Penerbitan IFRS S1 dan S2 oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) pada tahun 2023 menandai perubahan signifikan dalam praktik pelaporan keberlanjutan global yang menuntut kesiapan organisasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan organisasi dalam mengadopsi IFRS S1 dan S2, menganalisis perkembangan penelitian terkait pada periode 2023-2026, serta mengkaji tantangan utama yang dihadapi, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA melalui proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi terhadap 309 artikel hingga diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola dan tema dominan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan organisasi di Indonesia masih berada pada tahap awal hingga menengah, dengan kesenjangan paling signifikan pada aspek teknis, khususnya pada pilar metrics and targets. Faktor utama yang memengaruhi kesiapan meliputi kapasitas finansial, kompetensi sumber daya manusia, kesiapan sistem dan proses internal, serta tekanan regulasi. Penelitian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan cakupan studi dari tingkat entitas menuju analisis sektoral, meskipun pendekatan kualitatif masih mendominasi. Tantangan utama yang dihadapi organisasi mencakup keterbatasan kapasitas teknis pelaporan, belum terintegrasinya sistem internal, kesenjangan regulasi, serta rendahnya kompetensi sumber daya manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi IFRS S1 dan S2 memerlukan kesiapan organisasi yang bersifat terintegrasi, sehingga diperlukan penguatan kapasitas internal dan dukungan regulasi yang lebih operasional untuk mendorong implementasi yang efektif.