Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga stabilitas pesisir dan mendukung siklus nutrien melalui produksi serasah sebagai sumber bahan organik. Informasi mengenai produksi serasah mangrove di Pantai Pasir Mayang, Kabupaten Paser, hingga saat ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi laju produksi serasah dan menilai kondisi kesehatan hutan mangrove pada tiga stasiun dengan karakteristik lingkungan berbeda, yaitu area dekat pemukiman, kawasan wisata, dan area yang relatif jauh dari aktivitas manusia. Penilaian kesehatan mangrove dilakukan berdasarkan parameter diameter batang dan tutupan kanopi yang dihitung menjadi Mangrove Health Index (MHI) menggunakan aplikasi MonMang v2.0. Produksi serasah diukur dengan metode litter trap berukuran 1×1 m² (diameter mata jaring 1 mm) yang dipasang pada plot 10×10 m². Pengambilan sampel dilakukan selama 30 hari dengan interval pengumpulan setiap 10 hari sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MHI tertinggi terdapat pada stasiun yang jauh dari pemukiman dengan kategori baik (67,54%), sedangkan nilai terendah berada pada stasiun dekat pemukiman dengan kategori sedang (53,56%). Rata-rata produksi serasah tertinggi tercatat pada stasiun jauh dari pemukiman sebesar 10,51 ± 2,85 g/m²/hari, sementara produksi terendah terdapat pada stasiun dekat pemukiman sebesar 5,90 ± 1,86 g/m²/hari. Perbedaan nilai kesehatan mangrove dan estimasi produksi serasah antar stasiun menunjukkan variasi kondisi ekosistem pada lokasi penelitian. Data ini memberikan informasi dasar mengenai produktivitas serasah dan kondisi vegetasi mangrove sebagai pertimbangan dalam pengelolaan dan pemantauan ekosistem mangrove di Pantai Pasir Mayang.