Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUMANISME: MEMBANGUN RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG ADIL DAN HARMONIS Zaidaan Zulkaisi, Muhammad; Akbar Novianto, Fauzan
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(2), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i2.47216

Abstract

Abstract. This research aims to reconstruct the concept of gender equality through the lens of humanist philosophy to address the inequality in relations between men and women. The main issue addressed is the existence of rigid role dichotomies in society, resulting in structural subordination for women and the psychological burden of toxic masculinity for men. The method employed is qualitative, using a library research approach through content analysis of primary humanist philosophy literature and secondary literature on contemporary gender issues. The results show that humanist philosophy provides a strong ethical foundation for viewing gender as an ontological dignity that transcends biological attributes. This analysis reveals that just gender equality can only be achieved through the harmonization of relations, where both parties are recognized as equal subjects in self-actualization. The conclusion of this study emphasizes that the humanism approach is capable of shifting the paradigm from a competition for rights to an inclusive humanitarian dialogue, which ultimately serves as a foundation for creating sustainable social harmony.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep kesetaraan gender melalui lensa filsafat humanisme guna mengatasi ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan. Masalah utama yang diangkat adalah adanya dikotomi peran yang kaku dalam masyarakat yang mengakibatkan subordinasi bagi perempuan dan beban psikologis berupa toxic masculinity bagi laki-laki. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis konten terhadap literatur primer filsafat humanisme dan literatur sekunder terkait isu gender kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat humanisme menyediakan landasan etis yang kuat untuk memandang gender sebagai martabat ontologis yang melampaui atribut biologis. Analisis ini mengungkapkan bahwa kesetaraan gender yang berkeadilan hanya dapat dicapai melalui harmonisasi relasi, di mana kedua belah pihak diakui sebagai subjek yang setara dalam aktualisasi diri. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan humanisme mampu mengubah paradigma persaingan hak menjadi dialog kemanusiaan yang inklusif, yang pada akhirnya menjadi fondasi bagi terciptanya kerukunan sosial yang berkelanjutan.