Periode remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan kematangan organ reproduksi, salah satunya melalui menstruasi pertama (menarche). Menstruasi sering disertai keluhan nyeri yang dikenal sebagai dismenore. Dismenore terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus secara berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari remaja putri. Salah satu upaya penanganan dismenore yang dapat dilakukan adalah terapi nonfarmakologis dengan memanfaatkan bahan herbal alami seperti kunyit, jahe, dan madu yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ciranjang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok eksperimen mengalami nyeri berat (75%). Setelah diberikan ramuan kunyit, jahe, dan madu terjadi penurunan tingkat nyeri menjadi nyeri sedang (65%), nyeri ringan (15%), dan tidak nyeri (20%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada kelompok eksperimen dan p = 0,005 pada kelompok kontrol, sedangkan uji Mann-Whitney U diperoleh nilai p = 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dismenore.