Nur Aliyah
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Model Kirkpatrick di Sekolah Dasar Negeri 19 Pangkalpinang Asyraf Suryadin; Nur Aliyah; Oktavian Tri Cahyanto; Sarah Lastari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h85d6q97

Abstract

Evaluasi yang sedang dilaksanakan ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri 19 Pangkalpinang, di mana sekolah tersebut harus menghadapi hambatan berupa motivasi siswa yang tidak stabil dalam rutinitas membaca. Evaluasi ini penting mengingat literasi adalah fondasi bagi peningkatan kualitas SDM dan kemampuan berpikir kritis. Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang didasarkan pada kerangka Model Evaluasi Kirkpatrick dengan Empat Tingkat (Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil). Data dikumpulkan melalui wawancara intensif serta pengamatan langsung terhadap Guru Kelas dan para siswa. Temuan dari evaluasi tersebut menunjukkan bahwa program GLS terbukti efektif dan berhasil memenuhi semua empat tingkat Kirkpatrick. Keberhasilan pada Level 1 (Reaksi) didukung oleh respons positif guru dan siswa terhadap fasilitas pojok baca. Level 2 (Pembelajaran) ditandai dengan peningkatan wawasan guru dalam mengintegrasikan literasi-numerasi serta peningkatan pemahaman konten oleh siswa. Level 3 (Perilaku) mengonfirmasi perubahan signifikan berupa peningkatan inisiatif dan kebiasaan membaca mandiri siswa di luar jam pelajaran. Puncak keberhasilan pada Level 4 (Hasil) adalah kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas akademik dan terbentuknya budaya sekolah yang literat. Program ini memberikan pengaruh nyata pada penguatan minat baca siswa dan menjadi bekal utama menghadapi era digital.