This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Nadia, Charisha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efikasi Pemberian Madu Sebagai Ajuvan dibandingkan Terapi Standar pada Pasien Anak dengan Mukositis Oral Pascakemoterapi: Sebuah Laporan Kasus Berbasis Bukti Nadia, Charisha; Andriastuti, Murti
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.423-34

Abstract

Latar belakang. Madu memiliki efek antimikrobial dan antioksidan, yang murah dan mudah untuk didapatkan, sehingga menjadi pilihan dalam terapi mukositis oral.Tujuan. Untuk mengetahui efikasi pemberian madu sebagai ajuvan dibandingkan terapi standar pada pasien anak dengan mukositis oral pascakemoterapi.Metode. Penelusuran literatur dilakukan secara ekstensif melalui pangkalan data (database) elektronik PubMed®, Cochrane Library®, ScienceDirect® dengan kata kunci meliputi: “honey” DAN “oral mucositis” DAN “chemotherapy” DAN (“children” ATAU “pediatric”).Hasil. Strategi penelusuran literatur menghasilkan dua artikel yaitu studi telaah sistematik dan meta-analisis oleh Hao dkk, tahun 2022, dan uji klinis acak tersamar tunggal oleh Badr, dkk. tahun 2023. Studi oleh Hao dkk memiliki kualitas studi yang diinklusi kurang baik, tetapi hasilnya waktu pemulihan mukositis oral pascakemoterapi/radioterapi pada kelompok intervensi secara signifikan lebih singkat dibandingkan kontrol dengan perbedaan rerata/mean difference (MD) -5.10 (IK 95% -0,91 – 0,61), p = 0,03. Studi oleh Badr, dkk. memiliki kualitas yang baik dengan hasil derajat berat mukositis oral secara signifikan menurun pada kelompok madu dibandingkan kontrol setelah pemberian hari ke-7 (MD 1,00±0,63 vs 2,50±0,71, p=0,019).Kesimpulan. Pemberian madu (madu biasa, komersial, sajian beku, dan madu Manuka) sebagai ajuvan memiliki luaran yang lebih baik dari segi waktu pemulihan dan derajat berat dibandingkan terapi standar pada anak dengan mukositis oral pascakemoterapi.