Pengukuran kinerja rumah sakit pemerintah daerah berstatus BLUD umumnya masih berfokus pada capaian administratif dan realisasi anggaran melalui LAKIP, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan keseimbangan aspek keuangan dan nonkeuangan. RSUD Konawe Utara menunjukkan capaian administratif “memuaskan”, namun masih terdapat indikator strategis yang belum optimal seperti rendahnya BOR dan keterbatasan evaluasi kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengukuran kinerja yang komprehensif melalui Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja RSUD Konawe Utara menggunakan pendekatan Balanced Scorecard berdasarkan data kinerja objektif dan persepsi pegawai serta mengidentifikasi perspektif yang paling dominan memengaruhi kinerja. Penelitian menggunakan desain mixed quantitative approach dengan analisis deskriptif, bivariat (Chi-Square), dan regresi logistik. Hasil Kinerja RSUD Konawe Utara berada pada kategori baik berdasarkan data objektif dan persepsi pegawai. Hasil Bivariat menunjukkan bahwa empat perspektif BSC memiliki pengaruh terhadap Kinerja Rumah Sakit. Hasil Analisis multivariat menunjukkan bahwa keempat perspektif BSC secara simultan berkontribusi terhadap kinerja rumah sakit dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,324. Perspektif pelanggan merupakan variabel paling dominan (OR>7). Balanced Scorecard efektif digunakan sebagai kerangka evaluasi kinerja RSUD Konawe Utara secara komprehensif. Perspektif pelanggan menjadi determinan utama kinerja, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengalaman pasien perlu menjadi prioritas strategis.