This Author published in this journals
All Journal Jurnal Moderasi
Emha, Alya Firdausi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna ‘Adl dalam An-Naḥl:90 Tafsir Marāḥ Labīd dan Mafātīḥ al-Ghayb: Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva Emha, Alya Firdausi
Jurnal Moderasi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2026.62.02

Abstract

Although many studies on justice exist, most focus on thematic analysis, leaving the intertextual process of deconstructing ‘adl underexplored. This study examines Syekh Nawawi al-Bantani’s interpretation of the concept of ‘adl in Surah An-Naḥl verse 90 through the book Tafsir Marāḥ Labīd by Nawawi Al-Bantani, with the aim of revealing its meaning and intertextual relationship with the Tafsir Mafātīḥ al-Ghayb by Fakhruddin ar-Razi. Adopting a qualitative methodology with Julia Kristeva’s intertextuality theory, the study analyzes textual transposition mechanisms and underlying ideologemes. This study offers a novel contribution through a deconstructive analysis that reveals the mechanisms of textual transposition and the shift of ideologemes from classical philosophical dialectics toward ethical-practical guidance. The findings reveal that al-Bantani consistently interprets ‘adl as tawashuth (moderation) in the realms of creed, law, and ethics. Intertextual analysis identifies three forms of transposition in Nawawi al-Bantani’s interpretation of the concept of ‘adl: haplology, modification, and parallelism. He simplified al-Razi’s complex exposition into a practical guide that was easily understood by the people of his time. The study concludes that this interpretation was grounded in a functional-practical ideology shaped by the historical conditions of the 19th century, aiming to transform philosophical dialectics into a concise, moderate, and practical ethical guide for society. Meskipun kajian mengenai keadilan telah banyak dilakukan, penelitian terdahulu cenderung terjebak pada pendekatan tematik sehingga menyisakan kesenjangan pada aspek proses intertekstual antar-teks dalam mendekonstruksi makna ‘adl. Penelitian ini mengkaji penafsiran Syekh Nawawi al-Bantani terhadap konsep ‘adl dalam Surah An-Naḥl ayat 90 melalui kitab Tafsir Marāḥ Labīd karya Nawawi Al-Bantani, dengan tujuan mengungkap makna serta hubungan intertekstualnya terhadap Tafsir Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhruddin ar-Razi. Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan teori intertekstualitas Julia Kristeva, penelitian ini menelusuri mekanisme transposisi teks serta ideologem yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui analisis dekonstruktif yang mengungkap mekanisme transposisi teks dan pergeseran ideologem dari dialektika filosofis klasik menuju panduan etis-praktis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa al-Bantani memaknai ‘adl secara konsisten sebagai tawashuth (moderasi) dalam aspek akidah, hukum, dan akhlak.  Analisis intertekstual mengidentifikasi ada tiga bentuk transposisi yang ditemukan dalam penafsiran Nawawi al-Bantani terhadap konsep ‘adl, yaitu: haplologi, modifikasi, dan parallel. Ia menyederhanakan uraian ar-Razi yang rumit menjadi panduan praktis yang mudah dipahami masyarakat pada zamannya. Penelitian menyimpulkan bahwa penafsiran tersebut dilandasi oleh ideologem fungsional-praktis yang terbentuk dari keadaan historis abad ke-19, bertujuan mentransformasi dialektika filosofis menjadi panduan etis yang ringkas, moderat, dan aplikatif bagi masyarakat.