Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator utama tumbuh kembang anak, khususnya pada usia prasekolah 3–5 tahun. Keterlambatan bahasa pada usia ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak. Salah satu faktor lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan bahasa anak adalah pola komunikasi orang tua. Pola komunikasi yang kurang responsif, satu arah, atau minim interaksi diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko keterlambatan bahasa pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan bahasa anak usia 3–5 tahun di Posyandu BTN Bumi Emas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah orang tua dan anak usia 3–5 tahun yang terdaftar di Posyandu BTN Bumi Emas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola komunikasi orang tua dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan bahasa anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa anak usia 3–5 tahun, yang dibuktikan dengan hasil uji Chi-Square memperoleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi bagi orang tua melalui layanan posyandu untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga sebagai langkah pencegahan keterlambatan bahasa sejak dini.