Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DAERAH CIMARAGANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIDAUN DAN CISEWU, KABUPATEN CIANJUR DAN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Pahlevia, Sarah; Sukiyah, Emi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 24, No 1 (2026): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v24i1.70102

Abstract

Penelitian ini dilakukan di daerah Cimaragang dan sekitarnya yang secara administratif berada di Kecamatan Cidaun dan Cisewu, Kabupaten Cianjur dan Garut, Provinsi Jawa Barat. Secara regional, daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang terbentuk akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Asia sejak Oligosen Akhir. Kondisi tektonik tersebut menghasilkan keragaman bentang alam yang mencerminkan interaksi antara proses geologi endogen dan eksogen sehingga daerah ini memiliki karakteristik geomorfologi yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geomorfologi daerah penelitian berdasarkan aspek morfografi, morfometri, dan morfogenetik sebagai dasar dalam pengelompokan satuan geomorfologi. Penelitian dilakukan melalui analisis data Digital Elevation Model (DEM), interpretasi citra satelit, serta verifikasi lapangan. Analisis morfografi digunakan untuk mengidentifikasi bentuk lahan dan pola pengaliran, morfometri untuk klasifikasi kemiringan lereng, dan morfogenetik untuk mengkaji proses endogen dan eksogen yang berperan dalam pembentukan bentang alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh bentuk lahan perbukitan dengan elevasi 50–675 mdpl dan kemiringan lereng yang bervariasi dari sangat landai hingga sangat curam, dengan dominasi kelas lereng curam yang menunjukkan intensitas proses geomorfologi yang relatif tinggi. Pola pengaliran yang berkembang meliputi subparalel, radial, dan braided yang mencerminkan pengaruh kontrol struktur geologi, morfologi vulkanik, serta suplai sedimen yang tinggi pada segmen sungai tertentu. Secara morfogenetik, bentang alam daerah penelitian terbentuk akibat interaksi proses endogen dan eksogen. Proses endogen meliputi aktivitas vulkanik yang menghasilkan litologi breksi vulkanik dan tuf serta aktivitas tektonik yang mengontrol struktur geologi dan kemiringan lereng. Sementara itu, proses eksogen berupa pelapukan dan erosi berperan dalam memodifikasi bentuk lahan yang telah terbentuk sebelumnya. Berdasarkan integrasi aspek morfografi, morfometri, dan morfogenetik, geomorfologi daerah penelitian diklasifikasikan ke dalam empat satuan, yaitu Perbukitan Vulkanik Curam, Perbukitan Struktural, Perbukitan Vulkanik Landai, dan Lembah Fluvial. Klasifikasi ini memberikan gambaran mengenai pengaruh proses geologi terhadap perkembangan bentang alam di daerah penelitian.