Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian, keterampilan komunikasi, dan kualitas penyampaian dakwah melalui pendampingan praktik khutbah Jumat di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Latar belakang kegiatan didasarkan pada masih terbatasnya kader khatib muda yang memiliki kemampuan public speaking dan penguasaan materi yang memadai, sehingga berdampak pada kurang optimalnya kualitas khutbah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemanfaatan potensi lokal masyarakat melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi.Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, pelatihan materi, praktik langsung, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keberanian, kepercayaan diri, kemampuan public speaking, serta keterampilan penyusunan materi khutbah yang lebih sistematis dan komunikatif. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan kapasitas dakwah masyarakat serta mendorong regenerasi khatib secara berkelanjutan di tingkat desa. Dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif dalam bentuk meningkatnya kualitas pembinaan keagamaan dan partisipasi pemuda dalam kegiatan masjid. Dengan demikian, pendampingan praktik khutbah berbasis pendekatan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.