Rohmah, Isnaini A Sifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP GOOD GOVERNANCE PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN: RELEVANSI DENGAN PRAKTIK PENDIDIKAN DEMOKRASI INDONESIA Nurwahyuningsih, Rahma; urniawati, Septian Dwi; Ayu, Defita Diah; Rohmah, Isnaini A Sifa; A.Q.J., Muh.Muhyihuddin; Hakiman, Hakiman
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10258

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the ongoing challenges facing the quality of democracy in Indonesia, particularly weaknesses in accountability, transparency, and justice within governance practices. It aims to re-examine the leadership values of the Khulafaur Rasyidin and assess their relevance within the framework of contemporary good governance. The research employs a qualitative approach with a historical-comparative design, drawing on classical Islamic sources especially the works of al-Tabari as well as recent scholarly literature on governance. The analysis is conducted through systematic stages, including data selection, thematic categorization, and comparative interpretation between historical practices and the realities of Indonesian democracy. The findings reveal that governance practices during the era of the Khulafaur Rasyidin embodied key principles of good governance, such as participatory decision-making through shura, leadership accountability, transparency in public resource management, equitable law enforcement, and a strong orientation toward social justice. These results indicate that such values are not merely historical but remain conceptually and practically relevant in addressing contemporary democratic challenges. Theoretically, this study contributes by proposing an integrative framework that bridges Islamic ethical leadership values with modern governance systems. Practically, the internalization of these moral and spiritual values has the potential to strengthen leadership integrity, enhance public trust, and promote more participatory, transparent, and sustainable governance. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari problem kualitas demokrasi di Indonesia yang masih menghadapi kelemahan pada aspek akuntabilitas, transparansi, dan keadilan dalam tata kelola pemerintahan. Studi ini bertujuan mengkaji kembali nilai-nilai kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin serta menilai relevansinya dalam kerangka good governance kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain historis-komparatif melalui penelaahan literatur klasik Islam, khususnya karya al-Tabari, serta kajian ilmiah mutakhir terkait tata kelola pemerintahan. Analisis dilakukan secara bertahap melalui seleksi data, pengelompokan tematik, dan interpretasi komparatif antara praktik historis dan realitas demokrasi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemerintahan pada masa Khulafaur Rasyidin merefleksikan prinsip-prinsip utama good governance, seperti partisipasi berbasis shura, akuntabilitas kepemimpinan, keterbukaan pengelolaan publik, penegakan hukum yang setara, serta orientasi pada keadilan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak hanya memiliki dimensi historis, tetapi juga relevan secara konseptual dan aplikatif dalam menjawab tantangan demokrasi modern. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka integratif antara nilai etis kepemimpinan Islam dan sistem tata kelola modern. Secara praktis, internalisasi nilai moral-spiritual tersebut berpotensi memperkuat integritas kepemimpinan, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.