Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko infeksi, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas ibu dan neonatal. Kejadian KPD masih menjadi masalah dalam pelayanan obstetri karena berdampak pada keselamatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit dr Hafiz Cianjur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami KPD sebanyak 933 kasus yang tercatat selama periode Januari–Desember 2025 (total sampling). Data diperoleh dari rekam medis menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) merupakan kasus KPD dengan total 933 kejadian. Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 821 orang (88%), diikuti usia >35 tahun 84 orang (9%) dan <20 tahun 28 orang (3%). Berdasarkan usia kehamilan, sebagian besar berada pada kategori aterm yaitu 601 orang (64,4%), preterm 332 orang (35,6%), dan postterm 20 orang (2,2%). Sebanyak 475 ibu (50,9%) mengalami anemia, mayoritas merupakan multipara 579 orang (48,2%), dan 464 orang (49,7%) tercatat memiliki infeksi kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa kejadian KPD di rumah sakit ini cukup tinggi dengan karakteristik terbanyak pada usia reproduksi sehat dan kehamilan aterm