Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Elevasi Lahan terhadap Banjir di Perumahan The Arthera Hill 2 Bekasi Herol; Ardi Pratama; Ira Heranita
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17721

Abstract

Banjir perkotaan merupakan permasalahan yang semakin meningkat akibat interaksi antara perubahan tata guna lahan, sistem drainase yang terbatas, dan karakteristik topografi. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kejadian banjir adalah elevasi lahan, terutama pada kawasan yang berada di dataran banjir (floodplain). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elevasi lahan dan karakteristik floodplain terhadap kejadian banjir di Perumahan The Arthera Hill 2, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif berbasis data Elevation Profile dari Google Earth Pro dengan pendekatan multi-transek, yang kemudian diinterpretasikan menggunakan konsep geomorfologi floodplain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki elevasi dominan pada kisaran ±32–35 mdpl dengan kemiringan lahan rendah (<5%), serta berada pada area meander Kali Cikarang. Kondisi ini menyebabkan perbedaan tinggi antara muka air sungai dan kawasan permukiman sangat kecil sehingga aliran air tidak efektif dan cenderung menimbulkan genangan. Selain itu, pemanfaatan lahan pada zona floodplain yang seharusnya berfungsi sebagai ruang tampungan air alami telah menurunkan kapasitas hidrologi kawasan dan meningkatkan tinggi muka air banjir (surcharge). Disimpulkan bahwa kejadian banjir di lokasi penelitian dipengaruhi secara signifikan oleh kombinasi elevasi rendah, topografi datar, dan perubahan fungsi floodplain. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perencanaan kawasan permukiman mempertimbangkan zonasi floodplain, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penerapan sistem drainase dan retensi yang adaptif untuk mengurangi risiko banjir.