Rendahnya mutu penyajian informasi finansial pada sektor usaha kecil menengah di Kabupaten Buleleng menjadi faktor utama penggerak riset ini. Kondisi kurang ideal tersebut dipicu oleh minimnya literasi keuangan, tingkat pemahaman akuntansi, serta variasi ukuran usaha dalam tata kelola finansial mereka. Berbagai kendala ini menyebabkan pengambilan kebijakan menjadi tidak efektif serta menghambat terbukanya akses menuju beragam sumber modal usaha. Penelitian tersebut bertujuan guna menelaah signifikansi pengaruh literasi keuangan, tingkat pemahaman akuntansi, dan ukuran usaha terhadap kualitas laporan keuangan. Peneliti menggunakan metode survei dengan desain kuantitatif melalui penyebaran kuesioner bagi para pemilik UMKM di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian ditetapkan memakai teknik purposive sampling hingga didapatkan total sebanyak 126 responden. Data primer dikumpulkan secara langsung melalui instrumen angket, pengarsipan dokumen, serta pengamatan. Analisis terhadap informasi tersebut memanfaatkan statistik deskriptif, pengujian kualitas data, pemeriksaan asumsi klasik, regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis. Berdasarkan temuan, literasi keuangan, tingkat pemahaman akuntansi, beserta ukuran usaha memberikan kontribusi positif dan signifikan pada kualitas laporan keuangan di sana. Hasil ini menegaskan bahwa semakin baik penguasaan finansial dan keterampilan akuntansi, dibarengi bertambahnya skala bisnis yang dijalankan, maka pelaporan keuangan yang diproduksi akan semakin bermutu. Maka, peningkatan literasi keuangan, penguatan pemahaman akuntansi, serta perluasan ukuran usaha merupakan variabel kunci dalam menopang kualitas laporan keuangan dan aspek keberlanjutan bisnis di masa depan.