Mirza, Ahmad Firdaus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Guna Meningkatkan Pajak Kendaraan Bermotor Melalui WhatsApp Blasting Omni Communication Assistant Mirza, Ahmad Firdaus; Firmansyah, Anry
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1508

Abstract

Digitalisasi dalam pelayanan publik menjadi strategi yang semakin banyak diterapkan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan dan optimalisasi penerimaan pajak daerah. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat memanfaatkan teknologi WhatsApp Blasting Omni Communication Assistant sebagai salah satu instrumen komunikasi digital guna mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan Bapenda Jabar dalam meningkatkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor melalui pemanfaatan digitalisasi komunikasi berupa WhatsApp Blasting. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengguna dan penerima layanan WhatsApp Blasting di Jawa Barat. Analisis penelitian menggunakan konsep Manajemen Strategik menurut (Jan-Erik Johanson, 2021) serta pendekatan Technology Acceptance Model 3 (TAM 3) menurut (Venkatesh & Bala, 2008) untuk memahami strategi organisasi dan tingkat penerimaan teknologi oleh pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp Blasting merupakan strategi digital yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Strategi ini berhasil menjangkau ribuan wajib pajak secara masif namun tetap bersifat personal, sehingga berkontribusi signifikan terhadap realisasi penerimaan pajak daerah. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, antara lain keterbatasan validitas data wajib pajak, banyaknya nomor telepon tidak aktif, data kepemilikan kendaraan yang belum diperbarui, serta rendahnya tingkat respons penerima pesan. Untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Blasting ke depannya, diperlukan peningkatan kualitas pengelolaan basis data wajib pajak, serta pengembangan sistem komunikasi digital yang lebih terintegrasi agar pemanfaatan teknologi ini dapat secara optimal mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah di Provinsi Jawa Barat.