This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Riska, Damayanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK AIR DAN ETANOL RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) SEBAGAI NITRIT OKSIDA INHIBITOR Suryani, Suryani; Riska, Damayanti; Elin Yulinah, Sukandar
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2766

Abstract

Stres nitrosatif yang dimediasi oleh nitric oxide (NO) berlebih berkontribusi pada patogenesis berbagai penyakit degeneratif dan inflamasi kronis. Rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) merupakan tanaman obat asal Papua yang memiliki potensi antioksidan, namun data komparatif efektivitas pelarut air dan etanol dalam menghambat aktivitas NO masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas ekstrak air dan ekstrak etanol rumput kebar sebagai nitrit oksida inhibitor serta menentukan profil fitokimianya. Herba rumput kebar diekstraksi menggunakan metode perebusan (air) dan maserasi (etanol 96%). Analisis fitokimia dilakukan melalui skrining kualitatif dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan aktivitas penghambatan NO diuji menggunakan metode sodium nitroprusside (SNP) dengan reagen Griess. Hasil menunjukkan ekstrak air memiliki rendemen 3,43% berbentuk serbuk cokelat, sedangkan ekstrak etanol memiliki rendemen 15,91% berupa ekstrak kental hijau kehitaman. Keduanya teridentifikasi mengandung flavonoid, tanin, dan polifenol. Uji aktivitas menunjukkan ekstrak air memiliki nilai IC₅₀ sebesar 71,55 ± 5,57 µg/mL dan ekstrak etanol sebesar 165,90 ± 10,65 µg/mL. Ekstrak air menunjukkan aktivitas penghambatan NO sekitar 2,32 kali lebih kuat dibandingkan ekstrak etanol. Temuan ini menyimpulkan bahwa ekstrak air rumput kebar merupakan inhibitor NO yang lebih potensial, sehingga air dapat dipertimbangkan sebagai pelarut yang lebih efektif untuk aplikasi farmakologis terkait stres nitrosatif.