Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian keuangan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Level of Capital Outlay terhadap efisiensi keuangan pemerintah daerah, serta menguji peran jumlah penduduk sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan pemerintah daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2016–2020. Sampel penelitian terdiri dari 62 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dipilih menggunakan metode sensus. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel kemandirian keuangan, PDRB, Level of Capital Outlay, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap efisiensi keuangan pemerintah daerah. Namun secara parsial, kemandirian keuangan, PDRB, dan Level of Capital Outlay tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi keuangan. Selain itu, jumlah penduduk sebagai variabel moderasi tidak mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara kemandirian keuangan, PDRB, dan Level of Capital Outlay terhadap efisiensi keuangan pemerintah daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor yang diteliti belum sepenuhnya mampu menjelaskan variasi efisiensi keuangan daerah, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan variabel lain. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.