Fifi Nofiaturrahmah
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Sistem Pendidikan dan Kondisi Sosial dalam Film Pengepungan di Bukit Duri (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce) Intan Ayu Rahmawati; Fifi Nofiaturrahmah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pansv847

Abstract

Film sebagai bentuk karya seni dan hiburan favorit seiring dengan perkembangan teknologi, mampu menyajikan kisah dan pesan secara multidimensi melalui integrasi unsur visual, audio, dan naratif. Salah satu contohnya adalah film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar (rilis 2025), yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memuat makna tersembunyi yang menggambarkan luka sosial dan trauma sejarah kekerasan di Indonesia, sekaligus memiliki tujuan edukatif untuk mendorong masyarakat memprioritaskan pendidikan, menekan angka kekerasan sosial, dan menghapus praktik diskriminasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan melibatkan berbagai teknik pengumpulan data, termasuk menonton film secara intensif, wawancara dengan teman sejawat, observasi, pencatatan mendalam, dokumentasi, serta studi kepustakaan untuk memperkuat kerangka teoretisnya. Selanjutnya, analisis dilakukan secara mendalam menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang berfokus pada interpretasi tanda melalui kategori ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa Pengepungan di Bukit Duri berfungsi sebagai media penyampai pesan yang mendalam mengenai pentingnya pendidikan bagi kelangsungan hidup bangsa, yang secara eksplisit terlihat melalui representasi diskriminasi, kekerasan di lingkungan sekolah, dan isu ketidakadilan dalam sistem pendidikan, yang keseluruhannya mencerminkan realitas sosial yang masih relevan di tengah masyarakat.