Sophia Dwiratna Nur Perwitasari
Program Studi Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Mekanik Mulsa Organik Lembaran Serat Aren dan Aplikasinya pada Lahan Pertanian Ahmad Thoriq; Lukito Hasta Pratopo; Sophia Dwiratna Nur Perwitasari; Muhamad Arip
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.43-53

Abstract

Hasil samping dari aktivitas produksi tepung aren adalah limbah cair dan limbah padat. Pada kondisi saat ini limbah cair dibuang secara langsung ke Sungai sedangkan limbah padat berupa serat dan kulit batang aren menumpuk di sekitar pabrik pengolahan. Salah satu solusi penganganan limbah serat aren adalah dengan membuat lembaran mulsa organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisik dan mekanik lembaran mulsa organik dari serat aren berdasarkan jenis perekat, dan menganalisis efektivitas setiap lembaran mulsa organik dari serat aren berdasarkan jenis perekat dalam menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini menggunakan lima jenis perekat yaitu lateks, lempung, tepung aren dan tepung tapioka. Pengujian karakteristik mekanik dilakukan menggunakan alat uji tarik instron 1026. Pengujian efektivitas dalam menghambat pertumbuhan gulma dilakukan pada lahan pertanian menggunakan media tanam di dalam polibag hingga mulsa mengalami kerusakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perekat lateks memiliki karakteristik mekanik dan kemampuan menghambat pertumbuhan gulma terbaik yaitu 87,32% dibandingkan dengan jenis perekat lainnya. Hasil uji kuat tarik mulsa dengan perekat lateks pada hari ke-0 sebesar 73,30 N, hari ke-7 sebesar 69,19 N, hari ke-14 sebesar hari ke-21 sebesar 30,63 N, hari ke-28 sebesar 12,50 N dan hari ke-35 sebesar 0 N. Sementara kemuluran perekat lateks dari hari ke-0 hingga hari ke-35 setelah pemakaian, masing-masing sebesar 15,73%, 12,67%, 11,83%, 9,67%, 7,50%, dan 0%. Modulus young perekat lateks dari hari ke-0 hingga hari ke-35 setelah pemakaian, masing-masing sebesar 23,27 kPa, 25 kPa, 15,79 kPa, 16,74 kPa, 10,35 kPa, dan 0 kPa.