Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku komunikasi ilmiah dalam kajian Islam melalui pola kepengarangan dengan memetakan pengarang paling sering dikutip tulisannya dalam jurnal Adabiyah selama tahun 2019-2023, memetakan tren topik yang dikaji dalam jurnal adabiyah selama tahun 2019 – 2023, mengidentifikasi jenis dokumen yang paling sering dimanfaatkan dalam menghasilkan karya ilmiah serta penulis yang paling produktif dalam jurnal adabiyah pada tahun 2019-2023.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis bibliomerika dibantu aplikasi VosViewer sebagai alat bantu pengumpulan data otomatis dan exel dalam pengumpulan data manual. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15 April 2025 sampai 20 Mei 2025.Hasil penelitian menunjukkan M. Quraisy Syihab sebagai penulis yang paling sering dikutip penulis artikel dalam jurnal Adabiyah selama periode tahun 2019-2023 yaitu sebanyak 14 kali (18,18%) sedang Muhammad Nasiruddin Al-Albani, Martin Van Bruineseen, Muhammad Yusuf merupakan penulis yang paling jarang dikutip, masing-masing hanya sebanyak 5 kali (5,19%). Adapun topik yang paling banyak dikaji dalam jurnal adabiyah pada tahun 2019-2023 adalah Filsafat yaitu sebanyak 61 artikel dan yang paling sedikit dikaji adalah Infalibilitas, Seismologi, dan Ilmu Material. Buku merupakan jenis literatur yang paling sering dijadikan referensi oleh penulis dalam jurnal adabiyah adalah buku yaitu sebanyak 774 buku (40,89%) dan yang paling sedikit adalah tesis dan literatur tidak dikenal yang masing-masing 12 kali digunakan sebagai referensi dengan persentase sebesar 0,63% dari 1,893 literatur. Selanjutnya pengarang yang paling produktif dalam jurnal Adabiyah selam periode tahun 2019-2023 adalah Baso Pallawagau sebanyak 4 artikel, disusul Irnawati,Kurniati, Hasyim Handdade dan Muhammad Rafi’iy Rahim masing-masing sebanyak 2 tulisan dengan jumlah penulis laki-laki sebanyak 135 (68,88%) dan perempuan yaitu 61 (31,12%) dari 196 penulis.