Abstrak Pendahuluan: Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan kecacatan ketiga di dunia. Keberhasilan terapi stroke sangat dipengaruhi oleh golden periode (3–4,5 jam pasca onset). Namun, sebagian besar pasien datang ke rumah sakit melebihi periode emas ini, sehingga menimbulkan kecacatan permanen dan peningkatan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian golden periode stroke di IGD RSD Nganjuk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan analisis regresi linier. Variabel bebas meliputi pengetahuan, persepsi, dan pengalaman keluarga pasien, sedangkan variabel terikat adalah pencapaian golden periode stroke. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan telaah rekam medis pasien stroke. Uji F digunakan untuk melihat pengaruh simultan, sedangkan uji t digunakan untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan, persepsi, dan pengalaman secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pencapaian golden periode. Namun secara parsial, hanya pengetahuan yang berpengaruh signifikan (p=0,000), sedangkan persepsi (p=0,346) dan pengalaman (p=0,267) tidak signifikan. Model regresi menjelaskan 31,8% variasi pencapaian golden periode, sedangkan 68,2% dipengaruhi faktor lain di luar model. Kesimpulan: Pengetahuan keluarga berperan penting dalam pencapaian golden periode stroke karena membantu mengenali gejala awal dan segera membawa pasien ke IGD. Kurangnya pengetahuan sering menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga melewati periode emas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan promosi kesehatan agar keluarga lebih sigap mengambil tindakan cepat demi meningkatkan peluang kesembuhan pasien.