Langgeng Wahyu Santosa
Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove Telok Bediri, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Gusti Muhammad Falih; Langgeng Wahyu Santosa; Rika Harini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.347-358

Abstract

Ekosistem Mangrove Telok Bediri di Desa Sungai Kupah menyediakan potensi besar yang dapat dikembangkan untuk menarik pengunjung untuk berwisata. Untuk mencapai tujuan menjadi Desa Wisata, ekosistem ini memerlukan pengelolaan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan menghitung daya dukung kawasan ekowisata mangrove. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan di empat titik stasiun pengamatan, dan data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka. Penelitian dilakukan dari Desember 2023 hingga Februari 2024.Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai stasiun pengamatan di kawasan mangrove Telok Bediri adalah 29 (Stasiun 1), 27 (Stasiun 2), 26 (Stasiun 3), dan 25 (Stasiun 4), yang menunjukkan bahwa ekowisata mangrove dan Daya Dukung Kawasan (DDK) hutan mangrove Telok Bediri sangat sesuai (S1) untuk dikembangkan sebagai ekowisata. Jumlah maksimal pengunjung yang dapat ditampung pada hutan mangrove Telok Bediri sebanyak 1.672 orang, dengan waktu operasional kawasan wisata selama delapan jam kerja per hari.
Analisis Daya Dukung Fisik Ekosistem Hutan Mangrove Air Tiba Kota Kaimana Provinsi Papua Barat Descorina Priscilia Br Sitompul; Langgeng Wahyu Santosa; Bachtiar Wahyu Mutaqin; Adellia Agusta; Zulkifli Djamaluddin Umar
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.1.17-33

Abstract

Ekosistem hutan mangrove memiliki beberapa manfaat terkait fungsi fisiknya, antara lain sebagai mitigasi bencana dengan meredam gelombang dan angin badai bagi daerah di belakangnya, melindungi pantai dari abrasi, air pasang, tsunami, menahan lumpur dan memerangkap sedimen dari aliran permukaan, mencegah intrusi air laut ke daratan, serta dapat menetralkan pencemaran perairan hingga batas tertentu. Namun, keberadaan mangrove kian menurun karena pemanfaatan yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung fisik dan menyusun strategi pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan daya dukung ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung fisik hutan mangrove sebagai pemecah gelombang = Rp 512.010.243,-/tahun dan nursery ground = 678.333.750,-/tahun. Total seluruh nilai daya dukung fisik diperoleh dari ekosistem hutan mangrove di kawasan Air Tiba= Rp 1.503.183.993/tahun. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi utama untuk meningkatkan ekosistem mangrove diantaranya dengan penyusunan peraturan konservasi dan pemanfaatan kawasan mangrove dengan partisipasi masyarakat, penyusunan rencana pengembangan ekowisata dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung hutan mangrove Air Tiba, penyusunan zonasi pemanfaatan wilayah pesisir Air Tiba khususnya kawasan mangrove untuk mencegah konflik, pembuatan basis data mangrove melalui kerja sama dengan akademisi melalui pendidikan, penelitian dan pelayanan, dan peningkatan pemantauan dan rehabilitasi ekosistem mangrove, dan peningkatan pemantauan dan rehabilitasi ekosistem mangrove.