Putri Refalina Ayuseptiana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Aktif Berbasis Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Literasi Siswa Pada Mata Pelajaran SKI: Studi Kualitatif Di MA Hasyim Asy’ari Bangsri Putri Refalina Ayuseptiana; Ahmad Saefudin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.483

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan literasi dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pemecahan masalah. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memerlukan strategi pembelajaran inovatif untuk mendorong siswa aktif membaca, menganalisis peristiwa sejarah, serta memahami nilai-nilai Islam secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Problem Based Learning dalam meningkatkan literasi siswa pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru SKI, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL dalam pembelajaran SKI dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu diskusi kelompok, menggunakan mind mapping unuk memetakan ide dan memvisualisasikan hubungan antar konsep masalah dan media pembelajaran card sort untuk mencari solusi atas masalah yang diberikan. Penerapan PBL mendorong siswa untuk aktif membaca materi, menganalisis peristiwa sejarah Islam, serta meningkatkan kemampuan literasi melalui pembelajaran kolaboratif. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan sumber belajar, partisipasi siswa, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, serta keterbatasan dalam mengaplikasikan teknologi digital.