Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Video 360° Berbasis Virtual Reality untuk Pengenalan Sejarah Museum Tsunami Najah, Nailin; Dewi, Sarini Vita
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1596

Abstract

Museum Tsunami Aceh memiliki nilai sejarah dan edukatif yang tinggi sebagai pengingat peristiwa tsunami 26 Desember 2004. Namun, keterbatasan akses geografis menyebabkan tidak semua masyarakat dapat mengunjungi museum secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan media alternatif yang mampu menyajikan informasi sejarah secara menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video 360° berbasis Virtual Reality sebagai sarana pengenalan sejarah Museum Tsunami Aceh serta menguji kelayakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan video 360° berupa kamera insta 360 X3, insta studio 360, shorcut sebagai alat utama dalam pembuatan video 360° berbasis virtual reality dan aplikasi youtube untuk menyebarkan hasil video 360° yang sudah jadi. Media yang dikembangkan berupa video 360° Virtual Reality yang menyajikan lingkungan Museum Tsunami Aceh. Uji coba media dilakukan kepada 36 responden yang berada di luar kota banda aceh dengan menjawab pertanyaan melalui Google Form yang telah dibagikan guna melakukan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video 360° berbasis Virtual Reality pada pengenalan sejarah museum tsunami memperoleh nilai rata-rata kelayakan sebesar 94,1% dengan kategori Sangat Setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa video 360° berbasis Virtual Reality layak digunakan sebagai media pengenalan sejarah Museum Tsunami Aceh karena mudah digunakan, menarik, dan membantu meningkatkan pemahaman pengguna