol dapat mengurangi kolonisasi bakteri Streptococcus mutans pada pengguna alat ortodontik cekat.Kata kunci: Karies gigi, Streptococcus mutans, ortodontik cekat, xylitol. ABSTRACT Introduction: Streptococcus mutans is the main bacteria of dental caries, especially in fixed orthodontics appliance users, where the orthodontic components like bracket, archwire, and elastics, attached to the tooth surface that generate new retention area thus increases bacterial accumulation. One of the alternative to prevent dental caries is by using antibacterial agents. Xylitol is a sugar alcohol with an antibacterial effect that can inhibit the development of Streptococcus mutans through toxic production metabolism. This study was aimed to determine the effectiveness of xylitol chewing gum on reducing the amount of Streptococcus mutans of fixed orthodontic appliance users. Methods: A quasi-experimental study was conducted towards as much as 14 pre-clinic dental students of Maranatha Christian University with a fixed orthodontic appliance. The subjects were divided into two groups, one group of xylitol chewing gum and another group of non-xylitol chewing gum. The results obtained were then analysed with the parametric test on two independent samples. Results: The amount of Streptococcus mutans were decreasing on both groups, but the decrease of Streptococcus mutans was significantly higher on the xylitol chewing gum group (414.038 CFU/mL; 47,12%) than the non-xylitol group (65.816 CFU/mL; 8.21%). The probability value was 0.000  (p < 0.05). The results obtained were then analysed by parametric test on two independent samples. Conclusion: Consumption of xylitol chewing gum was able to reduce the colonisation of Streptococcus mutans in fixed orthodontics users.  Keywords: Dental caries, Streptococcus mutans, xylitol, fixed orthodontic.
Perbedaan kebersihan sepertiga saluran akar dari debris setelah diirigasi menggunakan jarum bevel dan jarum side-ventDifferences of the one third of the root canal cleanliness after irrigation using bevel needles and side-vent needles Niza Tapiza; Irmaleny Irmaleny; Anna Muryani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.561 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i1.17932

Abstract

Pendahuluan: Pembersihan saluran akar merupakan tahapan penting yang mempengaruhi keberhasilan perawatan saluran akar. Irigasi saluran akar menggunakan irigan yang dihantarkan melalui spuit dan jarum irigasi. Desain ujung jarum yang digunakan dapat mempengaruhi kebersihan saluran akar yang diirigasi. Bagian sepertiga apikal saluran akar merupakan bagian yang paling sulit untuk dibersihkan, terutama jika irigasi dilakukan dengan menggunakan spuit dan jarum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebersihan sepertiga apikal saluran akar dari debris setelah diirigasi menggunakan jarum bevel dan jarum side-vent. Metode: Sampel yang digunakan sebanyak 30 gigi insisif sentral rahang atas yang telah diekstraksi. Gigi dibagi dua kelompok untuk diinstrumentasi dengan jarum protaper dan diirigasi menggunakan NaOCl 2,5%. Kelompok pertama diirigasi menggunakan jarum bevel dan kelompok kedua diirigasi menggunakan jarum side-vent. Kebersihan sepertiga saluran akar diukur melalui skor debris. Skor debris dari masing-masing kelompok kemudian diuji dengan uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok yang diirigasi jarum side-vent dapat menghasilkan rata-rata skor debris lebih rendah (0,091) dibandingkan kelompok yang diirigasi jarum bevel (0,117). Uji statistik terhadap rata-rata skor debris menghasilkan nilai p>0,05 (p=0,095). Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan signifikan pada kebersihan sepertiga apikal saluran akar dari debris setelah diirigasi menggunakan jarum bevel dan jarum side-vent.Kata kunci: Debris, irigasi saluran akar, jarum bevel, jarum side-vent. ABSTRACTIntroduction: Root canal cleaning is an important part which will determine the success of root canal therapy. Cleaning is done by irrigating root canal with irrigant delivered by syringe and irrigation needle. Needle’s tip design can affect the result of root canal cleanliness after irrigation. One-third root canal apical would be the most challenging part to be cleaned, especially if the irrigation was done by syringe and needle. This study was aimed to find out the difference of the one-third root canal apical cleanliness from debris after irrigation using a bevel and a side-vent needle. Methods: This study used 30 extracted maxillary central incisors as samples. The teeth were then divided into two groups; each group was instrumented and irrigated with 2.5% NaOCl. The first group was irrigated using a bevel needle and the second group was irrigated using a side-vent needle. The first group was irrigated using a bevel needle and the second group was irrigated using a side-vent needle. The cleanliness of one-third of the root canal was measured through a debris score. Debris scores from each group were then tested by an unpaired t-test. Result: Result of this study showed that the group irrigated using a side-vent needle had a lower debris score (0.091) than the group irrigated using a bevel needle (0.117). Statistic test of the debris score mean resulted in p > 0.05 (p = 0.095). Conclusion: In conclusion, there was no significant difference in the one-third root canal apical cleanliness from debris after irrigation using a bevel and a side-vent needle.Keywords: Bevel needle, debris, root canal irrigation, side-vent needle.

Page 3 of 3 | Total Record : 22