Dzikrifani, Nabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Warna: Representasi Perubahan Employer Branding Digital pada Akun @sosrocareer Dzikrifani, Nabila
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6908

Abstract

Warna merupakan elemen komunikasi visual yang memiliki peran strategis dalam membangun image perusahaan, termasuk dalam konteks employer branding digital. Akun Instagram @sosrocareer PT Sinar Sosro Gunung Slamat menampilkan perubahan warna secara berkala sejak Februari 2024 hingga Oktober 2025, dari dominasi Merah-Oranye hingga berkembang menjadi empat warna utama: Merah, Oranye, Biru, dan Hijau. Penelitian ini bertujuan mengungkap dasar pemilihan warna, latar belakang perubahannya, image yang ingin disampaikan designer, serta image yang terbentuk di pemikiran audiens terhadap employer branding PT Sinar Sosro Gunung Slamat. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam terhadap enam informan melalui purposive sampling, terdiri dari tiga informan designer dan tiga informan audiens, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman (2002). Penelitian ini berlandaskan teori Design Thinking Tim Brown (2008), Brand Association Kevin Lane Keller (2008), dan Psikologi Warna sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh warna bersumber dari identitas visual produk-produk Sosro dan mengacu pada brand guideline resmi perusahaan, dengan warna Oranye sebagai elemen yang konsisten dipertahankan di setiap fase. Perubahan warna dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghindari kesan monoton serta momentum pasca-merger PT Sinar Sosro dan PT Gunung Slamat. Image yang ingin disampaikan meliputi perusahaan yang bersemangat, terbuka, profesional, dan terus bertumbuh. Kesan umum tersebut berhasil tersampaikan kepada audiens, namun makna spesifik terkait identitas produk hanya terbaca oleh audiens dengan brand knowledge yang memadai.