Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Pendidikan Akhlak Di Pondok Pesantren Hujan Assalam Indonesia Pratama, Ardiansyah Alif; Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan dan pendidikan akhlak dalam meningkatkan pribadi yang luhur di Pondok Pesantren Hujan Assalam Tarakan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Hujan Assalam menerapkan berbagai strategi untuk menerapkan akhlak dan adab sopan santun, antara lain adab terhadap ustadz atau pengajar, adab terhadap teman, adab terhadap diri sendiri dan adab terhadap ilmu. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, dukungan orang tua, dan ketersediaan guru adab yang kompeten. Adapun faktor penghambat di antaranya perbedaan kemampuan siswa, motivasi yang fluktuatif, dan keterbatasan dalam menerapkan berbagai adab yang ada. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas akhlak santri dan adab
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Bangsa Ashri, Aulia; Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5404

Abstract

Pendidikan karakter harus berlandaskan pada karakter dasar manusia yang berasal dari nilai-nilai moral universal (absolut) yang bersumber dari agama yang diwahyukan yang juga disebut sebagai aturan emas. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, ketika berlandaskan pada nilai-nilai karakter dasar. Menurut para psikolog, beberapa nilai dasar karakter adalah cinta kepada Tuhan dan ciptaan-Nya (alam dan isinya), tanggung jawab, kejujuran, rasa hormat dan kesopanan, belas kasih, peduli, kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik hati dan rendah hati, toleransi, cinta damai, persatuan, dan kasih sayang. Pendapat lain menyatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, menghormati dan memberi perhatian, peduli, jujur, bertanggung jawab, menjadi warga negara yang baik, berani, rajin, disiplin, visioner, adil, dan berintegritas (dengan membandingkan sifat Nabi Muhammad).
Peran Pamong Dalam Internalisasi Karakter Disiplin, Religius, Dan Mandiri Di SMP Rukun Abadi Boarding School Jainurdin, Irwan; Ediat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5798

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian siswa di lingkungan boarding school yang memiliki sistem pembinaan intensif. Namun, pembinaan karakter yang dilakukan masih menghadapi tantangan dalam aspek internalisasi nilai pada diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pamong dalam internalisasi karakter disiplin, religius, dan mandiri siswa di boarding school. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamong berperan sebagai pengawas, pembimbing, dan teladan dalam pembinaan karakter siswa. Karakter disiplin terbentuk melalui penerapan aturan dan pengawasan yang ketat, namun masih bersifat eksternal. Karakter religius berkembang melalui pembiasaan ibadah yang terstruktur, meskipun tingkat kesadaran siswa belum merata. Sementara itu, karakter mandiri berkembang melalui aktivitas kehidupan sehari-hari siswa di asrama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pamong sangat signifikan dalam pembinaan karakter, tetapi belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai karakter pada diri siswa karena masih cenderung menggunakan pendekatan struktural.