Mutu pelayanan kesehatan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas sistem layanan di tingkat primer, karena persepsi pasien terhadap mutu pelayanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross-sectional, menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling terhadap 106 pasien rawat jalan yang memenuhi Kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank untuk melihat hubungan antara persepsi mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik (75,5%) dan menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diterima (76,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin positif persepsi pasien terhadap mutu pelayanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan mutu pelayanan berbasis kebutuhan pasien, yang dapat diimplementasikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta komunikasi interpersonal di Puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat pertama dan mendorong pencapaian derajat kesehatan yang optimal.